Cianjur.Co

Directions Website

Cianjur.Co Cianjur dari perspektif berbeda Media digital lokal yang hadir untuk menyuarakan denyut kehidupan masyarakat Cianjur.

Didirikan dengan semangat independensi dan kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal.

Daftar Cabang Mixue di Cianjur berikut disusun berdasarkan lokasi yang teridentifikasi dengan memperhatikan alamat, jam ...
25/09/2026

Daftar Cabang Mixue di Cianjur berikut disusun berdasarkan lokasi yang teridentifikasi dengan memperhatikan alamat, jam operasional, nomor telepon, serta status masing-masing gerai

Cari 14 cabang Mixue di Cianjur lengkap dengan alamat, jam operasional, telepon, Google Maps, serta status gerai yang masih aktif atau tutup sementara.

Knalpot bising merupakan manifestasi yang terlihat (atau lebih tepatnya terdengar) dari sebuah persoalan. Akan tetapi, p...
17/09/2026

Knalpot bising merupakan manifestasi yang terlihat (atau lebih tepatnya terdengar) dari sebuah persoalan. Akan tetapi, perilaku yang melatarbelakanginya tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui penyitaan benda.

Apabila modifikasi kendaraan tertentu digunakan sebagai medium memperoleh pengakuan sosial, identitas kelompok, ekspresi eksistensial, atau pencarian perhatian, maka penindakan terhadap objek belum tentu secara otomatis mengeliminasi motivasi perilakunya.

Institusi pendidikan, keluarga dan lingkungan sosial mempunyai wilayah intervensi yang berbeda: membentuk pemahaman mengapa kebebasan individual tidak seharusnya dikonstruksikan dengan mengorbankan kenyamanan komunal.

Inilah perbedaan antara kepatuhan karena takut terhadap sanksi dan kepatuhan yang lahir dari kesadaran.

Selengkapnya:
https://cianjur.co/news/euforia-tugu-knalpot-cianjur-apakah-menyelesaikan-persoalan-kenyamanan/

Turut Berduka Cita atas WafatnyaKanaya Whulan / Wulan IstimaharaniCianjur.co menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamny...
14/09/2026

Turut Berduka Cita atas Wafatnya
Kanaya Whulan / Wulan Istimaharani

Cianjur.co menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Kanaya Whulan atau Wulan Istimaharani.

Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, serta banyak orang yang mengenal dan mengikuti perjalanan hidupnya. Namun, karya, semangat, dan kenangan yang pernah beliau hadirkan akan tetap hidup dan menjadi bagian dari cerita yang tidak terlupakan.

Terima kasih atas setiap karya dan jejak baik yang telah ditinggalkan. Sebab seseorang boleh berpulang, tetapi karya dan kebaikan yang pernah diberikan akan selalu memiliki tempat dalam ingatan.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Selamat jalan, Kanaya Whulan.
Karyamu akan tetap dikenang.

Cianjur.co



https://cianjur.co/news/kanaya-whu-meninggal-di-usia-34-tangis-dedi-mulyadi-pecah-saat-mengantar-ke-peristirahatan-terakhir/

Telah terjadi gempa bumi di Java, Indonesia - Kepulauan Seribu berkekuatan 6.5 magnitude, kedalaman 368 KM pada lintang ...
11/09/2026

Telah terjadi gempa bumi di Java, Indonesia - Kepulauan Seribu berkekuatan 6.5 magnitude, kedalaman 368 KM pada lintang -5.52 bujur 106.68. Waktu kejadian 12 Sep 2026 04:23:55 WIB. (Sumber: BMKG)

https://cianjur.co/gempa-bumi-realtime-java-indonesia-272/

Gempa Java Indonesia 6.5 magnitude, kedalaman 368 KM, lintang -5.52 bujur 106.68, terjadi pada tanggal 12 Sep 2026 pukul 04:23:55 WIB

gempa bumi di Java, Indonesia berkekuatan 2.9 magnitude, kedalaman 40 KM pada lintang -7.65 bujur 106.96. Waktu kejadian...
11/09/2026

gempa bumi di Java, Indonesia berkekuatan 2.9 magnitude, kedalaman 40 KM pada lintang -7.65 bujur 106.96. Waktu kejadian 11 Sep 2026 16:42:40 WIB. (Sumber: BMKG)

Gempa Java Indonesia 2.9 magnitude, kedalaman 40 KM, lintang -7.65 bujur 106.96, terjadi pada tanggal 11 Sep 2026 pukul 16:42:40 WIB

09/09/2026

13 NOVEMBER 2026: KETIKA PROYEKSI MATEMATIS DIBACA SEBAGAI NUBUAT KIAMAT

Sebuah tanggal yang berasal dari literatur ilmiah lebih dari enam dekade silam kembali memperoleh perhatian publik dan belakangan ditempatkan dalam narasi bernuansa apokaliptik: 13 November 2026.

