LZT PhotoArt

LZT PhotoArt Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from LZT PhotoArt, Photographer, Jl.Taman Surya 5, Blok HH4, 59, Kalideres.

PHOTO EDITED안녕사세요Saya Robert, akan mempromosikan tempat/peninggalan sejarah di Provinsi Gyeongsangnam, Korea Selatan, ya...
22/10/2020

PHOTO EDITED

안녕사세요
Saya Robert, akan mempromosikan tempat/peninggalan sejarah di Provinsi Gyeongsangnam, Korea Selatan, yaitu:

남명조식요적 (Scholar Nammyeong Relic)

Jika di bagian utara Korea Selatan ada Seoraksan National Park yang terkenal, di bagian selatan juga ada: Jirisan National Park (gunung tertinggi kedua di Korea Selatan). Bagi teman-teman yang berangkat dari Changwon, Masan atau Haman dan akan naik ke Jirisan, jangan lupa untuk mengunjungi Nammyeong Chosik Yocheok. Letaknya tidak jauh dari lereng Jirisan.

📍Gyeongsangnam-do, Sacheong-gub, Sicheon-myeon, Nammyeong-ro 331

Sebenarnya itu tempat apa sih?
Bangunan di belakang foto saya adalah salah satu bagian dari kompleks Peninggalan Cendekiawan Nammyeong. Di belakangnya lagi ada kuil dan makam. Tempat ini sudah berdiri selama sekitar 500 tahun, dan memiliki latar pemandangan Jirisan yang indah.

Dahulu di era Joseon abad ke-16, seorang Chosik (Chosik = Cendekiawan dari kelas menengah dalam tatanan sosial) bernama Nammyeong mendirikan tempat ini untuk mengajar (seperti Sungkyunkwan di Hanyang, Ibukota Joseon).

Di tempat tersebut, Nammyeong menghasilkan ratusan jenius dan tokoh-tokoh penting pada waktu itu. Bahkan pada saat Invasi Imjin (Jepang) di akhir abad ke-16, para muridnya banyak yang mengabdikan diri untuk menjadi petugas medis. Jadi bisa dikatakan tempat itu mempunyai peran yang sangat sentral di daerah selatan Joseon pada waktu itu, tidak hanya termahsyur secara akademis namun juga praktik kemanusiaannya.

남명조식요적 adalah saksi sejarah ratusan tahun peradaban Joseon yang sayang sekali untuk dilewatkan kunjungannya jika sedang menuju Jirisan.




Yuk kita ke Gyeongnam

Follow .id supaya kalian bisa dapetin informasi menarik lainnya seputar destinasi wisata Gyeongsangnam-do.

Sumber foto
https://tour.gyeongnam.go.kr

Kalau ditanya kenapa aku s**a Korea, maka jawaban pertama adalah aku s**a film dan sejarah Korea. Terlebih lagi, aku s**...
10/10/2020

Kalau ditanya kenapa aku s**a Korea, maka jawaban pertama adalah aku s**a film dan sejarah Korea. Terlebih lagi, aku s**a film/drama Korea yang bersetting kerajaan atau yang disebut Sageuk.

Mohon maaf kepada teman-teman dan media digital yang s**a bahas Korea, penyebutan yang benar adalah Sageuk, bukan Saeguk. Kesalahan penyebutan ini agak akut, bahkan media mainstream yang membahas Korea pun menyebut Saeguk. 아이고~~세상에. Tidak ada istilah Saeguk, yang ada malah Samguk (tiga kerajaan) atau dalam bahasa Tionghoa: Samkok.

Sageuk mengacu kepada film/drama yang bersetting kerajaan, baik itu Joseon maupun Goryeo, Silla, dll.; baik itu biografi maupun fiksi, atau campuran. Bagiku rasanya kalau nonton Sageuk itu lebih greget konfliknya, mungkin karena kompleks intrik-intriknya. Tapi yang terpenting adalah informasi sejarahnya, baik tentang tokohnya, peraturan perundangan waktu itu, dll.

Foto yang ku upload ini diambil tahun lalu. Ada sebuah pavilion yang menarik perhatianku setiap kali ke Korea, namun baru September tahun lalu aku berkesempatan memasukinya (karena hanya dibuka jam tertentu saja). Letaknya di jantung kota Seoul. Namanya Bosingak. Sebuah pavilion dengan Lonceng Besar dengan sejarah panjang. Seperti apa loncengnya? Mungkin akan aku ceritakan di postingan yang lain (mohon maaf karena gak bakal muat di 1 postingan).

