Herru Sanjaya

Herru Sanjaya Blogger and Fotografer

Hari di mana bayi kita pertama menangis di dunia, aku dan kamu hanya bisa saling bertatap dan tersenyum sambil meneteska...
11/02/2022

Hari di mana bayi kita pertama menangis di dunia, aku dan kamu hanya bisa saling bertatap dan tersenyum sambil meneteskan air mata bahagia.
Tidak bisa mengucapkan terlalu banyak kata-kata untukmu pada saat itu.

Terima kasih, Cinta.
Terima kasih sudah berjuang melahirkan bayi kita.

10 Februari 2022
I Love U ❤

06/05/2021

Yoo Guys,

Menjelang waktu berbuka puasa, yuuuk dengerin kultum dari my brothers.

Video lainnya bisa cek di IG: dan youtube Sahabat Pena.

Follow juga
(Foto&Video Wedding area Pekalongan dan sekitarnya)
(Jajan Mochi area Jakarta) project (Gamis Syar'i dan Pakaian Pria)

Semoga bermanfaat

Puisi
13/11/2018

Puisi

Quotes
11/11/2018

Quotes

Wanita yang Mencintai Kebodohannya Sore itu, di sudut kota yang senjanya hampir memudar, kulihat seorang wanita berwajah...
19/05/2018

Wanita yang Mencintai Kebodohannya
Sore itu, di sudut kota yang senjanya hampir memudar, kulihat seorang wanita berwajah sendu duduk meringkuk sembari meratapi kepedihan pernah ditinggal sang kekasih.
Kuhampiri wanita itu dan kuperhatikan ke arah wajahnya yang merah merona, kulihat bulir air mata serupa embun menggantung di pelupuknya.
"Kau tahu apa yang paling istimewa dari senja?" tanyaku
Wanita itu menggeleng lemah, tanpa menoleh kearahku.
"Kita rela menunggu senja hanya untuk merelakannya pergi." lanjutku kemudian.
Selengkapnya klik link di bio

Setiap kali kopiku hampir habis, aku selalu merenung, tentang biji kopi yang ditanam sepenuh hati oleh petani, diolah da...
08/05/2018

Setiap kali kopiku hampir habis, aku selalu merenung, tentang biji kopi yang ditanam sepenuh hati oleh petani, diolah dan kemudian bisa disajikan untukku nikmati. Kadangkala aku menambahkan sedikit gula agar tidak terlalu pahit, seringkali juga aku biarkan pahit begitu saja.

Kali ini aku merenung, tentang sebuah perjalanan hidup. Ada kalanya hidup terasa manis, indah dan enak dijalani, ada kalanya hidup terasa pahit, getir dan ah tidak perlu dijelaskan panjang lebar, kalian pasti pernah merasakan hidup kalian pahit.

Tapi, (hidup memang selalu punya tetapi) mau kopiku pahit atau manis aku tetap harus menghabiskannya, sebagai bentuk penghargaan kepada petani kopi, sebagai bentuk penghargaan kepada penjual kopi, terlebih lagi sebagai bentuk penghargaan kepada seseorang yang dengan baik hati mau menyeduhkan kopi untukku.

Kali ini kopiku tak terasa pahit, tapi bukankah rasa pahit ada karena adanya rasa manis? Begitupun sebaliknya, rasa manis ada karena adanya rasa pahit?
Apa perlu kita mempermasalahkan rasa? Kenapa tak kita coba saja menikmati rasa?

Kapan kau mau menyeduhkan kopi untukku dik?

27/03/2018

Lihatlah!

19/03/2018

Ada beberapa hal yang sebenarnya kita tahu kita mampu melakukannya tapi cenderung enggan melakukan.

19/03/2018

Di luar hujan, aku tak kedinginan. Sungguh.

09/02/2018

Aku takut, mengintip Aku tak berani

03/02/2018

Aku coba bertanya kepada siapa saja yang aku temui di jalanan, tak satu pun dari mereka bisa menjawab.

19/01/2018

Cerpen Maulidan Rahman Siregar (Haluan, 14 Januari 2018) Hesti akan menikah, dan lelaki itu memilih jadi atheis. Tapi, dia salat juga. Mengaji juga. Berdoa juga. Dia tidak tahu kenapa berdoa, tapi …

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Herru Sanjaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Herru Sanjaya:

Share

Category