17/05/2022
Pada tahun 2007, kami menerima email permintaan mengenai kamera High Speed Video untuk sport. Email tersebut datang dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta. Setelah saling berbalas email, akhirnya kami mendatangi Laboratorium Biomekanik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta di Kampus B, Rawamangun,Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Kami bertemu dengan Pak Dadang Masnun yang pada saat itu menjadi Kepala Laboratorium Biomekanik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta.
Setelah beberapa kali bertemu di Laboratorium Biomekanik, akhirnya pada hari Rabu tanggal 23 April 2008, kami membawa kamera SportsCam 500 untuk digunakan merekam sprinter di Stadion Atletik Rawamangun yang berada di Gelanggang Olahraga Velodrome Rawamangun, Jakarta.
Kami menggunakan frame rate 250 fps dan resolusi 640 x 480 pixels untuk merekam sprinter tersebut.
Jarak antara dua kaki di starting block berdasarkan pengukuran menggunakan software motion analysis adalah 12,34 centi meter.
Kami mencoba mengukur waktu renspon sprinter setelah aba-aba start dimulai. Hasilnya adalah 0,120 detik.
Selanjutnya, kami mencoba mengukur waktu yang diperlukan oleh sprinter untuk melakukan tolakan ketika start menggunakan kakinya. Pengukuran dilakukan ketika kaki hampir meninggalkan tanah. Hasilnya adalah 0,528 detik. Dengan software ini p**a, kami juga bisa mengukur sudut ketika sprinter melakukan tolakan start. Hasilnya adalah 33,8 derajat. Pada titik ini, kecepatan sprinter yang terukur adalah 12,90 kilometer per jam.
Kemudian, kami mengukur waktu yang dicapai sprinter pada titik 2 meter dari titik start. Hasilnya adalah 0,840 detik.
Pada titik ini, p**a kami dapat mengukur kecepatan sprinter, yaitu 13,58 kilometer perjam
Kemudian, kami mengukur waktu yang dicapai sprinter pada titik 4 meter dari titik start. Hasilnya adalah 1,220 detik
Baca di artikel https://idslowmotion.wixsite.com/idslowmotion/post/merekam-pelari-di-stadion-atletik-rawamangun-2008