Rekamgambar Photography

Rekamgambar Photography We are a group of passionate and enthusiastic people who want to create a storytelling and artistic photo of your memorable moments.

For us visual harmony is something real from our photos, We believed that there must be a story in every picture.

Apakah Kamu Sudah Siap Untuk Menikah?Saat hendak menyiapkan pernikahan, pernahkah kamu bertanya-tanya, “Apakah saya bena...
05/10/2017

Apakah Kamu Sudah Siap Untuk Menikah?

Saat hendak menyiapkan pernikahan, pernahkah kamu bertanya-tanya, “Apakah saya benar-benar siap menikah atau hanya karena panik melihat orang lain satu persatu menikah?”

You’re not alone, Brides!

Menikah memang bukan keputusan yang sederhana. Bukan juga sesuatu yang bisa diburu-buru. Butuh kesiapan dan keyakinan pada diri sendiri sebelum kita memutuskan untuk menikah. Setelah diri sendiri yakin, tentu kita juga harus memastikan bahwa pacar kamu adalah pasangan yang tepat untuk dijadikan suami.

Kalau saat ini kamu sedang mempertimbangkan apakah kamu benar-benar siap menikah, sebenarnya ada beberapa aspek yang menunjukkan bahwa kamu dan pasangan sudah siap membina rumah tangga.

Tapi, bukan berarti kalau tak memenuhi kriteria di bawah ini lantas kamu sebaiknya menunda pernikahan. Toh, poin-poin ini bisa dijadikan acuan agar kamu lebih siap. Dan, mulai diaplikasikan sejak sekarang. Sekali lagi, hal-hal berikut ini bisa dipelajari dan dibiasakan, kok.

So, this is the signs you’re ready to say “I do”!

1. Saling menerima ketidaksempurnaan

Saat memutuskan untuk menikah, artinya kamu sudah bisa menerima kekurangan-kekurangan pasangan. Kamu tahu bahwa ada hal-hal yang sebenarnya tak kamu s**ai, tapi bukan berarti dia tidak pantas untuk kamu. Misal, kamu mengidamkan laki-laki yang romantis, sedangkan dia memiliki cara berbeda dalam mengutarakan perasaannya.

Membutuhkan waktu dan banyak penyesuaian hingga kamu bisa menerima dan memahami bagaimana cara berbicara tentang berbagai hal, hingga hal paling sensitif, tanpa membuat keduanya emosi berlebihan.

2. Memahami makna “for better or worse”

Kehidupan rumah tangga bukan hanya tentang hidup berdua dengan orang yang kamu cintai, liburan bersama, atau menyematkan cincin. Kerikil-kerikil justru sering menjadi pemanis hubungan suami istri. Dan kamu pasti sudah tahu itu.

Tapi, bagaimana cara menghadapinya? Kalau dari sekarang kamu terlalu sering meledak hanya oleh hal-hal kecil, sebaiknya kamu mulai belajar mengendalikan emosi. Contoh sederhananya bisa diaplikasikan ketika persiapan pernikahan. Jadikan itu “pemanasan” kehidupan rumah tangga yang pasti akan lebih banyak tantangannya.

3. Kamu mengenalnya lebih dari orang lain

Tak peduli sudah berpacaran selama sepuluh tahun atau hanya tiga bulan, tapi kalau kamu dan dia sudah saling mengenal hingga ke hal-hal terkecil dan saling mau menerimanya, berarti kalian sudah siap untuk menikah.

Jangan sampai kamu belum berani menjadi diri sendiri dan terlalu banyak yang hal yang ditutupi saat kalian sudah menikah. Soalnya, kalau kamu tidak membukanya dari sekarang, malah akan menjadi masalah di kemudian hari, lho. Kemungkinannya dua, antara kamu harus terus bersikap dalam kepura-puraan atau kelak suamimu merasa kecewa melihat perubahanmu setelah menikah.

Maka sebaiknya, luangkan waktu dan mulai diskusikan hal-hal yang bisa dibahas sebelum menikah.

4. Dia adalah supporter terbaikmu, begitu p**a sebaiknya

Pasangan yang saling memperhatikan dan mendukung kegiatan pribadinya itu akan lebih langgeng, lho. Dukungan ini bisa dalam bentuk saling menyemangati, memuji pencapaiannya, tidak mengkritik hal-hal kecil, atau tidak membandingkan dia dengan orang lain.

Pasalnya, supporter terbaik juga berarti kalian saling mendukung pasangan untuk menjadi diri sendiri, bukan menjadi sosok yang seperti orang lain. Karena itu berarti kamu dan pasangan sudah mengetahui kelemahan dan kekurangan masing-masing.

5. Kalian bertengkar secara sehat

Siapa bilang suami istri terbaik adalah yang tidak pernah bertengkar? Justru, pertengkaran juga bisa menjadikan kamu dan pasangan mengenal satu sama lain, lho. Tapi, bukan sembarang bertengkar.

Kalau kamu dan pasangan sudah bisa menyelesaikan pertengkaran dengan sehat (tak ada aksi ngambek-ngambekan apalagi berbuat kasar), artinya kalian sudah saling memahami dan siap untuk menikah.

