Sinar Rejeki

Sinar Rejeki Profesional Photography Portrait base in Yogyakarta, Indonesia

Pasar Senen Jakarta mempunyai sejarah yang panjang, termasuk didalamnya aspek kesenian. Pada tahun 40an di sekitar Pasar...
15/10/2016

Pasar Senen Jakarta mempunyai sejarah yang panjang, termasuk didalamnya aspek kesenian. Pada tahun 40an di sekitar Pasar Senen menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan mereka dijuluki Seniman Senen. Sekarang Pasar Senen dikenal sebagai pusat penjualan pakaian bekas. Tahun 2014 kemarin gedung Blok 3 Pasar Senen mengalami kebakaran, sehingga mengharuskan para pedagang di blok 3 berpindah ke blok 5 lantai 4. Ditempat berdagangnya yang baru ternyata sepi pengunjung, sehingga banyak pedagang yang berjualan dipinggiran jalan didepan gedung pasar Senen, dan hanya meninggalkan belasan pedagang di tempat tersebut. Di tempat para pedagang mengungsi banyak terdapat dinding-dinding kosong, di tempat itu juga kemudian dibuat studio foto sekaligus juga sebagai ruang pamer. Setelah melakukan pedekatan yang intens kemudian para pedagang diajak untuk melakukan sesi foto menggunakan pakaian bekas yang berelasi dengan backdrop. Pakaian bekas yang berasal dari luar negeri tersebut banyak yang dirancang tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia, seperti iklim, kultur, dan kebutuhan. Alih fungsi ruang dan partisipasi pedagang adalah usaha seni untuk mempunyai peran dalam masyarakat tertentu.

karya ini merupakan cerita personal tentang keluarga, yang diwakili oleh kedua orang tua, yaitu ayah dan ibu. tahun 2007...
15/10/2016

karya ini merupakan cerita personal tentang keluarga, yang diwakili oleh kedua orang tua, yaitu ayah dan ibu. tahun 2007 ayah saya yang berprofesi sebagai fotografer komersial selama kurang lebih 30 tahun terpaksa beralih profesi atau menutup studio photonya karena era digital yang mulai menjamur pada waktu itu. barang barang bekas studio photo tersebut, kemudian hanya disimpan dan terbengkalai digudang. kemudian saya berinisiatif merekonstuksi situasi seperti studio itu hadir kembali, tetapi dengan posisi barang barang bekas itu ada.
profesi 30 tahun menjadi fotografer membuat keluarga kami mempunyai banyak sekali foto foto dokumentasi, yang kemudian disimpan dalam almbun album foto. saya ingin menggambarkan bagaimana audiens dapat masuk dalam foto tersebut dengan mengkosongkan kursi disebelah ayah saya duduk. mendengarkan cerita cerita personal keluarga kami, dari foto foto dokumentasi.
sekarang ayah saya berprofesi sebagai pedagang ikan hias dan aquarium. disini saya menggambarkan ayah saya sebagai wirausaha yang sedang menjaring kunsumennya, dengan situasi dimana dia sekarang bekerja.
keluarga dari ibu saya menganut kepercayaan kong hu chu, dan ibu saya seorang nasrani. setiap tahun kami tetap merayakan tahun baru cina bersama, dan berdoa bagi para leluhur. disini saya melihat bagaimana agama dan tradisi itu jalan bersamaan. setahun sekali kami keluarga besar dari ibu berkumpul di rumah nenek di magelang. karena kami jarang bertemu, hal yang kemudian selalu menjadi bahan pembicaraan adalah tentang tanaman dan makanan. saya menyimpulkan bahwa tanaman dan makanan adalah alat mempererat tali persaudaraan kami dari tahun ke tahun.

Alfi Choirudin biasa disapa Alfi, adalah self emploed untuk beberapa kerja-kerja grafis, ilustrasi, disain grafis, anima...
03/08/2016

Alfi Choirudin biasa disapa Alfi, adalah self emploed untuk beberapa kerja-kerja grafis, ilustrasi, disain grafis, animasi dll. Tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Beberapa karya personal dapat dilihat di https://www.behance.net/tantrayana

Andri William a.k.a Abud seniman muda yang tergabung dalam kolektif Ruang MES 56, tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Kar...
02/08/2016

Andri William a.k.a Abud seniman muda yang tergabung dalam kolektif Ruang MES 56, tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Karyanya bisa dilihat di andriabudwilliam.blogspot.com

Uji Handoko Eko Saputro a.k.a Hahan (b. 1983) (Visual Artist)Hahan’s work is characterised by an ongoing tussle between ...
24/03/2016

