27/07/2025
Jejak Emas Purba di Sungai-Sungai Sumatera Barat
Banyak yang heran, kenapa di sungai-sungai wilayah Limapuluh Kota, Pasaman, Solok, Dharmasraya, Sijunjung, dan lainnya bisa ditemukan emas, padahal di sana gak ada gunung berapi yang aktif?
Jawabannya, emas itu gak harus berasal dari gunung berapi yang masih ada sekarang. Bisa jadi itu warisan zaman purba yang sudah berlangsung jutaan tahun.
Wilayah Sumbar berada di jalur pegunungan Bukit Barisan, yaitu jalur panjang yang terbentuk akibat aktivitas lempeng bumi. Dulu, daerah ini pernah sangat aktif secara geologi baik karena letusan gunung api purba maupun pergerakan patahan bumi. Dari proses ini, terbentuklah batuan dalam tanah yang mengandung emas.
Lama-kelamaan, batuan-batuan ini mengalami pelapukan dan erosi. Hujan deras, angin, dan aliran sungai membantu mengikis batuan yang mengandung emas. Butiran emasnya kemudian hanyut ke sungai dan tertinggal di dasar sungai, terutama di bagian yang alirannya melambat seperti tikungan atau di celah-celah batu besar. Di sinilah emas mulai terkumpul dalam bentuk emas aluvial.
Bahkan kalau sekarang kamu tidak melihat gunung besar di sekitarmu, bukan berarti tidak ada potensi emas. Bisa jadi dulunya ada gunung yang sekarang sudah rata karena erosi atau tertutup oleh hutan. Selain itu, sungai juga bisa membawa emas dari tempat yang jauh di hulu dan mengendapkannya di daerah dataran rendah.
Itulah sebabnya banyak daerah di Sumbar seperti Sijunjung, Solok Selatan, Pasaman Barat, hingga Dharmasraya menjadi lokasi tambang emas rakyat, meskipun di peta tidak terlihat adanya gunung berapi aktif.
Singkatnya, emas di sungai Sumatera Barat adalah hasil dari proses alam yang panjang. Emas itu tua, terbawa erosi, dan terkumpul di sungai sebagai berkah bagi masyarakat yang sabar menjemputnya.