Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan ateisme meningkat di Amerika Serikat, sementara mereka yang menganggap dirinya religius mengalami penurunan. Jajak pendapat WIN-Gallup International juga dilakukan di 57 negara.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa di AS, sejak tahun 2005, jumlah orang yang menganggap dirinya beragama telah turun dari 73 persen menjadi 60 persen. Sedangkan orang yang menyatakan diri ateis telah meningkat dari 1 persen menjadi 5 persen.
Ada apa di balik perubahan angka-angka itu? Rod Dreher, seorang kolumnis, pada BBC menyebutkan sikap gereja yang progresif justru membuat orang meninggalkan agamanya. Editor senior di The American Conservative ini mengambil contoh Konvensi Umum musim panas ini dari Gereja Episkopal, pertemuan tiga tahunan dari Komuni Anglikan di AS.
Lalu muncul lagi fenomena kelompok orang yang Percaya Tuhan tapi Tidak Bergereja. Pertumbuhan yang menarik dalam kehidupan beragama di AS adalah munculnya orang-orang yang mengklaim tidak memiliki afiliasi keagamaan, tapi sebagian besar dari mereka percaya pada Tuhan. "Ini adalah kelompok orang-orang spiritual, tapi tidak religius, yang jumlahnya sekitar 17 persen," kata Putnam dalam buku American Grace tahun 2010
Menurut penelitian sosiolog Christian Smith dan Melinda Lundquist, kini juga muncul kelompok anak muda Amerika, baik Kristen maupun non-Kristen, yang merupakan generasi "buta teologis". Mereka, keduanya menjuluki sebagai kelompok Moralistic Therapeutic Deism (MTD), percaya Tuhan itu ada dan ingin menjadi baik, dan bahwa kebahagiaan adalah titik utama kehidupan.
Bukan tidak mungkin, keadaan ini merembet ke Asia bahkan Indonesia. Lihatlah perilaku anak-anak muda yang disebut Anak Jaman Now. Keterikatan terhadap teknologi gadget telah mempengaruhi pandangan dan perilaku mereka.
Sementara Gereja terlambat membaca fenomena ini. Gereja malah berpikir kecenderungan sikap dan perilaku anak muda saat ini hanya sebatas dampak dari perkembangan Global. Namun tanpa bisa mengantisipasinya. Buktinya tidak ada pendekatan yang kontekstual terhadap Anak Jaman Now. Hal-hal yang baru dan trending topic dianggap tabu oleh Gereja. Gereja tetap bertahan dengan pendekatan โKekudusan Yang Lahiriahโ, Jadwal Pelayanan / Ibadah yang Rutinitas dan Liturgis, aturan-aturan Gereja yang mengikat dan menjauhi โOrang Berdosaโ. Sementara Anak Jaman Now menganggap Gereja ketinggalan Jaman, Monoton dan Sakral yang tak bisa disentuh. Maka jangan salah, 10 atau 15 tahun ke depan Anak Jaman Now tidak tertarik ke Gereja dan lebih memilih tongkrongin Gadget sambil memainkan game, sosmed ataupun YouTube.
Coba lihat, berapa banyak Gereja saat ini memiliki akun YouTube, akun Sosmed, atau bahkan aplikasi Google Playstore dan IOS. Anggapan bahwa sosmed adalah kecemaran duniawi telah membuat Gereja kelihalangan โFollowerโ yang kebanyakan adalah jemaatnya sendiri. Namun ini tidak membuat Gereja โSadarโ malah mendeskriditkan jemaatnya sendiri yang memiliki akun sosmed dengan tema-tema khotbah yang menentang keberadaan sosmed. Setali tiga uang, kalangan pemimpin Gereja, baik Pendeta, Gembala dan Pengurus Jemaat juga enggan berinteraksi di sosmed karena akan dianggap tidak kudus lagi. Kalaupun memiliki sosmed, akun mereka pasif. Jarang sekali terlihat adanya postingan yang membangun iman jemaat. Padahal, Gereja tidak sadar, setiap hari ada jutaan ujaran kebencian, hujatan, makian, perilaku-perilaku buruk yang berkeliaran di sosmed.
