17/08/2019
Kami ngga selalu romantis. Kami ngga selalu akur. Kami ngga selalu punya pikiran dan cara menyelesaikan masalah yang sama. Tp perbedaan itu yg justru semakin lama membuat kami semakin paham akan fungsi perbedaan didalam suatu hubungan. Melatih diri mengubah amarah menjadi kesabaran, idealisme menjadi sesuatu yg lbh realistis utk dijalani, dan perbedaan menjadi sebuah “team work”. Tidak mudah, memang. Tapi rasa yg kami punya dan komitmen yg kami buat di awal membuat kami mau tidak mau harus belajar utk saling menerima. Karena pergi dan menyerah itu sangatlah mudah. Sudah sangat sering kami lakukan di hubungan kami sebelumnya. Tetapi, bertahan dan berhasil memperbaiki itu blm tentu bisa dilakukan oleh semua pasangan. Dan kali ini, kami memilih untuk bertahan dan memperbaiki. Dengan segala keterbatasan yg kami miliki, kami akan trs mencoba utk menjadikan setiap permasalahan sbg pemacu perubahan diri kearah yg lbh baik.
Terima kasih sudah selalu membimbing, menjaga dan mencintai saya dengan sepenuh hati. Semua itu sangat bisa saya rasakan tanpa perlu kamu mengucapkannya. Karena itulah saya memilih kamu. Wanita yg sejauh ini tidak pernah sedikit pun ragu untuk memilih saya dan menjalani naik-turun nya kehidupan bersama saya, dan jg menerima seburuk apapun sisi gelap saya. Walaupun diluar saya terlihat sangat keras kepala, tetapi telinga dan hati saya tetap mendengarkan setiap nasehatmu. I love you, Ari. I really do. Semoga Tuhan masih memberikan waktu yg panjang bagi kita berdua untuk sama2 ya 🙏🏻😇
Cerita kami mungkin bukan sebuah cerita yg sewajarnya, tetapi inilah kami adanya. S**a tidak s**a, terima tidak terima, itu hak masing2 individu. Yg jelas, kami disini tidak berniat mengganggu / menyakiti siapapun dgn sengaja. Kami hanya 2 manusia yg ingin menjalani hidup layaknya manusia lainnya. Hanya saja, kami sedikit “berbeda” 😊