Rifqy RA Hakim

Rifqy RA Hakim Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rifqy RA Hakim, Photographer, Jayapura.

Throwback Oktober tahun lalu, sewaktu Papua menjadi tuan rumah PON XX 2021.Foto 1: cabor angkat besi, kaka Thor kah? 😁Fo...
31/10/2022

Throwback Oktober tahun lalu, sewaktu Papua menjadi tuan rumah PON XX 2021.

Foto 1: cabor angkat besi, kaka Thor kah? 😁
Foto 2: cabor perahu naga berlaga di Teluk Youtefa
Foto 3: Aceh menang melawan Sumatera Utara dalam pertandingan grup babak kedua. Selanjutnya Aceh menjadi runner up, kalah 0-2 dengan tuan rumah Papua
Foto 4: cabor paralayang, para atlet terbang dari Kampung Buton
Foto 5: atlet tinju putri Yudit Maunino (biru) asal NTT menang melawan Cindi Cinora (merah) asal Riau
Foto 6: round girl atau gadis ring asal Papua, sedang memegang papan ronde dalam pertarungan.

Ide kolam renang pake air hangat ini perlu diacungi jempol di tengah dinginnya udara Lembang πŸ˜‚Coba kalau engga hangat, o...
05/10/2022

Ide kolam renang pake air hangat ini perlu diacungi jempol di tengah dinginnya udara Lembang πŸ˜‚

Coba kalau engga hangat, ora ono sing wani nyemplung πŸ˜΅β€πŸ’«

The "Walking Palm"Awal kali melihat pohon ini saya enggak merasa ada yang spesial, hanya semacam pohon palem yang disang...
07/09/2022

The "Walking Palm"

Awal kali melihat pohon ini saya enggak merasa ada yang spesial, hanya semacam pohon palem yang disangga oleh beberapa kayu di sekitar batang utamanya.

Tapi tunggu, setelah diperhatikan lebih detail, ternyata itu bukan kayu yang disanggakan ke palem tersebut πŸ˜‚ Kayu itu merupakan bagian dari si palem, yang tidak lain adalah akarnya. Wow!

Menariknya lagi, setelah googling, palem dengan nama latin Socratea exorrhiza itu biasa disebut palem "berjalan". Jadi, ketika ada salah satu bagian palem itu tertimpa, maka akan tumbuh akar baru melalui sela bagian yang tertimpa itu. Dan palem akan tumbuh dengan normal dan menjauh dari tempat awal palem itu tumbuh.

Ada yang menyebutkan, perpindahan akar atau pertumbuhan akar baru dikarenakan untuk mencari tanah yang lebih solid atau sinar matahari yang lebih memadai. Dan akar yang lama pun nantinya akan tertinggal dan mati dengan sendirinya.

Itu alasan mengapa disebut "walking palm", meskipun tidak benar-benar berjalan, tapi bisa berpindah mengikuti kondisi lingkungannya. πŸƒ

12/08/2022

BAKAR BATU (Bakumpul Keluarga Besar Puma Bersatu)

(A latepost video)
Sebelum adanya pandemi Covid-19, kegiatan ngumpul bersama seperti ini sudah umum dilakukan. Nah berhubung pandemi sudah mereda, kami menggelar kegiatan BAKAR BATU secara offline beberapa waktu yang lalu, dimana tadinya hanya dalam format online saja.

Digelar pada tanggal 11 Juni 2022 lalu, seluruh karyawan di loker Jayapura diminta untuk berpartisipasi. Mulai dari karyawan organik, admin, driver, OB, security, dan lainnya.

26/07/2022
Midnight flight under the moon light πŸŒ–
18/07/2022

Midnight flight under the moon light πŸŒ–

Legendary Stadium ⚽️Stadion Mandala Jayapura
02/06/2022

Legendary Stadium ⚽️
Stadion Mandala Jayapura

Mahakarya Raksasa dari Si Makhluk MungilSalah satu to do list kalau bertandang ke Merauke adalah melihat musamus. Musamu...
23/05/2022

Mahakarya Raksasa dari Si Makhluk Mungil

Salah satu to do list kalau bertandang ke Merauke adalah melihat musamus. Musamus biasa dikenal sebagai sarang semut yang berukuran raksasa. Sebenarnya bukan semut yang membangunnya, tetapi rayap. πŸ‘

Musamus ini mirip-mirip sama sarang rayap yang biasa kita jumpai di sudut-sudut plafon rumah. Cuma yang ini berukuran raksasa dan konon bisa "tumbuh" sampai 5 meter. Musamus yang saya jumpai ini beragam tingginya, mulai dari yang "anak-anak" dengan tinggi sejengkal tangan hingga 2 meter lebih.

Asalkan rayap atau musamus tersebut tidak diganggu, bisa terus tumbuh. Musamus terbuat dari campuran tanah, rerumputan kering, dan tentunya lendir dari si rayap itu sendiri. Saya mendapatinya ketika melihat musamus yang sudah terbuka sedikit, berupa campuran tanah kering yang sudah mengeras. (Slide 4)

Musamus seperti layaknya tanah yang mengering, memiliki struktur yang cukup keras, engga lembek atau letoy. Di dalamnya terdapat rongga-rongga yang saling terhubung untuk tempat tinggal si rayap tersebut. Tapi saat di sana, saya tak mendapati satu pun rayap si pencipta mahakarya ini.

Musamus banyak tersebar di Taman Nasional Wasur, bisa dijumpai di pinggir jalan saat menuju ke PLBN Sota. Tapi kalau mau lebih puas melihatnya, dapat langsung menuju ke Kampung Salor Dua, Distrik Kurik, yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota. Di sini banyak padang rumput terbentang luas dan "ditumbuhi" musamus. Berpadu dengan langit biru, menambah cantik pemandangan.