Intinya adalah penggemar Sageuk seperti aku, tidak ingin melewatkan hal-hal yang berbau sejarah, sekecil dan seremeh apapun itu. Sebenarnya ada banyak hal yang turis-turis lewatkan ketika berada di kota Seoul. Bukan bermaksud menghakimi, namun nampaknya banyak yang hanya peduli dengan hingar bingar K-Pop atau tempat Instagramable. Kalau pun mengunjungi tempat sejarah dan memakai hanbok, belom tentu tahu sejarahnya.

Kenapa aku s**a Sageuk? Karena aku menghargai sejarahnya. Tanpa sejarah panjangnya, tidak ada Korea yang kita kenal sekarang. Karena itu setiap kali aku ke Korea, aku selalu mempelajari sejarah di lokasi tersebut. Dan! Aku selalu amaze setiap kali aku ke sana.

Sekedar curhat.
Dari aku, yang selalu haus cerita-cerita sejarah Korea.
감사합니다 sudah membaca curhatan (gak) penting ini 😁😁😁.

Celebrate Hangul Day  #한글날9 Oktober diperingati sebagai hari jadinya (lebih tepatnya proklamasi jadinya) alfabet Korea. ...
09/10/2020

Celebrate Hangul Day #한글날
9 Oktober diperingati sebagai hari jadinya (lebih tepatnya proklamasi jadinya) alfabet Korea. Hangul atau yang dalam sebutan awalnya Hunminjeongeum #훈민정음 diprakarsai oleh raja Sejong #세종대왕 .

Tindakan raja Sejong pada tahun 1446 ini merupakan revolusi di dalam tatanan kehidupan rakyat Joseon (Korea) pada saat itu. Hal ini juga merupakan langkah berbahaya bahkan terlarang karena mengusik dinasti Ming (Tiongkok). Mengapa begitu? Selama ini pengaruh Tiongkok sangat banyak di segala aspek kehidupan Joseon, mulai dari astronomi, teknologi sampai bahasa. Raja Sejong perlahan mereformasi semua itu sampai Joseon mempunyai sistem sendiri. Pada puncaknya, bahasa!

Bahasa adalah akar dari rumput budaya dan tatanan sosial. Karena itu, raja Sejong ingin bangsa Korea punya tulisannya sendiri (selama ini tulisan masih memakai Hanja) dan rakyat jelata juga bisa dengan mudah mempelajarinya. Sontak ini jadi pertentangan di dalam istana juga. Para menteri dan bangsawan #양반 takut pengaruh mereka berkurang karena rakyat jelata bisa membaca, di sisi lain mereka juga takut tekanan dari dinasti Ming yang pada waktu itu termasuk negara adidaya. Apalagi Tiongkok juga tidak tinggal diam.

Namun, raja Sejong dengan gigih menciptakan alfabet dan keinginannya agar seluruh rakyat Joseon mendapatkan kesetaraan, maka tersusunlah 24 huruf yang kita kenal sekarang. Seperti yang kita ketahui, raja Sejong menjadi raja yang sangat dihormati di Korea sampai saat ini.

Seperti apa kehidupan raja Sejong dan sepak terjangnya dalam menciptakan Hangul? Ada 1 serial drama dan 2 film Korea yang bisa saya rekomendasikan untuk ditonton.
1. Deep Rooted Tree (Serial Drama, 2011). Di sini Song Joong-ki jadi raja Sejong remaja loh! Yang jadi raja Sejongnya, Han Suk-kyu (Romantic Doctor). Dan ada novelnya juga (bahasa Indonesia).
2. The King's Letters (Film, 2019). Raja Sejong diperankan oleh Song Kang-ho (Parasite)
3. Forbidden Dream (Film, 2019). Raja Sejong diperankan oleh Han Suk-kyu lagi. Doi memang mukanya berkharisma untuk peranin raja Sejong.

