Info Inti

Info Inti Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Info Inti, Photography Videography, Medan.

Siapa yang tau?Siapa yang tau hal pertama apa yang dipikirkannya setelah bangun tidur?Siapa yang tau apakah tidurnya sem...
31/01/2022

Siapa yang tau?

Siapa yang tau hal pertama apa yang dipikirkannya setelah bangun tidur?
Siapa yang tau apakah tidurnya semalam nyenyak atau diliputi serangga?
Siapa yang tau kapan terakhir kali ia merasakan sarapan?
Siapa yang tau berapa kali ia makan dalam sehari?
Siapa yang tau apa yang ia makan hari ini?
Siapa yang tau makanan kesukaannya adalah nasi bercampur garam?
Siapa yang tau bersama siapa ia dipelihara?
Siapa yang tau kalau ia sebatang kara?
Siapa yang tau perasaanya jika matahari mulai meninggalkan?
Siapa yang tau makanan malam ini adalah angin malam?
Siapa yang tau bagaimana caranya terlelap?

Yang kita tau hanya seorang anak, membawa karung goni, berjalan tanpa alas kaki, kesana - sini, dan siapa yang peduli?

12/12/2021

DI LUAR NALAR

Susahnya bertoleransi. Justru bukan yang berbeda agama, berbeda suku, ataupun berbeda ras. Seringkali susahnya bertoleransi dengan orang yang bernalar berbeda, sebanyak apapun persamaan fisik ataupun materi yang dimiliki.

Apalagi hal yang dipersoalkan adalah hal dasar dan fundamental, pasti pembicaraan akan berputar - putar sampai modar. Haha...

Justru sangat senang dengan perbedaan pendapat, memandang dengan ragam sudut pandang. Tetapi ada kalanya hal tidak perlu lagi diulangi tuk dimengerti, apalagi menjadi DISALAHMENGERTI.

04/11/2021

Pemimpin Berjanji : Harapan atau Kenistaan?

Sudah menjadi biasa dan kewajiban bagi para pemimpin untuk menyusun daftar janji di kepalanya, baik itu didasarkan pada data atau hanya silat lidah. Apalagi janji yang diumbar dibuat atas suatu tujuan, yaitu memberi kesenangan semu terhadap mereka yang dijanjikan.

Memang janji adalah tanda komitmen seseorang terhadap apa yang dijanjikan, sehingga tercipta rasa optimis. Namun menjadi masalah apabila lajunya tidak mengarah ke tujuan semula. Dan ironi pun bermula.

Apalagi janji yang diemban pejabat negara, bersumpah untuk kesejahteraan bangsa. Seharusnya berbicara mengiringi fakta, bukannya mengada - ada.


ISLAM STATISTIK       Makin lama makin ngetren, memperjual belikan agama untuk suatu kepentingan. Seperti para narapidan...
22/09/2021

ISLAM STATISTIK

Makin lama makin ngetren, memperjual belikan agama untuk suatu kepentingan. Seperti para narapidana korupsi, yang setelah ketahuan dan diadili di pengadilan, bak seorang suci yang mengubah penampilannya menjadi lebih agamis.

Baik itu melalui pakaian ataupun perkataan, itu dimanfaatkan oleh para koruptor untuk menarik simpati dari rakyat,dari rakyat yang uangnya sudah mereka rampok. Entah apa lagi alasan mereka melakukan itu, tetapi yang terpenting hukuman mereka selalu saja jauh lebih rendah dari apa yang pantas mereka dapatkan.

Beberapa hari belakangan kita dihebohkan oleh penganiayaan yang terjadi di dalam sel. Seorang "pen*sta agama" dianiaya oleh seorang "koruptor". Si koruptor berdalih ia melakukan itu karena ia tidak terima agamanya dilecehkan, ia mengatakan dirinya boleh dihina tetapi tidak agamanya.

Sungguh naif dan munafik. Korupsi tidaklah lebih mulia daripada menistakan agama, bedanya adalah menistakan agama dilakukan secara terang - terangan. Sementara korupsi adalah tindakan melecehkan agama secara tersembunyi. Tidak ada yang lebih baik diantara keduanya.