Uji Handoko Eko Saputro a.k.a Hahan (b. 1983) (Visual Artist)
Hahan’s work is characterised by an ongoing tussle between “high art” and “low art”. Blurring realism with decoration, each work illustrates a point of contact that exists between urbanization and agrarianism, the East and the West or between the local and the global. The relation of the art market with an artist, society, and even with art itself, become a huge attention in Hahan’s art works. Hahan incorporates comic, film, music and street culture into a distinct visual language where the canvas explodes with bold colours that slip over strong outlines. The colour slippage adds to the sense of movement and spontaneity in what can be described as a topsy-turvy reality. Beside on canvas, explorations and experimentations on any other medium are also the unique of his art.
Therefore music is also being a big part of Hahan art practice. As a medium, he use it also to talk that theme in different way through several project like Punkasila which was formed in Yogyakarta in 2006. Anusapatis which combining an electronic music and fast grindcore style, and N.E.W.S which is a vocal group that make a response to the text of curatorial or anything text spread in the art scene. He also one of the founders of Ace House Collective, a young artists’ collective and initiative space based in Yogyakarta which trying to capture the culture of Indonesian contemporary society through multidiscipline work process, collaboration, and research. His art works have been being collected by several art museum like Queensland Art Gallery Gallery of Modern Art (QAGOMA) Brisbane and National Gallery of Victoria (NGV) Melbourne.
Hahan started became a part of Hurley Indonesia on 2011. Has been collaborating to make an art project with Hurley not only as an individual artist but also as a group with his collective Ace House since then. (Text copy from Fans Page Uji "Hahan" Handoko from Facebook)

Agan Harahap lahir di Jakarta, 28 Januari 1980. Tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Agan tertarik bermain diantara yang ...
04/03/2016

Agan Harahap lahir di Jakarta, 28 Januari 1980. Tinggal dan berkarya di Yogyakarta. Agan tertarik bermain diantara yang nyata dan yang fiksi. Mempertanyakan lagi sejarah besar dengan narasi narasi kecil yang dia buat.

Wimo adalah seniman yang sering menggunakan media fotografi, Dia juga termasuk pendiri MES 56. Karya-karyanya sering men...
04/02/2016

Wimo adalah seniman yang sering menggunakan media fotografi, Dia juga termasuk pendiri MES 56. Karya-karyanya sering menggunakan metode Staged Photography dan cara-cara performatif. Merupakan tantangan tersendiri membuat portrait dirinya, karena Dia juga sering menggunakan tubuhnya dalam berkarya “Self Portrait”. Untuk melihat apa yang pernah dia kerjakan, silahkan kunjungi alamat Ini Parkiranpikiran.blogspot.com www.wimoambalabayang.com — with Wimo Bayang.

Syafitudina yang akrap dipanggil Dina adalah seorang Penulis yang bekerja sehari-hari di KUNCI Cultural Studies Center. ...
04/02/2016

Syafitudina yang akrap dipanggil Dina adalah seorang Penulis yang bekerja sehari-hari di KUNCI Cultural Studies Center. Alasan kenapa dia menyukai media tulisan adalah karena Dia bisa menjadi siapa saja ketika menulis. Hal itu juga yang menjadi alasan bagi dirinya kenapa tidak terlalu s**a difoto, karena ketika menceritakan Dirinya dalam fotografi, akan selalu kembali kebentuk-bentuk secara fisik “ketubuhan”. Tapi Dia menambahkan bukan karena Aku ngak s**a sama fisikku juga sih.. Tapi ngak tau juga sih kalau fisikku kayak Dian Sastro gitu, mungkin aku bakalan lebih seneng difoto hehe..“ Jika ingin lebih mengenal siapa itu Dina, silahkan kunjungi alamat ini www.syafiatudina.blogspot.com — with Syafiatudina.

Live and work in Yogyakarta, Indonesia. Born in Madiun, 1975. Graduated from Visual Communication Design Department at I...
04/02/2016

Live and work in Yogyakarta, Indonesia. Born in Madiun, 1975. Graduated from Visual Communication Design Department at Indonesian Institute of Arts, Wok The Rock can be described as a cross-disciplinary artist who working mostly on art-based project. Co-founded Ruang MES 56, a contemporary photography collective in 2002. In 2004 with Wimo Ambala Bayang producing short video compilation series Video Battle. He also very active in underground music scene in Yogyakarta; producing music with local artists, running a net label Yes No Wave Music, curating music gigs in Yes No Klub and writing for Free Music Archive and Xeroxed. Currently working on his long-term project “Burn Your Idol”.

teks copied from his website
http://woktherock.com/ — with Woto Wibowo.

Address

Keparakan Kidul, Mergangsan
Yogyakarta City
55152

Telephone

085739343536

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sinar Rejeki posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sinar Rejeki:

Share

Category