감사삽니다 sudah membaca.
#한글 #조선

10 September merupakan World Su***de Prevention Day. Sejak tahun 2003, seluruh dunia melakukan komitmen untuk mencegah t...
10/09/2020

10 September merupakan World Su***de Prevention Day. Sejak tahun 2003, seluruh dunia melakukan komitmen untuk mencegah tindakan bunuh diri dan diperingati setiap tahun pada tanggal tersebut.

19 Januari 2020 yang lalu, aku berkesempatan menjelajah ke sebuah jembatan yang terkenal dengan tingginya kasus bunuh diri di Korea, Hangang Bridge. Terletak di area Nodeul, yang menghubungkan distrik Yongsan (Utara) dengan Dongjak (Selatan) dan di tengahnya terdapat pulau kecil (Nodeul Island).

Dulu banyak yang bunuh diri dari jembatan ini dengan lompat ke sungai Han. Kalau ini di Indonesia mungkin akan banyak muncul cerita hantu dan menganggap jembatan tersebut angker. Percayalah, Hangang Bridge tidak seseram atau seangker bayangan orang Indonesia.

Jembatan ini cukup panjang karena membelah Sungai Han yang cukup lebar. Berjalan atau joging pagi dan sore hari di samping jalan rayanya adalah pilhan yang tepat di sini. Hanya saja yang "menyeramkan" anginnya cukup kencang dan tidak ada penutup di atasnya (tidak seperti di Banpo Bridge). Apalagi aku ke sana waktu winter, anginnya kencang menusuk telinga dan bikin kepala sakit.

Yang menarik di jembatan ini adalah perubahan signifikannya. Dulu dianggap sebagai jembatan untuk bunuh diri, sekarang jadi jembatan yang membuat orang tidak jadi bunuh diri. Koq bisa?

Kalau kita lihat di pagar pembatasnya, ada kalimat-kalimat yang tertulis sepanjang jembatan. Kalimat-kalimat bersambung itu merupakan ucapan penguatan dan memotivasi orang yang sedang putus asa terhadap hidupnya dan hendak bunuh diri.

Banyak orang tertolong, angka bunuh diri di jembatan ini menurun drastis. Di tambah lagi ada kotak telepon SOS untuk mencari bantuan jika terjadi sesuatu. Dari sini aku belajar, bagaimana Korea tuh luar biasa mengubah hal yang negatif menjadi positif, alih-alih menjadikannya urban legend horor. Dan ini jadi komitmen kota Seoul mencegah tindakan bunuh diri yang biasa terjadi di sana.

Apa aja sih tulisan-tulisan di jembatan itu? Mungkin aku share di Instastory dan highlight karena banyak dan tidak muat di feed. Jadi nantikan postingan My Life Story berikutnya. Thanks sudah membaca. 감사합니다

#서울

Kebiasaanku menjelajah ke sebuah tempat yang baru mengantarku ke Pyeongchon, Gyeonggi. Sebuah distrik di kota Anyang. An...
03/09/2020

Kebiasaanku menjelajah ke sebuah tempat yang baru mengantarku ke Pyeongchon, Gyeonggi. Sebuah distrik di kota Anyang. Anyang termasuk kota favoritku selama di Korea. Tempatnya tenang dan lebih sepi karena termasuk kota satelit bagi Seoul.

Awalnya aku ke Pyeongchon untuk mengejar tempat unik dengan karya seni unik di area publik. Jika kita ke Anyang, maka salah satu hal yang gencar di-blow up pariwisatanya adalah Anyang Public Art Project (APAP) yang terletak di 2 area, Anyang Art Park dan Pyeongchon.

Di akhir perjalananku di Pyeongchon. Aku dan sempat kebingungan menentukan akan makan di mana, di Pyeongchon atau di Seoul. Di Pyeongchon sendiri banyak terdapat karaoke bar dengan eksterior gedung jadul khas 80-90an. Kami menyusuri beberapa gang dan pada sebuah gang dekat stasiun metro, kami tertarik pada sebuah resto kecil.

Resto itu terpampang wajah chef Baek Jongwon, dan nama restonya 백종원의 우동. Makanan Jepang. 🙄🙄🙄 Awalnya aku enggan makan makanan jepang di Korea, mungkin lebih baik (makanan Korea) daripada makanan dari negara lain. Namun karena sudah lapar dan tak punya banyak waktu, akhirnya kami makan di sana.

Ternyata!

