03/06/2025
Assalamualaikum Zea,
Aku kira fase dalam hidup ini menikahi manusia untuk hidup sampai akhir hayat bersama adalah keputusan besar dan itu menjadi sebuah perjanjian agung dalam Islam, sebuah perjanjian yang disaksikan malaikay dan menggetarkan Arsy Allah. Ternyata adalagi yaitu proses menjaga amanah dari Allah di dalam perut hingga melahirkannya.
Saat mau melahirkan di detik akhir keputusan hidup dan mati pun harus ditentukan. Sekarang aku tau mengapa jasa seorang anak selama hidup tidak akan pernah bisa membayar pengorbanan orang tua, karena tidak bernilai.
Sekarang aku pun mengerti kenapa Nabi Muhammad menyebut Ibumu, Ibumu, Ibumu, karena pengorbanan Ibu dalam menjaga anak di kandungannya tidak mudah. Semua hal yang di dalam diri seorang Ibu terserap untuk menjaga anak di dalamnya. Tidak berhenti di situ tapi hingga melahirkan dia harus memilih semua opsi yang semuanya tidak nyaman dan bahkan mengancam nyawanya.
Setelah itu pun makanan yang Allah berikan kepada anak masuk melalui Ibu. Ibu pun harus berkorban kembali badannya seperti “digerogoti” untuk anaknya. Setelah itu pun terus berlanjut hingga besar dengan pengorbanan lain dan sebagai orang tua kami pun harus menjalankan apa yang Allah perintahkan.
Zea jadilah anak yang soleha, taat pada Allah dengan taat dengan orang tua, bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi anak yang bisa terus menyebarkan agama Allah. Aamiin.