29/07/2023
-
Sebuah inovasi lokal dari Kalimantan Timur kini digunakan secara internasional. Inovasi itu berupa pinger akustik yang dipasang di rengge (jaring insang). Pinger adalah perangkat elektronik kecil yang mengeluarkan suara pulse (ultrasonik) agar pesut mahakam (Orcaella brevirostris) tak mendekati jaring nelayan.
Pesut mahakam yang hendak dilindungi ini merupakan spesies lumba-lumba air tawar langka yang hidup endemik di Sungai Mahakam dan anak sungainya. Menurut hasil penelitian Budiono dan Danielle Kreb, sepasang suami istri yang menggerakkan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) di Kalimantan Timur, penyebab terbanyak kematian pesut mahakam adalah terjerat oleh jaring nelayan yang sebenarnya juga tak ingin menangkap pesut.
Oleh karena itu, Budiono dan Danielle kemudian mencari cara agar pesut tak terjerat jaring nelayan yang sedang mencari ikan. Mereka menemukan ide dari pinger yang biasa dipakai perusahaan perminyakan di laut untuk menjauhkan lumba-lumba dan mamalia laut lainnya.
Mereka kemudian mengontak sebuah pabrik di Inggris untuk membuat prototipe pinger yang cocok digunakan di Sungai Mahakam. Akhirnya mereka menemukan formula pinger yang pas, yakni yang menghasilkan kebisingan suara 125 desibel dengan frekuensi 50-120 kilohertz.
Kini, RASI telah memasang 210 pinger di rengge nelayan di sepanjang Sungai Mahakam dan percabangannya, termasuk Sungai Pela. Hasilnya, tidak ada pesut yang mati terjebak pada jaring yang telah dipasangi pinger. Hal ini mampu menekan angka kematian pesut mahakam yang pada 2022 diperkirakan cuma tersisa 62 ekor.
Danielle Kreb, pimpinan program ilmiah RASI, menyebut pinger yang mereka gunakan ini sebagai "banana pinger" karena bentuknya seperi pisang. Karena keberhasilannya di Mahakam, pinger dengan formula RASI itu kini juga telah digunakan di Sungai Indus di Pakistan, Sungai Gangga di India, serta Sungai Amazon di Amerika Selatan untuk melindungi jenis lumba-lumba air tawar lainnya yang masih tersisa di bumi ini.
Teks oleh Utomo Priyambodo
Foto oleh Josua Marunduh
Perjalanan ini didukung juga oleh Sahabat kami di .pertamina