10/09/2023
Transfer Teknologi
Sudah brp tahun kita mendengar istilah ini? Paling tidak sudah lebih dari 3 dasawarsa. Masalahnya mana ada yg mau memberikan know-how kpd pihak lain. Kalaupun tidak merugikan scr ekonomi, perasaan tidak terima krn sudah susah payah mengembangkannya tentu akan kental sekali.
Ada 2 kasus baru yg akan saya tulis yaitu kasus Huawei vs Apple, lalu kasus drone Turki. Untuk kasus baru, Huawei tdk vis-a-vis berhadapan langsung, tetapi di level negara, AS merasa terancam dari segi teknologi oleh Tiongkok. Mulai dari menangkap pimpinannya di Kanada, lalu bikin embargo thd keluarnya teknologi tadi.
Terakhir berupaya memblok teknologi semikonduktor. Apesnya, Huawei yg dihalang2i malah mampu mengembangkan teknologi sampai punya ukuran 7 nanometer atau brp itu... Dan berhasil. Jadilah Huawei mampu meluncurkan produk HP terbaru bbrp hari lalu. Ini masih dilanjutkan dg balasan Tiongkok agar oara PNS-nya tdk pakai Apple ke kantor dan memakai utk urisan kantor. Langsung saja nilai saham Apple anjlok. Katanya rugi 200 milyar dalam 2 hari. Sepertinya makin seru.
Kasus kedua adalah bikin drone oleh Turki. Setelah beli dari Israel dan tidak sesuai harapan, dan operatornya harus si pembuat, dan datanya dikirim ke negara produsen, mrk masih mau beli barang yg lebih canggih. Apa daya malah dihalang2i oleh AS, shg mrk harus bikin sendiri. Itupun masih dihalangi dg tidak boleh beli mesin dari negara anggota blok itu. Seorang dropout dari MIT lalu diminta memimpin produsen laokal. Akhirnya mrk mampu dan terbukti alatnya digunakan Azerbaijan menaklukkan Armenia. Sekarang produk drone Turki diminati banyak negara, dan terakhir juga diminati Jepang. Ini semua dilakukan dalam waktu 15 tahun.
Dari dua kasus baru ini, maka kita harus bangun dari mimpi, bahwa kita sendiri ug harus memgembangkan apapun yg kita mau. Mengharapkan dikasih orang adalah mimpi kosong.