Anehnya lagi Gereja tidak tanggap dengan perubahan-perubahan Jaman. Teknologi dan Sains berkembang begitu cepat. Hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Forum Ekonomi Dunia (WEF) memproyeksikan, dalam lima tahun ke depan 5 juta pekerjaan yang ada di dunia bisnis selama ini bisa hilang akibat perkembangan teknologi.
Dalam laporannya, Senin (18/1/2016) waktu setempat, WEF menyebutkan, perkembangan kecerdasan buatan, robot, dan bioteknologi akan mengguncang dunia ekonomi sebagaimana sebelumnya terjadi pada revolusi industri.
Pekerjaan administrasi dan pekerja kerah putih kantoran merupakan pekerjaan yang paling terancam dalam revolusi industri keempat ini, WEF telah melakukan survei kepada lebih dari 350 para pemimpin senior perusahaan-perusahaan besar di 15 negara maju dan berkembang.
Hasil survei menunjukkan, sebanyak 7,1 juta pekerjaan di negara-negara maju bisa menghilang akibat adanya otomatisasi. Namun, seiring dengan ituakan tercipta 2,1 juta pekerjaan baru di sektor teknologi, profesional, dan media.
Teknologi masa depan yang ada di film-film tidaklah menutup kemungkinan untuk menjadi kenyataan karena sekarang ini para ilmuwan sedang membuat sesuatu. Apabila kita berbicara tentang teknologi, maka kita dapat menyimpulkan bahwa dari masa ke masa teknologi selalu berubah dan bahkan lebih canggih dari masa sebelumnya.
Sekarang kita berada di tahun 2017 dan beberapa ilmuwan telah merencanakan untuk membuat teknologi di masa depan untuk tahun 2020. Yah memang begitulah pola pikir para ilmuwan, mereka senantiasa lima langkah lebih maju dibanding orang awam. Mari kita simak apa saja yang akan mereka hasilkan untuk tahun 2020. Teknologi yang mungkin ada di tahun 2020 yaitu :
- The Humanized Internet
- Obat Baru dari Bakteri yang Hidup di Tubuh Manusia
- Organ Tubuh yang Dapat di Cetak
- Air Limbah Adalah Aset Bukan Sampah
1. The Humanized Internet
Perkembangan konektivitas modern sering disingkat dengan sebutan internet yang meliputi the world wide web, mobile devices, big data/the cloud dan hal-hal lain yang berhubungan dengan internet. Tidak terelakkan lagi semua itu adalah komponen yang sangat penting. Begitu banyaknya komponen penting dalam internet, tetap saja semua itu tidak dapat dipisahkan dari manusia yang harus mengoperasikannya sendiri.
Namun kedepannya internet akan memasukkan sisi humanis yang terus berkembang sehingga internet akan memahami pola pikir dan kebutuhan penggunanya sehingga hal tersebut akan membuat penggunaan internet lebih optimal. Sistem humanis tersebut nantinya akan seperti fungsi dan fitur yang ditempatkan pada perangkat internet sama halnya seperti pilihan atau saringan.
Jadi perilaku keseharian kita akan sangat muda diketahui oleh internet. Mulai dari pola Hidup, Makanan favorit, Hobby, Kesehatan, dan bahkan jodoh mungkin akan dikendalikan Internet.
2. Obat Baru dari Bakteri yang Hidup di Tubuh Manusia
Dalam ilmu kehidupan, kita akan memiliki pemahaman yang lebih besar mengenai dinamika microbiome yaitu organisme kecil termasuk bakteri yang hidup di tubuh manusia. Microbiome mempengaruhi banyak sistem dalam tubuh kita termasuk sistem imun, proses metabolism tubuh dan lain-lain. Penelitian microbiome akan menghasilkan penemuan yang berhubungan dengan berbagai kondisi tubuh manusia.
Seperti penyakit autoimun, kelahiran premature dan bagaimana metabolism tubuh kita diatur. Teknik obat regeneratif bertujuan untuk menciptakan jaringan dan organ baru dari sel terdahulu yang akan meluas dengan baik. Akhirnya setelah lama ditunggu, kemampuan untuk menggunakan obat yang tepat dan memberikan perawatan khusus untuk pasien tertentu akan lebih menjadi lebih tepat guna.