Kami sampai makan beberapa porsi. Bukan karena rakus atau porsinya sedikit. Tapi karena enak! Sumpah mau meninggal rasanya. Harganya pun murah. Kami total hanya menghabiskan KRW 14.500 untuk 2 porsi kecil dan 2 porsi nasi katsu. Harga porsi kecilnya cm KRW 3.000 😱😱😱. Pas banget buat kantong mahasiswa atau backpaker.

Next time kalo ke Pyeongchon, pasti bakal makan di sana lagi.

Satu-satunya yang kukesalkan ketika HP rusak adalah nomor contact yang tidak ada backupnya.Salah satu contact yang hilan...
12/08/2020

Satu-satunya yang kukesalkan ketika HP rusak adalah nomor contact yang tidak ada backupnya.

Salah satu contact yang hilang adalah kepunyaan Mr. Lee, seorang yang kukenal ketika kedua kalinya aku ke korea dan menginap di Beewon Guesthouse, Seoul (November 2017). Ajussi ini sudah lama tinggal di luar negeri (China) dan kembali ke Korea selama 1 bulan karena ada urusan pribadi. Di minggu terakhirnya di Korea, kami bertemu di room yang sama.

Karena bahasa Korea dan Inggrisku alakadarnya, dan bahasa Inggris Mr. Lee juga alakadarnya. Kami sempat bingung berkomunikasi, tapi sama-sama ingin ngobrol. Dengan bahasa Inggris terbata-bata, beliau cerita sudah lama tingga di China. Mendengar hal itu, jadinya kami berkomunikasi dengan bahasa mandarin 😂😂😂. Lucu kalau diingat-ingat. Orang Korea dengan orang Indonesia bertemu di Korea ngobrol dengan bahasa mandarin.

Satu hal yang menarik, waktu kami saling tukar cerita, beliau bilang s**a sejarah. Aku juga sama! Aku s**a sejarah Korea. Makin nyambung lagi tuh ngobrolnya.

Beliau tanya aku bisa main musik? Aku jawab ya, haegeum (atw erhu (China)). Beliau cerita, "Raja Sejong s**a sekali literatur, sejarah, dan bisa main musik. Kayak kamu." Aku nyeletuk, "Jangan-jangan, aku reinkarnasi raja Sejong," candaku. "Bisa jadi," jawabnya dengan serius. Kami pun tertawa terbahak-bahak.

Perkenalan kami singkat. Bahkan hari checkout kami juga sama. Aku berjanji akan mengirim email beberapa hari kemudian (karena Mr. Lee akan tinggal di USA dan belum punya nomor HP +1). Namun sayangnya, sepulangnya aku ke Indonesia HPku rusak dan kehilangan semua data. Sampai sekarang aku tidak berhasil menemukan alamat email Mr. Lee dan tidak pernah berkomunikasi lagi. Aku berharap suatu saat nanti masih bisa bertemu dan makan bersama seperti yang kami lakukan di Sindangdong Tteokpokki Town.

#서울

Kau tahu apa yang menarik dalam hidup ini? Bagiku, kita tidak akan pernah tahu kehidupan seperti apa yang kita jalani. S...
31/07/2020

Kau tahu apa yang menarik dalam hidup ini? Bagiku, kita tidak akan pernah tahu kehidupan seperti apa yang kita jalani.

Selama ini kita hanya berekspetasi dan berharapa kehidupan yang kita bayangkan terjadi dengan cara yang kita inginkan. Tidak ada yang salah dengan itu, namun berapa sering kita justru menanggung kecewa karena realitanya tidak sesuai.

Bersama kak , , (tidak ada di foto), aku menjalani kehidupan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. "Korea" memang sudah lama lekat dibenakku, bahkan sejak tahun 2001 (periode Hallyu pertama) panggilan oppa korea kepadaku sudah tidak asing lagi.

Meski demikian, tahun 2016 aku baru bisa menginjakkan kaki di Korea. Menyusul tahun 2017. Pada 2018 aku mendapat visa multiple entries (5 tahun), tapi di saat yang sama aku urungkan perjalanan ke Korea dan tidak tahu kapan bisa ke sana lagi (waktu itu sempat jobless dan uangku dibawa kabur orang yang kupercaya dalam jumlah besar).

