Explore Indonesia Streetfood

Explore Indonesia Streetfood Pencinta jajanan kaki lima (street food) beserta cerita di baliknya IG

Fotografer & penulis perjalanan yang menyebut dirinya sebagai pengumpul cerita

"Oh mbak yang dulu masukin tahu gejrot ini ke majalah  ? Wah banyak pelanggan lama yang memberitahu dan pelanggan baru b...
13/01/2023

"Oh mbak yang dulu masukin tahu gejrot ini ke majalah ? Wah banyak pelanggan lama yang memberitahu dan pelanggan baru berdatangan!" Ujar Kang Nasir.

Ya dulu ketika aku bekerja untuk Majalah Linkers Citilink- banyak pembaca favoritkan artikel tentang makanan khas, streetfood hingga legendaris. Pilihan menayangkan juga berdasarkan sejarah panjang dan mas**an dari pihak tepercaya.

Menikmati Tahu Gejrot ini saya kategorikan sebagai PARAH (artinya: aku akan bela-belain masuk tol menuju rest area hanya untuk makan tahu gejrot Kang Nasir). Banyak teman sudah aku kenalkan dengan sepinggan kecil tahu gejrot dengan kuah yang terekam di memori sejak awal 2000 hingga ke hari ini.

"Dulu kakak saya bagian tahunya dan saya yang bikin formula kuahnya. Lalu kami berjualan mulaintahun 90-an, berpindah-pindah namanya kaki lima," ujarnya lagi.

Saya bukan ahli kuliner yang bisa deskripsikan bumbu tapi sebagai penggemar tahu gejrot lidah ini sudah terpatri hanya pada tahu gejrot Kang Nasir.

"Gara-gara kamu aku masuk tol hanya untuk makan ini!" Keluh

Maafkan aku sudah meracuni kalian dengan kenikmatan yang tidak bisa didustai. Padahal kalau diperhatikan ini hanyalah kudapan sederhana dengan bumbu sederhana. Buat saya tangan dan keikhlasan memiliki peran penting untuk hasil akhirnya.

Ngomong apa aku ini? Coba saja mampir ke Sentul Selatan Rest Area letaknya di ujung di bawa spanduk kuning huruf merah bertuliskan TAMAN. Berbincang dengan Kang Nasir (foto 3), kalian akan paham maksudku.

---------
📸:

Jajan Basah BetawiSalah satu jajan/kue basah yang memiliki kembaran di tempat lain. Di Jawa Barat, kue ini disebut Awug....
11/01/2023

Jajan Basah Betawi

Salah satu jajan/kue basah yang memiliki kembaran di tempat lain. Di Jawa Barat, kue ini disebut Awug. Namun, ada sumber yang menyebutkan perbedaan di bahan dasar.

Ada tulisan referensi mengatakan bahwa Dongkal aslinya menggunakan singkong dan Awug menggunakan tepung beras. Di sini agak bingung, sebab hampir sebagian besar gerai dongkal yang saya temui menggunakan tepung beras. Kalau yang pakai singkong dan gula merah harusnya lemet ya 😬 - mohon koreksinya.

Kembali ke dongkal atau dodongkal (wilayah Bogor), untuk rasanya serupa dengan kue putu bambu hanya bentuknya yang besar (tumpeng/kerucut).

Wadah untuk mengukus dongkal adalah kukusan dari anyaman bambu berbentuk kerucut seperti tumpeng. Dalam bahasa Sunda, kukusan tersebut disebut aseupan. Kemudian, kukusan dimasukkan ke dalam alat pengukus yang disebut seeng.

Setelah matang, penampilan dongkal mirip tumpeng putih, tetapi ada garis belang-belang berlapis dari gula aren. Jika sudah siap disantap, dongkal akan dipotong jadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dinikmati. Kemudian, untuk melengkapi makan dongkal akan diberi taburan parutan kelapa.

Jajanan ini sih masuk ke dalam TOP 40 kudapan favorit saya. Sudah pernah coba Dongkal?