3. Organ Tubuh yang Dapat di Cetak
Sekarang, kita telah berada pada kondisi titik balik yang memungkinkan kita untuk mencetak jaringan organ dalam tubuh manusia dalam bentuk bioprint 3 dimensi yaitu sebuah proses yang melibatkan endapan bio-ink yang terbuat dari sel-sel berbentuk lembaran. Proses tersebut menghasilkan jaringan hidup dari tubuh manusia yang digunakan dalam lab. Jaringan tersebut pastinya lebih baik digunakan untuk memprediksi fungsi dari obat-obatan tertentu dibandingkan hewan sebagai bahan percobaan.
Untuk jangka panjang, 3D bioprint memiliki potensi untuk mencetak orang-organ tubuh manusia seperti ginjal, hati dan jantung. Per tahun 2020, para ilmuwan memiliki tujuan untuk memiliki teknologi yang dapat digunakan oleh banyak perusahaan farmasi sehingga menghasilkan analisis yang tepat dan lebih aman untuk obat-obatan yang lebih baik. Selain itu juga dapat meminimalisir kegagalan dalam uji klinis.
Bahkan saat ini para ilmuan sedang meneliti suatu ramuan obat anti kematian, yaitu sebuah obat untuk anti kematian dan untuk hidup abadi bagi manusia adalah langkah lain yang lebih dekat dengan kenyataan dengan terobosan besar dalam menciptakan obat yang mampu melawan proses penuaan. Fakta muncul setelah dilakukan pekerjaan perintis yang dipimpin oleh seorang peneliti Australia dengan University of New South Wales ( UNSW).
Penelitian yang dipimpin oleh Profesor David Sinclair, dari UNSW Medicine, mengungkapkan bahwa enzim anti-penuaan dalam tubuh memiliki potensi untuk mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperpanjang rentang hidup.
Yang lebih menariknya lagi, teknologi cryonics. Cryonic merupakan teknik pembekuan mayat agar selnya tidak rusak, sehingga bisa dibangkitkan lagi suatu saat nanti. Teknik cryonic adalah dengan cara sirkulasi darah dan pernapasan secara artifisial yang dikembalikan dan serangkaian obat yang diberikan untuk melindungi otak dari kekurangan oksigen. Pembekuan ini sangat butuh temperatur yang rendah, yakni di bawah -238 Fahrenheit (-150 Celsius).
4. Air Limbah Adalah Aset Bukan Sampah
Air adalah salah satu sumber daya yang sangat berharga, namun infrastruktur sumber air kita melemah. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan pop**asi global dan meningkatnya kelangkaan air bersih. PBB mengatakan bahwa 75% air bersih di seluruh dunia telah tercemar. Hal tersebut menimbulkan menyebabkan efek yang serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Untuk memperbaiki sarana air bersih yang tercemar memang menjadi sebuah tantangan besar yaitu membutuhkan modal yang cukup tinggi dan peralatan modern yang mahal seperti peralatan untuk perawatan air limbah dan sistem pengelolaan air. Di tahun 2020, para ilmuwan juga merancang sebuah alat yang dapat mendaur ulang limbah air menjadi air bersih yang dapat digunakan, bisa dibilang sebuah alat untuk menyaring kotoran serta kuman dari limbah air sehingga tidak ada lagi istilah limbah air yang tidak berguna.
Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi peningkatan kasus terkait kesulitan akses mendapatkan air bersih. Bahkan, masalah air ini dapat menyebabkan perang antar sesama manusia. Ditambah lagi dengan isu lingkungan yang menyatakan bahwa tingkat pencemaran air meningkat secara signifikan. Sehingga sebagian besar peneliti menyatakan bahwa dimasa depan harga air dapat melampaui harga emas.
Internet
Media Sosial menjadi hal yang penting saat ini. Media Sosial memainkan peranan yang penting hampir di semua sektor kehidupan. Dunia hiburan, politik, berita, bisnis dan juga telah merambah ke dunia pekerjaan. Harus diakui media sosial telah memainkan peranan penting dalam cara manusia berinteraksi, berkegiatan saat ini dan nanti di masa depan.
