Cerita Horor Indonesia

Cerita Horor Indonesia tempat cerita cerita horor �

14/01/2024

Bayangan Gelap di Kamar Tidur

Di suatu sudut rumah tua yang terpencil, terdapat kamar tidur yang terasa menyimpan rahasia yang mengerikan. Di kamar ini, seorang wanita bernama Sarah tengah mengalami pengalaman yang akan membayanginya selama lamanya.

Suatu malam yang sunyi, ketika angin berdesir lembut dan suara gemuruh jauh menggema, Sarah terbangun dari tidurnya. Kebingungannya membuat hatinya berdebar kencang saat ia menyadari adanya bayangan gelap di seberang kamar.

Bayangan itu, seperti seorang entitas tak berwujud, bergerak perlahan-lahan, seakan-akan sedang mengintai. Peningkatan ketegangan di udara membuat nafas Sarah tersengal-sengal, dan sensasi dingin mengalir dalam pembuluh darahnya. Entah apa yang bersembunyi di balik bayangan gelap itu, ia merasa kaku dan takut untuk bergerak, sebagai budaya takut yang diakar dalam batin manusia.

Seiring berjalannya waktu, bayangan itu mulai mendekat, mengisi ruangan dengan aura yang begitu gelap dan mencekam. Tetapi begitu mendekati ranjang Sarah, bayangan itu tiba-tiba menghilang.

Sarah terjebak dalam kebingungan dan rasa takut yang mendalam. Hingga kini, ia tak pernah dapat memahami apakah pengalaman itu hanya sekadar mimpi buruk ataukah sesuatu yang lebih mengerikan yang menunggu di balik tirai kenyataan.

Mungkin ada kekuatan gaib yang tak terdefinisikan atau perasaan asing yang hadir hanya untuk mengguncang kedamaian pikiran manusia. Kisah ini menggambarkan bagaimana ketakutan yang tak berwujud dan ketidakpastian bisa menghantui seseorang bahkan setelah pengalaman tersebut berakhir




Sorotan

11/01/2024

Hantu ‘Teman’ di Pesantren

(Kisah ini dialami oleh seorang lulusan pesantren bernama Fazri Ramdhan)

Cerita mistis di lingkungan pesantren sudah bukan hal yang asing. Entah itu sebuah kebetulan atau apa. Aku tidak bisa menjelaskannya.

Sebagai orang yang pernah ‘nyantri’, aku pun pernah mengalami hal tersebut. Beberapa kali aku mengalami kejadian seram semasa tinggal di pesantren.

Ada satu kejadian yang masih kuingat sampai sekarang, padahal kejadian tersebut sudah belasan tahun berlalu.

Jadi, pada satu malam, aku dan temanku bernama Amin sedang diam di lantai 2 asrama sambil menyetrika baju.

Saat itu, pesantren sedang libur sehingga kami bisa menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan yang kami inginkan karena kegiatan rutin santri diliburkan.

Banyak juga anak-anak yang pulang kampung karena liburan yang cukup lama. Yang tersisa di asrama adalah anak-anak yang rumahnya di pulau seberang seperti Amin atau mereka yang memang tidak mau pulang walaupun dekat seperti aku.

Posisi asrama tepat berada di belakang bangunan sekolah. Jadi, kami menyetrika baju sambil melihat pemandangan bagian belakang bangunan sekolah yang gelap karena lampu kelas tidak dinyalakan.

Lampu jalan pun tidak ada sama sekali. Jadi bisa dibayangkan, di depan asrama keadaannya benar-benar gelap gulita.

Kembali kepada Amin dan aku yang sedang menyetrika. Saat sedang asik menyetrika, aku melihat di bawah ada bayangan orang yang berjalan pergi menjauhi asrama. Kami berdua mengenalinya. Sebut saja namanya Yahya.
Amin lalu memanggilnya sambil agak berteriak karena kami ada di lantai yang berbeda. Yahya pun menyahut. Terjadilah percakapan singkat antara keduanya tapi aku lupa apa isi perbincangannya.

Selesai berbincang, orang itu pergi menjauhi asrama melewati bangunan sekolah yang gelap gulita.Kami pun melanjutkan kegiatan menyetrika sampai tiba-tiba dari dalam kamar ada seorang teman bertanya kepada Amin.

