14/06/2026
JANJI (Tere Liye)
Buku ke-sekian kalinya yang saya baca, awal mula tertarik dengan buku ini karena saking seringnya muncul di beranda sosial media saya dengan dibarengi lagu membasuh milik Baskara Putra / Hindia semakin membuat magis isi dalam buku ini. Yap, ternyata benar, setiap halaman demi halaman meberikan adrenalin yang sangat kuat dengan sosok “Bahar”. Setiap perilaku dan tauladan yang dia lakukan karena sudah “berjanji” tidak hanya dengan Buya, melainkan dengan diri seorang “Bahar” kecil yang sejak kecil ditinggal kedua orang tua dititipkan oleh neneknya ke sekolah agama. Kalau kata reviewer buku yang berseliweran di sosial media biasanya menggunakan istilah “Dari buku ini saya belajar….”, kalau meurut saya, buku ini meberikan pelajaran sekaligus menjadi penegur saya untuk selalu melihat orang tidak hanya dalam satu pandangan saja, tidak mudah untuk menilai baik buruknya seseorang, karena yang layak untuk menilai hanyalah Tuhan yang menjadi penciptanya. Dan yang paing utama dari penutup buku ini adalah bagaimana seorang manusia yang selalu memegang dan mewujudkan “janji” nya. Sepertinya janji-janji yang keluar dari mulut ini terasa sangat mudah untuk diucapakan, tapi sayang, bayak juga orang-orang yang sangat kesulitan untuk mejalankannya dan seringkali memilih untuk acuh terhadapnya.
Terakhir, foto mie ayam di slide paling belakang. Untuk kita semua, mari menjalani kekalahan-kekalahan hidup yang telah kita lalui dengan sebahagia mungkin.