11/12/2024
[16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan] 25 November – 10 Desember
Sejujurnya sudah terlambat saat menulis ini. Tapi awareness harus tetap disebarluaskan demi kebaikan, bukan? Tepat di momen ini, sedikit ingin berbagi kisah terkait kekerasan terhadap perempuan.
Vishaka, begitu namanya disebut. Perempuan seperempat abad yang masih terkurung dari masa lalu yang menyakitkan. Begitu malang nasibnya, dia adalah survivor kekerasan seksual. Kekerasan itu terjadi saat usianya masih belia. Saat kepalanya masih belum bisa mencerna hal buruk itu dengan baik. Hingga akhirnya menjadi mimpi buruk dan luka sampai ia dewasa.
Shaka, begitu namanya dipanggil sehari-hari. Sampai hari ini masih menjalani kehidupan yang abu-abu. Walau perlahan dia sudah mulai bisa melihat warna satu persatu dalam hidupnya. Perjalanannya menuju pulih dan menerima begitu rumit dan sulit. Barangkali manusia lain menganggap, melupakan begitu mudah dilakukan. Baginya, itu adalah peperangan seumur hidup. Jangan tanya berapa kali terjebak dalam momen flashback setiap kali tidur atau tidak sengaja nafasnya seperti tercekat kerap kali bertemu potongan puzzle memori yang lama itu. Hingga tidak sengaja dan tanpa diminta rekaman kejadian buruk itu terulang di kepalanya sangat jelas.
Kali ini, di tahun 2024, dia pelan-pelan bangkit. Walau masih harus tetap menjalani terapi yang sudah berjalan hampir 4 tahun. Sampai-sampai katanya, bosan melakukan rutinitas yang sama. Tapi semua tetap dilakukan agar fungsinya sebagai manusia kembali. Bisa menjalani hidup selayaknya manusia normal. Juga, agar dia tidak larut atas kejadian yang bukan salahnya. Dirinya masih harus berjuang menerima bahwa dia adalah survivor.
Shaka, barangkali kamu lupa. Kamu berharga. Tetap hidup dan tertawa seperti sebelumnya, ya! Pelan-pelan, warna itu pasti akan kembali.
*Bukan nama sebenarnya.