“Min, kamu mengobrol dengan siapa?” tanyanya.
“Si Yahya,” jawab Amin singkat.

“Hah? Dia sudah pulang tadi siang ke Jakarta.”
Aku baru ingat, Yahya memang pulang dijemput oleh keluarganya.

“Ah masa? Lalu yang berbicara denganku barusan siapa?”

Pertanyaan Amin itu kemudian menjadi akhir dari kegiatan kami menyetrika dan kami pun buru-buru masuk ke dalam kamar sementara baju-baju kami biarkan bercecer di meja setrika.

Biarlah, nanti pagi dibereskan dan malam itu kami tidur berdempetan di kasur sempit karena ketakutan.


Sorotan

30/11/2023

Nyi Roro Kidul

Nyi Roro Kidul menjadi cerita horor Indonesia yang melegenda bagi masyarakat Jawa khususnya yang tinggal di daerah pesisir pantai selatan.
Banyak versi yang menyebutkan asal usulnya, salah satunya menyebutkan bahwa ia merupakan putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Pajajaran bernama Putri Kandita.

Kehadiran Putri Kandhita tidak disukai oleh selir dan saudara-saudaranya hingga ia dikutuk oleh seorang penyihir dengan penyakit kusta. Prabu Siliwangi dihasut oleh selir dan anak-anaknya untuk mengusirnya dari kerajaan. Mendengar hal tersebut, Putri Kandita melarikan diri dari kerajaan dan mendapat bisikan ghaib untuk menceburkan dirinya ke laut Jawa bagian selatan.
Setelah itu Putri Kandita sembuh dari kutukan tersebut dan memutuskan untuk tinggal di laut selatan bersama pasukannya hingga kini. Cerita yang menyeramkan dan melegenda adalah larangan memakai baju hijau ketika berkunjung ke pantai selatan.

Bagi siapapun yang memakai pakaian hijau di sepanjang pantai selatan, ia akan tertimpa kesialan yaitu diculik oleh penguasa pantai kidul.
Pertama ia akan dijadikan pasukan kerajaan dan kedua, ia akan dijadikan sebagai pelayan istana Nyi Roro Kidul. Terlepas dari benar tidaknya cerita tersebut, sejumlah masyarakat pesisir laut selatan mempercayai mitos tersebut hingga kini.

09/08/2023

PAMALI

“Perempuan jangan duduk di depan pintu!”

“Jangan pulang malam-malam!”

“Jangan mandi magrib!”

“Jangan menyapu halaman malam!”

Begitulah berbagai macam pamali atau larangan yang dilontarkan ibu kepadaku. Apakah kau mempercayainya?

Sebetulnya aku tak percaya. Namun, saat makhluk aneh itu selalu mengikuti setelah pulang kerja. Mungkin aku mempercayainya.

Makhluk itu entah perempuan atau lelaki. Badannya kekar seperti lelaki, tapi rambutnya panjang seperti perempuan. Bajunya compang-camping penuh darah. Pertama kali aku bertemu dengannya ia membuatku kaget dengan kemunculannya di tengah jalan menghalangi laju motorku. Lalu ia terus mengikutiku bahkan sampai rumah.

Seminggu pertama, aku demam tinggi. Ibu sampai khawatir dengan apa yang terjadi. Ia memberikanku obat dokter pun tak mempan. Sampai akhirnya, ibu membawakan orang pintar ke rumah.

“Ada yang mengikuti anak ibu saat Si Neng pulang kerja. Saat ini masih di sini” ujar bapak-bapak tersebut.

Segera Ibu meminta bapak tersebut mengusirnya. Bapak itu pun membaca sesuatu, lalu seolah berpikir. Kurasakan tubuhku meregang di ambang sadar dan tidak sadar. Perlahan muncul satu bayangan, makhluk tersebut, ia berbicara kepadaku pelan.

“Aku merindukan adikku. Ia sepertimu.” Bayangan itu pun menghilang setelah ia mengucapkan kalimat tersebut. Badanku melemas dan tak sadarkan diri.

Address

Cianjur

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Horor Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cerita Horor Indonesia:

Share

Category