Mengatasi Stress Sebelum Hari Pernikahan.Tanggal pernikahan tinggal menghitung hari? Selamat ya! Sebentar lagi kamu akan...
05/10/2017

Mengatasi Stress Sebelum Hari Pernikahan.

Tanggal pernikahan tinggal menghitung hari? Selamat ya! Sebentar lagi kamu akan melangsungkan pernikahan dengan pasangan tercinta. Apakah kamu nervous? Pastinya!

Banyak para calon mempelai, terutama bride-to-be yang dilanda panik dan stress sebelum melangsungkan akad nikah. Banyak pertanyaan yang kerap menghantui, contohnya: Apakah upacaranya akan berjalan lancar? Apakah gaun yang saya pilih sudah pas dan terlihat cantik? Bagaimana kalau para tamu tidak s**a dengan acara resepsinya? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang semakin membuat kamu mudah panik.

Berikut adalah tips mengatasi stress sebelum hari-H

1. Kamu tidak sendirian

Mempersiapkan pesta pernikahan memang cukup memakan waktu dan tenaga. Ada kalanya kamu dilanda kepanikan karena banyak hal yang tak kunjung beres. Bila kamu merasa jengkel atau stress, percayalah, kamu tidak sendirian! Merencanakan pernikahan, meskipun telah dibantu oleh EO, terkadang membuat calon mempelai kebingungan akan banyaknya opsi yang ditawarkan. Sangat wajar bila kamu merasa antusias sekaligus grogi. Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena perencanaan ini hanyalah stress sementara.

2. Katakan “Iya” kepada yang menawarkan bantuan

Seseorang yang menawarkan bantuan di persiapan pernikahan kamu pastilah orang yang sudah mengenal kamu. Jangan segan untuk meminta pendapat dari orang terdekat kamu akan segala hal. Mulai dari souvenir, gaun, hingga hairpiece sekalipun. Opini orang yang terpercaya akan membuat kamu semakin mudah menentukan pilihan. Selain itu, meminta bantuan wedding organizer dan event organizer akan membuat tugas semakin ringan karena mereka adalah pakar dibidangnya. Jadi, kamu dan calon pasangan cukup memonitor progress-nya.

3. Tak ada salahnya menjadi egois

Bukan berarti kamu orang yang jahat. Namun kita tidak dapat menghindari berbagai ‘gangguan’ yang terkadang cukup merepotkan. Misalnya, seorang teman yang tiba-tiba minta disediakan transport dari bandara ke hotel, atau gaun yang sedikit kurang nyaman setelah fitting ketiga kalinya, dan lain sebagainya. Ini adalah hari spesial untukmu dan pasangan. Jangan sampai rasa ‘enggan menolak’ menjadi boomerang yang membuat kamu semakin stress. Beranilah untuk mengatakan apa adanya bila tidak memungkinkan untuk menjemput teman di airport atau meminta desainer untuk merubah ukuran gaun sekali lagi.

4. Beristirahat sejenak

Ada kalanya calon mempelai butuh waktu untuk beristirahat. Sekedar menikmati udara sore atau makan di restoran favorit, luangkan waktu untuk pergi bersama pasangan atau sahabat kamu dan lakukan hal-hal yang menyenangkan meski hanya beberapa jam saja. Relaksasi di spa juga bisa menjadi pilihan refreshing yang dapat kamu nikmati untuk melepas penat

5. Sadarilah bahwa tidak semua hal dapat dikontrol

Dengan menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, kita akan lebih tenang menghadapinya. Begitu juga saat perencanaan pernikahan sudah beres tapi kamu masih saja dihantui pikiran negatif. Lebih baik berfokus pada kehidupan yang akan ditempuh bersama orang yang kamu cintai dan ketahuilah bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.

Menjadi pengantin adalah pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Jangan sampai persiapannya menjadi beban layaknya menghadapi ujian. Nikmati saja momen-momen spesial ini dan bergembiralah di hari penting dalam hidupmu.

Riza & Henggar is a partner who has the same hobby of photography using smart phones. And they are joined in the same co...
04/10/2017

Riza & Henggar is a partner who has the same hobby of photography using smart phones. And they are joined in the same community. The first time I met them, they had a concept for their prewedding photo session.

Based on the true story of their love journey is the concept to be conveyed on their prewedding photos. A street photography concept that is challenging to do for us.

Nice to have a photo shoot with you guys. Congratulations on taking a new life for Riza & Henggar.

Taking the decision to move from single life to married life is not easy. It takes a lot of sacrifice and commitment.You...
02/10/2017

Taking the decision to move from single life to married life is not easy. It takes a lot of sacrifice and commitment.

Your 100% wont be about you anymore. Your 100% will be dedicated for your family. However, later, when you look back, you will see them smiling back at you. It would make you happier like the way my wife and daughters do.

Like me and the couple, you will say, It’s worth it.

A photo session in the rain isn't for everybody. More often than not, the rain will bring you down. But not for Aulia & ...
28/09/2017

A photo session in the rain isn't for everybody. More often than not, the rain will bring you down. But not for Aulia & Habibi, "Oke the show must go on." they say to me. I personally love how the rain gives photos a beautifully color and bring out a different kind of chemistry.

Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.
16/04/2017

Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.

The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart.
28/03/2016

The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart.

27/03/2016
26/03/2016

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rekamgambar Photography posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rekamgambar Photography:

Share