24/03/2022
Siapa yang tidak tahu dengan Taj Mahal, sebuah monumen Yang berada di kota New Delhi India, bangunan menyerupai istana yang sangat indah terbuat dari marmer berwarna putih gading. Sebuah bangunan yang di dedikasikan oleh raja Shah Jahan sebagai tempat memakamkan istri yang paling dicintainya yaitu Mum tajmahal.
Konon dulu ketika awal bangunan ini dibuka untuk umum, pengunjung yang paling banyak datang ke sana adalah anak muda yang saling berpacaran.
Mereka datang ke sana untuk berziarah ke makam Mum Taj mahal dan raja Shah Jahan yang juga dimakamkan di sana. Uniknya, setelah muda-mudi itu berziarah. Kemudian mereka saling bergandengan tangan melakukan ritual bunuh diri lompat dari atas bangunan tersebut.
Hal itu terjadi bukan hanya pada satu pasangan saja, bahkan dalam sehari bisa terjadi beberapa kali ritual bunuh diri yang dilakukan muda-mudi di sana. Kejadian tersebut terjadi berulang berbulan-bulan lamanya.
Sampai akhirnya pemerintah India menutup bagian tertentu pada bangunan itu sehingga tidak bisa lagi sembarangan di akses oleh pasangan yang ingin bunuh diri. Bahkan polisi sengaja disiagakan untuk memastikan tempat itu aman dikunjungi oleh turis asing maupun mancanegara.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa banyak kaum muda-mudi di India dulu melakukan ritual bunuh diri di sana?
Jawabannya adalah karena dulu pernikahan yang dilakukan berlandaskan cinta sejati itu di sana sangatlah sulit untuk dilakukan.
Menikah dilakukan atas kesepakatan orang tua, jadi orang tua melakukan perjodohan, dengan meminta orang tua lain untuk menikahkan anak mereka. Maka dari itu pernikahan atas dasar cinta sejati menjadi sulit untuk dilakukan.
Di tambah lagi problem struktur masyarakat yaitu kasta, Masyarakat yang berkasta ini tentu saja tidak mudah untuk memilih pasangan nya, tidak bisa seperti kita orang Indonesia, melihat orang dari mata kemudian turun ke hati. Besoknya janjian kalau saling s**a terus berpacaran dan akhirnya menikah.
Di sana tidak bisa begitu, banyak hambatannya, maka ketika mereka mendapatkan cinta sejati mereka, tapi culture tidak bisa membuat mereka bersatu. mereka memilih untuk melanggengkan hubungan mereka di surga, mereka kemudian melompat melakukan ritual bunuh diri untuk mecapai itu anggapan mereka.
Kita sangat beruntung dapat hidup dan tinggal di Indonesia.