September 2019, kisah hidup yang tidak pernah aku banyangkan menjadi realita. Berkat Jun, yang kukenal lewat , aku bertemu dengan kak Sof yang sedang mencari orang yang bisa ke Korea dengan visa multiple entries membawa barang rute Indonesia-Korea.

Singkat cerita, di sinilah petualangan paling mengasyikan dalam hidupku. Bersama Basma yang bergabung setelahku, kami berempat menjelajah Korea. Bisa dibilang 5% bekerja 95% jalan-jalan. Ada banyak s**a duka. Bisa ketemu idol secara tidak sengaja, menikmati kehidupan di Korea seperti dalam drama Korea. Namun, terkadang stress kalau ada barang kiriman yang kurang isinya atau overweight ketika ditimbang, dan juga kecerobohan membuang kotak karena koper yang sudah tidak muat lagi.

Di antara semua s**a duka. Aku menganggap semuanya adalah s**a. Terlebih lagi kalau tiba-tiba ada chat "Ko kapan jadwal kosong?" Dari sedang rebahan, aku bisa meloncat dari tempat tidurku dan bersiap untuk berangkat. Realita yang cukup manis, bukan?

Namun, Covid-19 menunda kisah perjalanan kami ke Korea. Berharap semua kembali normal. Soon.

Selamat Idul Adha Kak Sof & Basma

Udah lama gak upload foto...                   #모델
07/07/2020

Udah lama gak upload foto...

#모델

"Di Korea naik taksi??? Horang khayaaaa!" Reaksi seorang teman ketika tau aku sering naik taksi di Korea. Ya, naik taksi...
01/06/2020

"Di Korea naik taksi??? Horang khayaaaa!" Reaksi seorang teman ketika tau aku sering naik taksi di Korea. Ya, naik taksi salah satu opsi transportasi cepat dan gak ribet, tp cukup mahal.

Sebenarnya gak semahal yang dipikirkan kalau jarak yang ditempuh gak jauh-jauh amat, apalagi kalau naiknya rombongan (ber-3 atau 4 orang) itu bisa hemat dan efisien dibanding naik subway atau bus.

Ada satu pengalaman menyenangkan naik taksi di Seoul pada tahun 2016. Waktu itu aku dan rombongan (ada cici sepupuku, mamanya dan temannya) hendak ke Namsam Cable Car dari Changdeokgung (istana favoritku). Hari sudah sore menjelang malam. Kami memutuskan untuk naik taksi supaya cepat sampai sebelom malam, juga karena kami udah capek jalan (apalagi ke Anguk Station yang lumayan capek kalau jalan ke sana).

Begitu mendapat taksi, aku cukup kaget karena drivernya seorang 아줌마 ajumma. Kira-kira umurnya 55 tahunan. Jarang-jarang dapet driver yang udah nenek-nenek, pikirku. Ajumma ini sangat ramah bagi turis seperti kami.

Karena buru-buru, aku pun mendesaknya, "아줌마, 빨리가주세요! Ajumma, ppalligajuseyo (ngebut donk)!"
"OK, no problem," jawab ajumma. Lalu apa yang terjadi? Aku seperti sedang di film Taxi.

Ajumma benar-benar ngebut (tentu di ruas jalan tertentu ada pembatasan kecepatan mobil, kalau nggak kena tilang)! Dan waktu di perempatan, kecepatannya 60 km/jam waktu belok. Wow! Nenek-nenek nyertir taksi ngebut. Kapan lagi ngerasain sensasi kayak gini.

Kami sampai di Namsan Cable Car dengan cepat. Argonya hanya 6.000 won (per orang 1,500 won). Kalau kami naik subway totalnya bisa 5.000 won itu pun harus jalan jauh untuk sampai ke Namsan Cable Car. Efisien kan?

Cici sepupuku, mamanya dan temannya todak percaya kalau tadi ajumma ngebut. Karena mereka tertidur begitu naik taksi 😂😂😂 sayang sekali. Tapi aku salut dengan ajumma, yang sudah tua masih semangat cari nafkah dan cara nyetirnya bagus, halus bawanya.

Meskipun aku lupa nama ajumma. Tapi pengalaman unik ini tetap tersipan di memori.

#택시 #서울 #아줌마

Hari ini ngobrol bareng Ahn Dohyun hyungnim (안도현 형님) lewat Kakao. Kami saling bertukar informasi mengenai Covid-19 di ne...
11/05/2020

Hari ini ngobrol bareng Ahn Dohyun hyungnim (안도현 형님) lewat Kakao. Kami saling bertukar informasi mengenai Covid-19 di negara masing-masing.