Dan lebih parah lagi adalah orang - orang pendukung koruptor dan kekuasaan yang senantiasa menyulut api. Mereka membenarkan perbuatan si koruptor yang menganiaya si pen*sta agama dengan semena - mena. Alasannya adalah karena si koruptor mencoba untuk membela agamanya.

Pertanyaannya adalah apakah perbuatan si koruptor yang dilakukannya atas nama agama dapat serta merta menjadi pembenar atas apa yang ia lakukan sekarang?

Jika saat ini saya dilahirkan menjadi seorang non muslim, pastilah saya bertanya - tanya apakah ini yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.? Kenapa kekerasan selalu identik dengan islam? Bukankah Islam adalah rahmat bagi seluruh alam?

Maka mari kita mengingat kembali sebaik-baiknya teladan, yaitu Nabi Muhammad saw. yang bersusah payah menyebarkan islam kepada penduduk Mekkah. Apakah penduduk Mekkah langsung menerima islam ketika itu turun? Tentu jawabannya tidak. Masyarakat Mekkah menolaknya dengan perlawanan, cacian, lemparan batu, bahkan dengan lemparan kotoran seperti yang dilakukan si koruptor itu kepada si pen*sta agama. Tetapi Rasulullah sama sekali tidak membalasnya, lemparan batu saja beliau tidak membalas, apalagi hanya sekedar perkataan.

Nabi hanya berpaling dari mereka yang mencaci maki islam, dan justru itulah yang menarik orang - orang Mekkah untuk masuk ke dalam islam. Nabi berperang hanya ketika kelompoknya diusir dari tanahnya, atau karena musuhnya memeranginya. Yang saya tahu nabi sangat menjunjung keharmonisan, dan meminimalkan peperangan.

Lalu kenapa kita tidak melakukan apa yang nabi lakukan, kenapa tidak membalas cacian dari mereka dengan dakwah yang mempersatukan? Kenapa kita tidak mencontoh kesabaran seperti yang nabi contohkan? Apakah para pencaci islam hanya bisa ditundukkan dengan cara kekerasan? Tidak, tentu tidak. Membela agama yang utama bukan harus membuat orang lain berdarah. Tetapi dakwah.

Umar bin Khatab adalah salah satu dari para pencaci maki Islam, tetapi ia bisa ditundukkan bukan melalui kekerasan, melainkan lantunan ayat suci al-quran.

MASA TUA      Usia tua adalah fase paling rentan dalam kita  menjalani hidup. Ada yang masa tuanya diisi oleh kebahagiaa...
20/09/2021

MASA TUA

Usia tua adalah fase paling rentan dalam kita menjalani hidup. Ada yang masa tuanya diisi oleh kebahagiaan, ada p**a yang diliputi kesedihan. Ada yang diisi kepasrahan, kesepian, ataupun rasa takut akan kematian.

Seorang wanita tua telah dipanggil Sang Pencipta. Padahal baru kemarin kami membicarakan tentangnya. Dan memang sebaik - baiknya pengingat adalah kematian. Itu membuat manusia manapun akan merasa was - was, terutama usia lanjut, dan tidak terkecuali ibu saya.

Kematian wanita tua itu mungkin menambah beban sakit yang dirasakannya. Ia pun menangis tidak lama setelah saya duduk di sebelahnya. Ia mengingat kesalahan - kesalahan masa lalu, memang itulah fungsi usia tua dan setidaknya berusaha untuk memperbaiki.

Saya jadi teringat oleh Soe Hok Gie yang mengulangi perkataan filsuf Yunani walaupun saya enggan setuju, "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. "

KERJA IKHLAS        Penatnya kerja, membuat saya kembali mengingat masa sekolah dahulu. Haha, wajar saja, dahulu kita ha...
20/09/2021

KERJA IKHLAS

Penatnya kerja, membuat saya kembali mengingat masa sekolah dahulu. Haha, wajar saja, dahulu kita hanya harus hadir,isi absen, dan ke kantin di saat jam pelajaran. Kita tidak merasa lelah pada saat itu, apalagi sampai terbebani (kecuali tugas dari guru yang aaasssuuudahlah).