Perkembangan Media sosial tidak terlepas dari perkembangan Teknologi Informasi di dunia dalam 20-30 tahun ke belakang. Produksi Sistem Operasi seperti Windows, Mac Os dan perangkat mobile ikut membantu percepatan perkembangan media sosial. Booming Produksi Hardware seperti produk apple (mulai dari macintosh hingga era iPad) , PC, Laptop, Mobile Device juga ikut memicu revolusi sosial media di dunia.
Sejak Tim Berners-Lee mengenalkan World Wide Web (WWW) tahun 1989, dalam waktu cepat, komputer-komputer di seluruh dunia mulai terkoneksi satu sama lain dan saling berbagi informasi lewat world wide web. Pada tahun 1997, kegiatan blogging dimulai, jumlah website telah mencapai satu juta. Setahun kemudian di tahun 1998, Google berdiri. Google menciptakan search engine, mesin pencari informasi di world wide web yang hingga saat ini masih bertahan sebagai mesin pencari nomor satu di dunia.
Hanya dalam 5 tahun sejak World Wide Web dibuka untuk publik, di tahun 1998, Google telah memulai revolusi informasi dengan mesin pencari-nya.
Empat tahun berselang, di tahun 2002, Friendster mulai online. Friendster bukan website media sosial pertama, namun Friendster membuka mata dunia tentang fenomena revolusi kedua dunia internet, yaitu Media Sosial. Dalam 3 bulan sejak launching, Friendster dapat mencapai 3 juta user(pengguna).
Setelah keberhasilan Friendster, mulai bermunculan website penyedia layanan media sosial lainnya.
Pada tahun 2003, MySpace dan LinkedIn diluncurkan. LinkedIn merupakan Media Sosial yang awalnya ditujukan untuk kalangan profesional, pencari kerja atau perusahaan-perusahaan pencari pekerjaan. LinkedIn tetap bertahan hingga saat ini dan menjadi salah satu media sosial paling penting selain facebook dan Twitter. LinkedIn saat ini memiliki 175 juta pengguna di seluruh dunia. LinkedIn disukai pencari pekerjaan dan perusahaan yang mencari karyawan karena LinkedIn mememang diperuntukkan sebagai Media sosial untuk golongan Profesional pencari kerja. Linked In memiliki fitur โRecommendationโ dan โendorsed skillโ sebagai bukti kredibilitas seseorang atas kemampuan yang dimilikinya.
Pada 2004, Facebook mulai diluncurkan. Facebook dalam beberapa tahun segera menyusul jumlah pengguna Friendster, MySpace. Facebook juga dipercaya sebagai penyebab menurunnya Friendster.
Youtube, situs berbagi video terbesar saat ini, muncul pada 2005. Saat ini, Youtube mencapai milyaran klik pengunjung yang melihat konten video di Youtube setiap hari.
Twitter, situs penyedia layanan microblogging, 140 karakter mulai beroperasi pada tahun 2006. Twitter disebut-sebut sebagai layanan SMS di Internet. Saat ini Twitter menjadi salah satu penyedia layanan media sosial terpenting di dunia selain Youtube dan Facebook.
Hingga tahun 2006, Google telah mengindex 25 MILYAR web pages, 400 juta pencarian per hari, 1,3 Milyar gambar. Semua itu terjadi hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun sejak Google diluncurkan.
Hingga saat ini terus bermunculan media sosial lainnya, tapi tetap belum ada yang sefenomenal Facebook, Twitter, Youtube dan juga LinkedIn.
Dampak Negatif Teknologi
Meskipun memiliki banyak dampak positif, akan tetapi ternyata teknologi informasi dan komunikasi memiliki beberapa dampak negatif yang cukup mengganggu kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dampak tersebut disebabkan karena penyalahgunaan dari teknologi informasi dan komunikasi, ataupun disebabkan karena kurangnya pemahaman user akan etika dan juga cara untuk menggunakan teknologi informasi dan juga komunkasi dengan baik dan juga benar.
Berikut ini adalah beberapa dampak negative dari teknologi informasi dan juga komunikasi:
Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik
Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber
Cyber Bullying
Konten negative yang berkembang pesat
Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas
Menjauhkan yang dekat
Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna (baca juga: bahaya kecanduan internet)
Menurunnya prestasi belajar dan juga kemampuan bekerja seseorang