Pertemuan pertama kami di tahun lalu (20 November 2019) cukup unik. Berawal dari perjalananku dari Deoksugung menuju Sindangdong, aku harus naik subway line 2 di City Hall Station.

Pada saat itu aku hendak makan malam bersama di Sindangdong (janjian bertemu di Sindang Station). Namun, baterai HP-ku sekarat. Kebetulan aku melewati sebuah lorong menuju toilet di City Hall Station. Di awal lorong itu terdapat charging station. Aku pun segera men-charge HP-ku. Tapi ternyata beberapa colokan listrik tidak berfungsi.

Di sana, ada seorang bapak-bapak yang juga sedang men-charge HP-nya, sedang memperhatikanku. Dia adalah Ahn Dohyun hyungnim. Melihatku sangat bingung bagaimana men-charge HP, dia meminjamkan chargernya untukku.

Saat itulah kami berkenalan dibantu google translate tentunya. Dengan gaulnya, dia ingin dipanggil hyungnim daripada ajussi. Hyungnim sangat ramah, dan dia bercerita pernah ke Indonesia untuk urusan pekerjaan. Dari sanalah kami terus berhubungan antar negara.

Karena sudah pakai chargernya, aku pun sungkan untuk menghentikan pembicaraan (ngobrolnya gak bisa berhenti. Shhhhtttt!), sampai pada akhirnya waktuku hampir habis. Alhasil aku terlambat 10 menit untuk sampai ke Sindang Station, tempat aku dan Hansol bertemu.

HP-ku tak bisa dihubungi karena tidak ada koneksi internet. Hansol pun menungguku di luar Sindang Station di udara malam yang dingin (3℃). Maafkan aku, Hansol. ㅋㅋㅋㅋ

Beewon sudah seperti rumah setiap kali aku ke Korea. Sejak 2017 bahkan hingga Januari 2020, aku tidak pernah tidak mengi...
04/05/2020

Beewon sudah seperti rumah setiap kali aku ke Korea. Sejak 2017 bahkan hingga Januari 2020, aku tidak pernah tidak menginap di Beewon. Staff di sana ramah-ramah dan tempat tinggalnya juga enak dan sederhana. Aku bertemu dan sharing dengan banyak teman dari berbagai negara di sana.

Staff yang berfoto denganku, cukup kenal denganku yang bolak-balik Indonesia-Korea setiap bulannya. Mulai dari pertama kali menginap, dia direpoti menerima paket-paket yang dikirim untukku, dan aku menolongnya ketika ada insiden orang Russia yang mabuk dan bikin onar di sana.

Tepat 20 Januari 2020, kala itu COVID-19 belum mengganas di luar China dan belum masuk Korea. Hari itu saat terakhir aku meninggalkan Beewon dan Korea. Sebelum pergi, aq berkata kepada staff itu: "Ayo kita foto bersama di depan gedung Beewon. Aku tidak tahu kapan akan kembali lagi ke sini. Mungkin dalam waktu yang lama."

Sama sekali aku tidak punya firasat COVID-19 begitu hebohnya, tapi perkataanku seolah-olah benar adanya. Aku belum bisa kembali ke Korea dan tidak tahu kapan akan kembali, mungkin dalam waktu yang lama.

Setiap kali aku meninggalkan Beewon, staff itu sedih, tapi yang kali ini raut mukanya benar-benar sedih. Biasanya ada secercah harapan bahwa aku akan kembali secepatnya dalam waktu 1-2 bulan. Kali ini seolah-olah dia punya firasat akan lama aku kembali ke Korea. Di foto, dia tidak bisa menahan sedihnya. Bahkan hal itu terjadi sampai mengantarkan ku ke jalan menuju stasiun.

Semoga COVID-19 segera berlalu dan aku bisa berangkat ke Korea lagi. Edisi kangen #비원 #서울

                 #모델  #예쁘다  #점등            .id  @ SoulSpin
30/04/2020

#모델 #예쁘다 #점등 .id @ SoulSpin

Address

Jl.Taman Surya 5, Blok HH4, 59
Kalideres
11830

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LZT PhotoArt posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category