Saat ini kita merasa terbalik dari hari itu. Dimana saatnya keseriusan harus mengambil alih keraguan. Dimana saatnya kedewasaan harus mengambil alih kekanakan. Dimana saatnya kita beralih dari pengikut menjadi pemimpin. Pada masa itu kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi saat ini, mungkin hanya 1 dari 100 kejadian yang bisa kita duga. Tetapi seperti kata pepatah,” Suatu hari kamu akan berharap untuk bisa memutar kembali waktu yang telah berlalu. Daripada memikirkan itu, lebih baik jangan buang waktu mu”.

Sebagai pengobat lelah, biasanya saya mencoba mengingat kembali kata – kata yang pernah menggerakkan hati saya, dan saya sepertinya teringat kata – kata dari guru saya. Kata-kata yang tidak bisa dan tidak akan saya lupakan.

Saat masa sekolah dulu, saya pernah menjadi ketua OSIS. Yah…, bisa dibilang saya cukup populer di sekolah, karena 75% para wanita di sekolah itu pasti tau nama saya(jangan lapor dengan UU ITE, karena ini bukan hoaks). Haha, ya tapi itulah kenyataannya, sepertinya saya dianugerahi keuntungan dalam bidang itu.

Dan pada saat itu kami akan menggelar acara keagamaan, yaitu Isra’ Mi’raj. Kamipun berkumpul untuk membicarakan hal itu dan menghitung apa saja yang diperlukan dan berapa besaran biayanya. Seluruh anggota OSIS dan guru pembimbing untuk acara itu rapat. Rapat berlangsung dengan lancar, kamipun siap untuk mengajukan proposal kepada pihak sekolah.

Tetapi sepertinya kami salah memperkirakan, ternyata biaya yang dikeluarkan oleh pihak sekolah lebih kecil dari yang kami harapkan. Kamipun berkumpul, dan sedikit kecewa, apalagi guru pembimbing kami yang sedikit emosi dengan menyebut pihak sekolah pelit. Tiga guru pembimbing kami akhirnya memutuskan kalau lebih baik acaranya ditiadakan daripada kekurangan biaya. Kami anggota OSIS sedikit kebingungan dengan keputusan itu, dan masih memikirkan cara yang lebih baik.

Keesokan harinya setelah kami menyerahkan proposal, saya selaku ketua OSIS dipanggil oleh Kepala Sekolah. Dalam hati saya pasti ini untuk membicarakan tentang acara itu. Saya sedikit gugup saat itu, karena ini adalah pengalaman pertama saya menjadi ketua OSIS. Dan saya juga sangat jarang berbicara langsung dengan kepala sekolah, sehingga saya harus mengakui kalau saya nervous.

Menuruni tangga sambil menghilangkan gugup, saya menuju kantor kepala sekolah. Langsung saja,ketika saya memasuki ruangan, ibu kepala sekolah sudah siap dengan posisi duduk dan memegang proposal. Beliau mempersilahkan saya untuk duduk. Dengan posisi duduk yang agak tegang,saya memperhatikan wajahnya.

Ada yang tidak beres dengan ekspresinya, biasanya ia ramah dan sering tersenyum. Tetapi saat ini, wajahnya kemerah-merahan, juga tidak ada senyum di wajahnya. Dalam hati saya bertanya-tanya, dan tidak lama kemudian pertanyaan saya terjawab.

Ternyata dia sangat keberatan dengan daftar biaya yang kami ajukan di dalam proposal. Ia mengatakan banyak biaya yang tidak masuk akal dalam proposal itu sehingga biaya yang dikeluarkan harus lebih besar daripada yang seharusnya. Dengan muka merah padam ia bertanya-tanya kenapa banyak biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan malah diajukan di dalam proposal.

Ia pun menanyakan kredibilitas kami sebagai anggota OSIS karena tidak vokal dalam menentukan biaya dan memasukkan banyak biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Saya hanya bisa terdiam, karena sebelumnya kami tidak pernah berbicara seserius ini, dan kini saya harus menerima kekesalan dari beliau. Hal ini sangat mengagetkan saya, karena sebelumnya kami jarang berbicara dan sekali berbicara,eh marah-marah. Hadeuh… Memang lagi apes bener waktu itu.

