08/02/2026
Festival Bau Nyale 2026 di Pantai Kaliantan, Lombok Timur, kembali menjadi saksi hidupnya tradisi sakral masyarakat Lombok yang diwariskan turun-temurun. Bau Nyale merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan satu kali dalam setahun, di mana masyarakat berkumpul di pesisir pantai untuk menangkap nyale—cacing laut yang dipercaya memiliki nilai sejarah dan makna spiritual.
Menurut cerita rakyat Lombok, nyale diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika, seorang putri yang mengorbankan dirinya demi kedamaian dan persatuan rakyatnya. Pengorbanan tersebut meninggalkan kenangan abadi yang hingga kini dipercaya hadir kembali dalam wujud nyale, sebagai simbol keikhlasan, persatuan, dan keberkahan.
Melalui Festival Bau Nyale, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai adat yang menjadi identitas Lombok. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup hingga hari ini.