(6/5/22)

Lanskap Merauke dalam Selayang Pandang "Di Merauke itu enggak ada gunung atau bukit-bukit," ujar beberapa orang kepada s...
18/05/2022

Lanskap Merauke dalam Selayang Pandang

"Di Merauke itu enggak ada gunung atau bukit-bukit," ujar beberapa orang kepada saya. Setengah tidak percaya hingga saya mendapatinya sendiri. Tanah di sana hampir semuanya landai semua mase (kecuali sungainya lah ya!)

Fun fact, Kabupaten Merauke merupakan kabupaten dengan luas wilayah terluas di Indonesia. Dari pesawat bisa dilihat potongan lanskap Merauke didominasi berupa hutan, rawa, sungai, padang rumput, perumahan, dan sawah!

Sawah dan Merauke merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dan menjadikannya lumbung padi bagi Papua itu sendiri. Hal ini bermula dari program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah mulai tahun 60an. Mayoritas transmigran berasal dari Pulau Jawa.

Kalau dengar cerita dari mertua saya, transmigrasi di zaman dulu itu begitu keras. Singkatnya, transmigran dilempar ke suatu desa yang baru, dimana belum "dibabat alas" masih berupa hutan, rumah pun disediakan apa adanya saja, dan diberi modal berupa sebidang tanah untuk dikelolanya. Tak sedikit yang gagal dan memilih kembali ke kampung halaman, tapi banyak juga yang sukses dan beranak pinak hingga generasi ketiga sampai saat ini. Makin ke sini, makin manusiawi cara transmigrasinya kok.

Karena tanahnya datar, maka langit di Merauke pun begitu cantik. Plong! Tidak ada penghalang bukit atau gunung (di sini saya makin merasa Indonesia itu luas buanget!).

Begitu p**a padang rumput yang terhampar luas, itu bisa jadi merupakan sawah yang tidak lagi dikelola oleh pemiliknya. Menciptakan pemandangan yang memukau. Apalagi kalau waktu sore hari πŸ‘

Belum lagi lanskap berupa rawa-rawa yang menenangkan dan bikin adem mata, meskipun cuaca di sana cukup terik.

Foto di slide terakhir, ketika saya berada di Distrik Kurik, salah satu wilayah transmigran. Akses menuju ke sana begitu menguras emosi dan tenaga haha! Itu jalan keriting sekaliiiii πŸ₯²πŸ™ƒ

(4 sd 7 Mei 2022)

Mudik ke Merauke! Lebaran kali ini terasa spesial bagi saya dan kali kedua saya dan  berlebaran di Tanah Papua.Biasanya ...
13/05/2022

Mudik ke Merauke!

Lebaran kali ini terasa spesial bagi saya dan kali kedua saya dan berlebaran di Tanah Papua.

Biasanya saya hampir tidak pernah absen untuk mudik ke Jawa Timur, tempat kedua orang tua saya berasal. Menikmati perjalanan dengan mobil yang penuh muata dan menyambangi lokasi wisata menjadi agenda rutin selama proses mudik.

Tahun ini, saya memutuskan untuk mudik ke Merauke hehe! Benar-benar tidak pernah terlintas sama sekali dalam benak saya akan mengunjungi Merauke dan itu di masa lebaran.

Hal ini tidak lain karena keluarga Siera berasal dari Merauke, lebih tepatnya merupakan transmigran atau pendatang yang lahir dan besar di Merauke. Bahkan Siera pun juga dilahirkan di Merauke, meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan di Jogja.

Menjadi momen yang berkesan bagi saya, ketika membawa Aruna yang masih berumur setahun lebih ini untuk mengunjungi tanah kelahiran ibunya. "Ini lho nduk, ibumu dulu lahir di sini. Aruna juga pasti seneng ya nduk, bisa berkesempatan datang ke sini, di ujung Timur Indonesia," batin saya dalam hati sambil mesem-mesem.

Lantas bagaimana suasana lebaran di Merauke? Alamak, tak ubahnya saya mudik ke Jawa, full boso jowo maszeh! Bahkan saya sempat ikut tahlilan salah satu kerabat, yo wong Jowo isine, ngomonge yo bosoan kabeh hehe!

Sedikit berbeda dengan keluarga dari bapak mertua yang merupakan campuran Buton - Jawa, pakai bahasa Indonesia mayoritasnya. Setiap keluarga di sini memiliki ceritanya masing-masing hingga datang menetap di Merauke.

And here we go!
Nol Kilometer Merauke yang berlokasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota. Berlokasi sekira 75 km dari pusat kota, pemandangan menuju ke sini sungguh cantik. Namun sayang, belum rezeki kami untuk melangkah jauh melewati pagar PLBN tersebut karena tidak bertepatan dengan jam buka.

Mengunjungi PLBN Sota menjadi kebanggaan tersendiri buat saya. Terasa lebih wow dibandingkan dengan PLBN Skouw yang berlokasi di Kota Jayapura, meskipun bangunannya lebih keren di PLBN Skouw. Karena "Merauke" nya itulah, yang sering disebut orang sebagai ujung paling Timur Indonesia.

Next Nol Kilometer Sabang?

(5/5/22)

Foto lebaran bertiga dari kami!Sungguh menguras energi dari opor dan buras yang telah disantap sebelumnya πŸ™ƒSelamat lebar...
03/05/2022

Foto lebaran bertiga dari kami!
Sungguh menguras energi dari opor dan buras yang telah disantap sebelumnya πŸ™ƒ

Selamat lebaran teman-teman!
Maaf lahir batin yaa! ❀️
(1/5/22)

Address

Jayapura

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rifqy RA Hakim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category