07/04/2026
Bentrok antar-perguruan silat terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (5/4/2026). Kejadian ini melibatkan dua organisasi silat besar, yakni PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan IKSPI (Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia) Kera Sakti, yang menyebabkan dua pesilat menjadi korban.
Bentrok ini terjadi di dua titik yang berbeda, yaitu di Mojosongo, Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, dan di Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Kejadian tersebut bermula saat kegiatan internal PSHT Ranting Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, yang digelar pada siang hari. Kegiatan yang sudah mendapat izin dari pihak kepolisian setempat ini semula hanya dihadiri oleh anggota internal PSHT dan tidak mengundang peserta dari luar daerah.
Namun, setelah acara selesai sekitar pukul 16.00 WIB, sekelompok penggembira melakukan konvoi menuju Jombang Kota dengan membawa atribut-atribut organisasi.
Konvoi ini ternyata memicu bentrok dengan kelompok IKSPI Kera Sakti, yang juga berada di lokasi yang sama. Bentrok tersebut berlangsung di dua titik, yaitu di Mojosongo dan Jatipelem, yang mengakibatkan dua pesilat terluka.
“Dua laporan dari masing-masing TKP sudah masuk. Dari PSHT ada korban, dari Kera Sakti juga ada korban. Kami sudah mengidentifikasi para pelaku sebagaimana video yang beredar,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Senin (6/4/2026).
Via : beritajatim