-------
📸:

Kawasan Kuliner Menteng (Taman Menteng).sejak jaman kuliah tahun 90-an tengah Kawasan Kuliner Menteng selalu menjadi pil...
06/01/2023

Kawasan Kuliner Menteng (Taman Menteng).

sejak jaman kuliah tahun 90-an tengah Kawasan Kuliner Menteng selalu menjadi pilihan kalau lapar sore menjelang malam.

Tempat ini pilihan aman deh kalau mau makan. Rata-rata makanannya aman (enak) dan banyak pilihannya. Mungkin karena sudah lama menjadi kawasan kuliner, persaingan rasa tentu terjaga. Kalau ndak enak pasti akan tereliminasi dengan sendirinya.

Aku akan bercerita makanan apa saja yang selalu aku pesan jika aku ke tempat ini. Untuk bagian pertama aku akan menghadirkan rujak buah dan sate padangnya.

Sebagai satu-satunya gerai jualan buah, nampaknya adem ayem tanpa persaingan 😬 dan pastinya cewek-cewek akan lari ke gerobak buah yang letaknya paling depan. Pilihan kalau lapar pertama akan jatuh pada sate padang.

Rasa? Aku ratakan semua gerai di sini rasanya aman sejahtera sentosa hahahahahaha....

Nah selanjutnya! Kalau misalkan tongkrongan makin asik dan teman-teman nambah tentu malam semakin panjang. Pilihan aku akan jatuh pada Nasi Gila, Pisang Coklat Keju dan kue putu sambil nyeduh kopi (ini bawa sendiri).

Apa itu Nasi Gila? Konon awalnya karena seorang pedagang menciptakan campuran nasi putih dengan segala macam isian (sosis, telur diacak) yang dicampur dengan bumbu. Nasi Gila biasanya tidak menggoreng nasi putihnya. Pelanggan lalu memuji kreasi makanan jalanan itu dengan ekspresi "enak gila!"

Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kreasi makanan malam itu menyalahi kodrat dengan tidak menggoreng nasinya.

Apa pun itu, Nasi Gila sudah menjadi bagian dari masa muda anak-anak Jakarta saat malam hari.

Lalu pesanan lain adalah kue putu bambu. Aku sempat bertanya ke Pak Zul (foto ke-4) mengenai kue putu bikinannya.

"Semua baru dibuat saat ada pesanan, adonan akan saya buatkan saat itu juga. Kue putu ini saya buat dari nol, termasuk pengelolaan tepung berasnya. Mbak bisa tonton di youtube saya!" ujar pria asal Minang.

Wah youtube Pak Zul yang mengolah tepung beras untuk putunya ditonton 22.000 viewer! Keren banget. Oh soal rasa, lembut banget dan seperti mencair saat di dalam mulut. Yummm!

Letak gerai pak Zul ada di bagian ujung dekat dengan portal. Cobain deh, selagi hangat barengan dengan secangkir kopi/teh hangat. Mantaaaaaaabeeee!

---------

📸: dan


Toge Goreng (rebus)Menurutku toge goreng (rebus) paling otentik di Bogor adalah toge goreng Bu Evon. Rasanya benar-benar...
04/01/2023

Toge Goreng (rebus)

Menurutku toge goreng (rebus) paling otentik di Bogor adalah toge goreng Bu Evon. Rasanya benar-benar sedap saat pertama kita mencoba, bahkan untuk kalian yang belum pernah mencoba toge goreng sekalipun.

Aku kasih keterangan (rebus) karena sebenarnya toge tidak digoreng, wajan berisi air bukan minyak. Entah knapa jadi dikasih nama toge goreng.

Untuk mencari toge goreng Ibu Evon memang rada sulit ya untuk warga luar Bogor. Tepatnya Jalan Suryakencana Gang Besi. Buka dari pukul 08:00-14:00, tetapi sebelum pukul 12:00 Teteh Esi (anak Bu Evon) sudah menutup gerainya. Ya karena sudah habis 😬, enak sih.

