Samo Siar

Samo Siar Kumpulan/galeri Informasi Seputar Pulau Samosir Danau Toba Sumatera Utara

Gagah dan Cantik dengan balutan Ulos Batak.
06/08/2026

Gagah dan Cantik dengan balutan Ulos Batak.

Tak bosan-bosannya memandangi pesona Kampung Ulos Hutaraja ini. Serba merah. Agustus ceria.
06/08/2026

Tak bosan-bosannya memandangi pesona Kampung Ulos Hutaraja ini. Serba merah. Agustus ceria.

Kenangan Kapal Pesiar Ikonik bersama mantan Ibu Negara: Iriana Joko Widodo saat kunjungannya di Pulau Samosir Sumatera U...
06/08/2026

Kenangan Kapal Pesiar Ikonik bersama mantan Ibu Negara: Iriana Joko Widodo saat kunjungannya di Pulau Samosir Sumatera Utara beberapa tahun lalu.

Selamat datang di Festival Tao Toba Jou-jou Water Front Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.Festival Ta...
06/08/2026

Selamat datang di Festival Tao Toba Jou-jou Water Front Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

Festival Tao Toba Jou-jou 2026 diselenggarakan pada 6–9 Agustus 2026 pukul 10.00–21.00 WIB bertempat di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir.

Acara ini menghadirkan pameran UMKM, festival kuliner dan kopi, serta hiburan musik dari artis nasional dan lokal.Lokasi dan Waktu UtamaTanggal: 6 – 9 Agustus 2026

Jam Operasional: 10.00 – 21.00 WIB

Tempat: Waterfront City, Pangururan, Kabupaten Samosir

Tiket Masuk: Terbuka untuk umum.

Rangkaian Acara & AktivitasFestival Kuliner Batak: Pameran kuliner khas

Pameran UMKM & Ulos: Pameran produk lokal serta Ulos Boru Ni RajaFestival Kopi: Eksplorasi kopi nusantara

Panggung Utama & Seni Budaya: Fashion Show Eco-Wastra, Parade Agro, Festival Budaya & Musik Batak

Senam & Zumba Bestie QRIS: Digelar pada 8 Agustus 2026 berhadiah doorprize

Bintang Tamu / Artis Spesial: Penampilan dari Marsada Band (malam pembukaan) dan grup band Cokelat pada 8 Agustus 2026.

Deretan Rumah Batak berjejer rapi di Kampung Ulos Hutaraja Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.
06/08/2026

Deretan Rumah Batak berjejer rapi di Kampung Ulos Hutaraja Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.

Seorang Ibu hebat melangkah bersama putri sulungnya, berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah gereja mungil viral ...
06/08/2026

Seorang Ibu hebat melangkah bersama putri sulungnya, berjalan menyusuri jalan setapak menuju sebuah gereja mungil viral yang berada di puncak bukit kecil Sidihoni Pulau Samosir Sumatera Utara.
Dan kini, hampir setahun, sang ibu sudah tenang di sorga.

Gereja terkeren di Pulau Samosir.
05/08/2026

Gereja terkeren di Pulau Samosir.

Berdiri megah di kawasan Water Front Pangururan, Gereja ini tampil seperti Rumah Adat Batak yang khas dengan segala orna...
05/08/2026

Berdiri megah di kawasan Water Front Pangururan, Gereja ini tampil seperti Rumah Adat Batak yang khas dengan segala ornamennya, Berikut sejarah singkat Gereja Inkulturasi Paroki St. Mikael – Pangururan:

Gereja Katolik Santo Mikhael Pangururan didirikan pada 1 Agustus 1941, terpisah dari Paroki Palipi.

Gereja ini dikenal sebagai mahakarya inkulturasi budaya Batak Toba, dengan bangunan setinggi 33 meter berbentuk rumah panggung adat Batak yang menghadap langsung ke Gunung Pusuk Buhit.

Awal Pendirian ParokiBerdiri resmi pada 1 Agustus 1941 berdasarkan surat Apostolik Vikariat Padang.Pastor Benyamin Dijkstra ditetapkan sebagai pastor paroki pertama.

Sebelumnya, wilayah ini bergabung dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi di Palipi.

Gereja Inkulturasi Paroki Santo Mikhael Pangururan digagas dan dibangun oleh Pastor Leonardus Egidius (Leo) Joosten, OFM Cap, seorang misionaris asal Belanda yang juga pemerhati budaya Batak.

Bangunan unik berbentuk rumah adat Batak Toba ini diresmikan pada 27 Juni 1997.

Perancang & Pembangunan:
Pastor Leo Joosten, OFM Cap, memprakarsai konsep gereja bernuansa lokal karena menilai bangunan gereja di Tanah Batak sebelumnya terlalu bernuansa Barat.

Awal Mula Misi Katolik: Kehadiran Katolik di Samosir dirintis lebih awal oleh misionaris Belanda P. Diego van den Biggelaar, OFM Cap (dikenal sebagai Opung Bornok) pada tahun 1938, sebelum Paroki Pangururan resmi berdiri sendiri pada tahun 1941.

Peresmian: Gereja inkulturatif ini diresmikan oleh Uskup Agung Medan saat itu, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM Cap.

Konsep Inkulturasi Arsitektur
Bentuk Rumah Adat: Dibangun menyerupai rumah panggung khas Batak Toba yang menyimbolkan filosofi tri tunggal banua (tiga lapisan dunia: banua toru, banua tonga, banua ginjang).

Orientasi Bangunan: Kompleks gereja dirancang menghadap ke Gunung Pusuk Buhit, yang diyakini masyarakat adat sebagai tempat asal mula leluhur orang Batak.

Tata Letak Kampung Batak: Di depan gereja terdapat bangunan sopo (lumbung/balai pertemuan), menciptakan suasana kompleks yang merefleksikan perkampungan tradisional Batak.

Perkembangan WilayahDinaungi oleh Keuskupan Agung Medan melalui Vikariat Episkopal Pangururan.

Meliputi puluhan stasi yang tersebar di wilayah Pangururan, Sianjur Mulamula, Harian, dan Ronggur Nihuta.

04/08/2026

Akhirnya, Pak Butet pasrah menandatangani Surat Perjanjian perdamaian setelah terlalu sering melakukan keker4san terh@dap anak dan Isterinya. Dan berjanji akan bertobat.

Address

Pangururan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Samo Siar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Samo Siar:

Shortcuts

Share

Category