Tanggal tersebut merujuk pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 4 November 1960. Tulisan yang disusun Heinz von Foerster, Patricia M. Mora, dan Lawrence W. Amiot itu bahkan menggunakan judul yang provokatif, yakni “Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026.”

Namun, terminologi tersebut kerap mengalami pergeseran makna ketika dipindahkan dari konteks akademik ke ruang informasi populer.

Artikel tersebut sama sekali bukan ramalan mengenai kehancuran bumi pada 13 November 2026. Para penulisnya justru membangun suatu pendekatan matematis untuk mengamati konsekuensi hipotetis dari pertumbuhan populasi manusia yang berlangsung secara eksponensial dan tidak mengalami koreksi berarti.

Dalam konstruksi matematis tersebut, keberlanjutan pola pertumbuhan yang sama secara teoritis akan membawa sistem menuju suatu kondisi singularitas, yakni keadaan ketika proyeksi jumlah populasi bergerak menuju nilai yang secara matematis tidak terbatas.

Dengan demikian, istilah “Doomsday” tidak seharusnya diperlakukan sebagai penanda tanggal kehancuran planet. Ia merupakan representasi konseptual atas titik ekstrem yang muncul dari asumsi matematis dalam model pertumbuhan populasi tersebut.

Aktivitas pendidikan di Kabupaten Cianjur menghadapi penyesuaian setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau d...
07/09/2026

Aktivitas pendidikan di Kabupaten Cianjur menghadapi penyesuaian setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau mencapai sejumlah wilayah di Cianjur. Sebaran material vulkanik tersebut dilaporkan mulai terlihat di sejumlah kawasan pada Sabtu dini hari 5 septemer 2026 hingga minggu, sehingga pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif di sektor pendidikan.

06/09/2026

**ENAM GUNUNG API DI INDONESIA AKTIF DALAM WAKTU YANG BERDEKATAN!**

Enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia dilaporkan mengalami erupsi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Aktivitas ini tercatat mulai dari Sumatra Utara, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku Utara.

Lantas, apakah kemunculan erupsi di sejumlah gunung ini saling berkaitan?

Atau justru ada penjelasan ilmiah yang bisa menjawab fenomena tersebut?

Berikut enam gunung api yang menjadi perhatian.

**Pertama, Gunung Semeru di Jawa Timur.**

Pada Minggu, 6 September 2026, Semeru kembali mengalami erupsi sekitar pukul 07.51 WIB.

**Kedua, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.**

Gunung ini mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 10.17 WIB. Kolom abu vulkaniknya dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 3,5 kilometer.

**Ketiga, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.**

Pada Minggu pagi, 6 September 2026, aktivitas erupsi tercatat sekitar pukul 06.11 WITA.

**Keempat, Gunung Anak Krakatau.**

Aktivitas erupsi terjadi sejak Jumat malam, 4 September, dan berlanjut hingga Sabtu pagi.

Yang menarik perhatian, muncul fenomena **lava fountain**, yaitu semburan lava pijar yang keluar akibat dorongan dan tekanan magma dari dalam gunung.

**Kelima, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara.**

Pada Sabtu, 5 September 2026, Gunung Ibu kembali menunjukkan aktivitas erupsi sekitar pukul 14.00 WIT.

**Dan keenam, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.**

Gunung ini sebelumnya mengalami erupsi besar pada 27 Agustus 2026.

Dalam peristiwa tersebut, kolom abu vulkanik dilaporkan membumbung hingga sekitar 2.500 meter di atas puncak.

Jadi, apakah aktivitas enam gunung api ini benar-benar saling berhubungan?

Atau hanya kebetulan karena Indonesia memang berada di kawasan yang sangat aktif secara vulkanik?

05/09/2026

Sejumlah warga melaporkan mendengar suara seperti dentuman dalam waktu yang cukup lama.
Bukan cuma terdengar, dalam beberapa video yang beredar, pintu rumah warga bahkan terlihat bergetar.

Di saat yang sama Anak Krakatau memang sedang mengalami erupsi.

Sejumlah pakar kemudian mengaitkan suara yang terdengar di beberapa wilayah tersebut dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau.

03/09/2026

Belajar dari Kebakaran Cilaku: Jangan Biarkan Api Menjadi Bencana

Peristiwa kebakaran di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu, 2 September 2026, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebakaran bukan sekadar persoalan api yang membakar lahan.

Address

Cugenang
Cianjur
43252

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cianjur.Co posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share