Yang aku s**a dalam sepiring toge Bu Evon ada rasa unik yang mungkin didapat dari penggunaan memasak dengan kayu bakar.

Pembungkus makanan menggunakan daun patat. Mengapa? Kalau kata Bu Esi, daun patat tidak patah kalau dilipat bungkus. Sejak jaman dulu daun inilah yang dipakai untuk membungkus makanan.

"Kalu jaman sekarangkan pakai plastik, dulu ya daun patat ini. Kalau ditekuk ndak akan patah/sobek," jelasnya.

Wajib dicoba sih! Gini deh - kalau bingung mau cari alamatnya, di google ada arahannya tapi saranku parkir di Surya Kencana aja (sebelum hotel 101 ya biar ndak kejauhan).

----------------
Versi foto, videonya tersedia pada reel.

Sanggar Tiwadak & MandaiBaru ngeh kalau cempedak ini bisa dimakan dari kukut, daging hingga bijinya. Ketika dagingnya di...
04/01/2023

Sanggar Tiwadak & Mandai

Baru ngeh kalau cempedak ini bisa dimakan dari kukut, daging hingga bijinya. Ketika dagingnya digoreng dengan tepung, di Samarinda disebut Sanggar Tiwadak. Lalu bijinya direbus, ini juga bisa dikonsumsi (aku ndak tahu nama eksotisnya), lalu kulitnya ditumis!

Pasti yang belum pernah ndak kebayang rasanya. Rasanya gurih dan pedas. Cara pengolahannya, kulit luar dikupas lalu dicuci bersih. Setelah itu, potong-potong dimasukkan ke dalam toples tertutup yang diisi garam dan air. Kemudian, ketika ingin disantap tinggal digoreng.

Dimakan pakai nasi enak kata temanku. Waktu 2019 aku memotret ini hanya mencoba makan sesendok, ndak tahan pedasnyaaaaa....

--------------

Kembang Tahu vs TahokApa bedanya? Sama saja, hanya beda penyebutan di tempat masing-masing. Asalnya dari Tauhue / Tauhua...
04/01/2023

Kembang Tahu vs Tahok

Apa bedanya? Sama saja, hanya beda penyebutan di tempat masing-masing. Asalnya dari Tauhue / Tauhua (Hanzi: 豆花, hanyu pinyin: douhua), di Indonesia lebih umum dikenal dengan nama tahwa / tauwa / tawa / tahok atau kembang tahu, adalah sebuah camilan kecil tradisional Tionghoa.

Sekilas memang seperti bubur sumsum. Apalagi saat dihidangkan di mangkuk, terlihat kembang tahu berwarna putih dengan kuah jahe berwarna coklat. Sangat nikmat jika disajikan dengan kuah yang panas. Hidangan yang menghangatkan tubuh, apalagi disantap di musim hujan.

Aku pertama kali tahu Kembang Tahu dari film seri silat 😂 jaman seea video betamax waktu kecil di Makassar. Kalau ada adegan mereka mampir ke kedai, pasti ada tawaran semangkuk kembang tahu yang mengepul.

Dulu waktu kecil kalau makan ini serasa hidup di dunia film silat 😂. Ternyata kes**aan ini berlanjut hingga hari ini. Malah kalau ketemu abang-abang keliling kembang tahu langsung berhenti.

Foto pertama dan kedua, penjual kembang tahu langganan saat aku tinggal di Jakart Timur.

Pada foto ke-3 penjual tahok Solo legendaris Pak Wagiman. Tercatat tinggal dua penjual di Solo, itupun sudah tidak berkeliling. Keduanya yakni Tahok Pak Wagiman di kawasan Kretek Gantung dan Tahok Pak Citro di Pasar Gede Solo.

