13/01/2023
"Oh mbak yang dulu masukin tahu gejrot ini ke majalah ? Wah banyak pelanggan lama yang memberitahu dan pelanggan baru berdatangan!" Ujar Kang Nasir.
Ya dulu ketika aku bekerja untuk Majalah Linkers Citilink- banyak pembaca favoritkan artikel tentang makanan khas, streetfood hingga legendaris. Pilihan menayangkan juga berdasarkan sejarah panjang dan mas**an dari pihak tepercaya.
Menikmati Tahu Gejrot ini saya kategorikan sebagai PARAH (artinya: aku akan bela-belain masuk tol menuju rest area hanya untuk makan tahu gejrot Kang Nasir). Banyak teman sudah aku kenalkan dengan sepinggan kecil tahu gejrot dengan kuah yang terekam di memori sejak awal 2000 hingga ke hari ini.
"Dulu kakak saya bagian tahunya dan saya yang bikin formula kuahnya. Lalu kami berjualan mulaintahun 90-an, berpindah-pindah namanya kaki lima," ujarnya lagi.
Saya bukan ahli kuliner yang bisa deskripsikan bumbu tapi sebagai penggemar tahu gejrot lidah ini sudah terpatri hanya pada tahu gejrot Kang Nasir.
"Gara-gara kamu aku masuk tol hanya untuk makan ini!" Keluh
Maafkan aku sudah meracuni kalian dengan kenikmatan yang tidak bisa didustai. Padahal kalau diperhatikan ini hanyalah kudapan sederhana dengan bumbu sederhana. Buat saya tangan dan keikhlasan memiliki peran penting untuk hasil akhirnya.
Ngomong apa aku ini? Coba saja mampir ke Sentul Selatan Rest Area letaknya di ujung di bawa spanduk kuning huruf merah bertuliskan TAMAN. Berbincang dengan Kang Nasir (foto 3), kalian akan paham maksudku.
---------
📸: