10/03/2026
Salam budaya ��
°°Suku Dayak Lundayeh°°
(( Melihat Buaya Tanah, Lambang Keberanian Suku Dayak Lundayeh ))
Kehadiran Buaya Tanah berawal lahir dari tradisi Mengayau yang dilakukan masyarakat lokal puluhan tahun yang lalu. Mengayau adalah tradisi memenggal kepala yang dilakukan Suku Dayak Lundayeh pada 1930.
Berkesempatan berpetualang di Dataran Tinggi Krayan, Kalimantan Utara, bersiaplah untuk merasakan keindahan alam bercampur dengan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Salah satunya adalah cerita tentang Mengayau dari Suku Dayak Lundayeh yang bisa membuat kita merinding.
Kisah ini diceritakan oleh Pak Melud yang pemandu kami selama trekking menuju situs Buaya Tanah. Kehadiran Buaya Tanah berawal lahir dari tradisi Mengayau yang dilakukan masyarakat lokal puluhan tahun yang lalu. Mengayau adalah tradisi memenggal kepala yang dilakukan Suku Dayak Lundayeh pada 1930. Di zaman itu, suatu masalah diselesaikan dengan perang. Tak terhitung berapa kepala yang dipenggal selama Mengayau berlangsung.
Usai Mengayau, masyarakat Suku Dayak Lundayeh akan berpesta di sebidang tanah yang tidak rata. Mereka akan minum tuak beraneka rasa sebagai bentuk syukur dan sukacita setelah memenangkan perang. Pesta ini dilakukan selama berhari-hari. Mereka hanya akan berpesta di tanah yang tidak beraturan itu.
Namun, bentuk tanah yang terlihat aneh ini ternyata membentuk buaya. Saking besar ukurannya, kami sempat tidak menyadari bahwa tanah ini berbentuk menyerupai buaya. Namun, jika diperhatikan, kepala buaya dibuat menghadap ke sungai atau sumber air. Lokasi itulah yang kemudian disebut dengan situs buaya tanah.
Buaya merupakan sebuah simbol keberanian bagi Suku Dayak Lundayeh. Buaya diketahui mampu hidup di dua alam. Inilah yang membuat masyarakat Suku Dayak Lundayeh menganggap buaya adalah hewan yang istimewa. Buaya dianggap sebagai hewan yang tenang. Tidak ada hewan bercakar atau bertaring yang bisa menembus sisiknya. Oleh karena itu, buaya dipilih untuk melambangkan kekuatan yang sangat hebat.
https://pesona.travel/
Thanks semua sahabat pecinta budaya adat suku bangsa indonesia �