-------

Menikmati Suami di WakatobiSebenarnya tidak ada yang salah dengan judul tulisan foto ini. Bagi warga Sulawesi Tenggara k...
04/01/2023

Menikmati Suami di Wakatobi

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan judul tulisan foto ini. Bagi warga Sulawesi Tenggara kepulauan menikmati suami atau kasuami/kasoami sebagai makanan pokok pengganti nasi adalah hal biasa. Namanya menyerempet pada makna berbeda dalam bahasa Indonesia, hal yang membingungkan bagi yang belum pernah ke Sultra.

Kasuami/suami terbuat dari singkong yang diparut halus, lalu airnya diperas. Setelah itu dihaluskan menggunakan ayakan bambu lalu dikukus.

Mengukusnya menggunakan cetakan dari daun kelapa yang dianyam berbentuk kerucut. namun, ada juga yang berbentuk persegi panjang dengan tambahan minyak ikan dan bawang goreng. Kasuami tersebut disebut Kasuami Pepe dan lebih lezat!

Rasanya? Ya seperti nasi, hambar. Seperti yang sudah dikatakan di atas, kasuami/suami adalah makanan pengganti nasi, jadi cara memakannya tentu bersama lauk seperti ikan dan rica (sambal).

Konon asal muasal Kasuami karena kebutuhan warga Sultra kepulauan yang bekerja sebagai nelayan, karena sering melaut dalam waktu yang cukup lama maka membutuhkan bekal makanan yang bertahan selama satu minggu lamanya.

Foto kasuami/kasoami/suami diambil di Waci, Wangi-Wangi.

--------------

Dingin-dingin makan es!Memang aneh tapi aku justru selalu ingin makan es krim pada saat cuaca dingin. Waktu berkunjung k...
04/01/2023

Dingin-dingin makan es!

Memang aneh tapi aku justru selalu ingin makan es krim pada saat cuaca dingin. Waktu berkunjung ke Jepang saat suhu di bawah nol, aku malah kepengen makan es krim 😂....

Nah saat jalan-jalan menikmati mendung Kota Bogor, aku dan berpapasan dengan satu group ibu-ibu memegang es potong.

"Kalau pas panas makan es, s**a sakit tenggorokan mbak," ujar salah satu.

Hmmm menarik.

Saat aku mendekat sebuah gerobak es potong yang dikerubutin (kebanyakan) para perempuan, jadi tertarik. Mungkin rasanya cukup menghibur lidah tetapi jajanan es potong adalah kenangan masa kecil yang sulit dihindari. Sama halnya seperti rambut nene dan kue cubit.

Rasa es potong yang tersedia strawberry, coklt, ketan hitam, pandan dan nangka. Untuk harga per potong Rp3.000 dan Rp3.500 untuk tambahan coklat leleh.

Senang melihat wajah-wajah bahagia dengan es potong di tangan. Kalau kamu s**a yang mana?

-----------

Rekomendasi     snikpik ceritanya...Soto Padang H St Mangkuto (PUSAT)Jalan pintu Air Raya No 26, Pasar Baru, Jakarta Pus...
03/12/2016

Rekomendasi snikpik ceritanya...

Soto Padang H St Mangkuto (PUSAT)
Jalan pintu Air Raya No 26, Pasar Baru, Jakarta Pusat

Ph. 021 3867387

Cabang lain ada di kelapa gading 0214524920 dan Ahmad Dahlan 021 72789924

Ini enak titik! Ibu-ibu ini pelopor sate ikan tenggiri di jalan raya tanjung.Harga 8 tusuk Rp10.000Buka 13.00-21:00Lokas...
06/09/2016

Ini enak titik! Ibu-ibu ini pelopor sate ikan tenggiri di jalan raya tanjung.

Harga 8 tusuk Rp10.000
Buka 13.00-21:00

Lokasi (perempatan SD 1 Tanjung)

Sate Ayam Ponorogo "Pak Seger Asli"Buka 24 jamJalan Darmawangsa, Surabaya
26/08/2016

Sate Ayam Ponorogo "Pak Seger Asli"

Buka 24 jam
Jalan Darmawangsa, Surabaya

11/08/2016

Address

Jakarta
13420

Telephone

+6287789009811

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Explore Indonesia Streetfood posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category