Setelah berpikir sedikit jernih, akhirnya saya memang mengakui kesalahan itu. Karena sebenarnya kami sedikit banyak melebih-lebihkan biaya. Contohnya ketika menetapkan biaya kue untuk acara itu, yang mana harga awal adalah Rp.500 per kue kami naikkan menjadi Rp.800 per kue. Begitupun hal yang lainnya, kami menetapkan harga yang lebih tinggi daripada harga aslinya,jadi sangat wajar biaya yang harus dilakukan menjadi lebih besar. Belum lagi kami menetapkan biaya tak terduga sebesar Rp.500.000, padahal seharusnya jika kami serius dan secara rinci menghitung,biaya itu tidak akan pernah ada. Dan saya juga mengakui bahwa ada dorongan yang lebih dari guru pembimbing untuk kami melakukan itu, tetapi tetap saja itu salah kami, yang seharusnya bisa lebih vokal menentang praktek semacam itu.

Setelah menarik nafas panjang, ibu kepala sekolah lalu mengatakan,” Nak, waktu ibu sekolah dulu ibu selalu ingin ikut apa saja kegiatan yang diadakan sekolah. Bukan karena ibu ingin mendapatkan uang atau mencari keuntungan dari itu, tetapi ibu ingin selalu berpartisipasi, dan ibu sedih jika ibu tidak ikut. Karena ibu ingin membantu, ibu ingin berguna, apalagi kalau apa yang ibu lakukan bermanfaat untuk sekitar ibu, itu yang ibu ingin, bukan uang,atau upah, ataupun bayaran.”

“Belajar ikhlas itu sulit nak, apalagi melakukanya, tetapi itu tugas kita melakukan sesuatu tanpa pamrih. Kita mengadakan acara ini untuk sekolah kita, sekolah kita bersama, ayo kita membantu sekolah ini bersama- sama, membantu sekolah tanpa mengharapkan balasan ataupun imbalan.”

Mendengarkan kata-kata itu, terasa mengantarkan pikiran saya ke dunia lain. Ke dunia yang belum saya pikirkan sebelumnya, dan merenungkanya. Ternyata nasehat itu, masih membekas sampai sekarang,dan semoga selalu membekas seumur hidup saya sebagai pengingat. Nasehat ini menjadi salah satu penguat saya ketika saya mungkin terlalu lelah dengan hari – hari yang dilewati.

Nasehat tulus dan murni, dapat mengubah satu jiwa, atau bahkan seribu jiwa. Terima kasih.

SALING MENGHORMATI Menurut saya bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat bermartabat. Karena saling menghormati sudah ...
20/09/2021

SALING MENGHORMATI

Menurut saya bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat bermartabat. Karena saling menghormati sudah tertanam pada kita sedari kecil. Ketika terdengar suara adzan, para kuli yang sedang mengoperasikan alat yang berisik pasti akan sejenak mematikan alatnya dan segera kembali bekerja ketika adzan selesai, walaupun ia bukan termasuk orang yang rajin ibadah. Begitu p**a yang sedang mendengarkan musik akan mematikan sejenak musiknya dan melanjutkannya ketika adzan selesai.

Dalam toleransi agama, tidak perlu dipertanyakan lagi. Gereja yang berdekatan dengan masjid pasti akan meniadakan ibadah paginya ketika kegiatannya akan dipikir mengganggu umat islam yang sedang melaksanakan salat id. Begitu juga umat beragama yang lain, akan senantiasa saling membantu walaupun itu hanya sekedar menyediakan lahan parkir untuk jamaah yang akan beribadah.

Ini adalah modal yang sangat baik, untuk membuat Indonesia tetap ada seribu tahun lagi. Jangan biarkan mereka yang berusaha untuk memecah belah bangsa merajalela, apalagi dengan membawa label agama. Jelaslah mereka bukan orang yang mengerti dengan agamanya, saya juga tidak terlalu paham dalam agama, tetapi setidaknya saya mengetahui bahwa sebaik - baik ajaran agama adalah yang menghendaki persatuan.

Karena tujuh suara yang bunyinya berbeda itu lebih indah daripada tujuh puluh suara yang berbunyi sama.

Address

Medan
20211

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Inti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share