07/10/2021
Candi Sumberawan Dalam Historis
👍🙏Like & Share
Berdasarkan bentuk yang tertulis pada bagian "batur" dan "dagoda", diperkirakan Candi Sumberawan dibangun sekitar abad 14. Candi tersebut terbuat dari batu andesit, yang berukuran panjang 6,25 meter, lebar 6,25 meter, dan tinggi 5,23 meter.
Candi Sumberawan terdiri dari kaki, dan badan berwujud stupa. Pada batur candi yang tinggi terdapat "selasar", dan kaki candi memiliki "penampil" di keempat sisinya.
Di atas kaki candi, berdiri stupa yang terdiri atas "lapik" bujur sangkar, dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan padma. Sedangkan bagian atas berbentuk genta, yang puncaknya telah hilang.
Diduga, karena ada kesulitan dalam pemugaran bagian teratas dari tubuh candi, maka terpaksa bagian tersebut tidak dipasang kembali. Kemungkinan, puncaknya dulu tidak dipasang atau dihias dengan payung atau "chattra", karena sisa-sisanya tidak ditemukan sama sekali.
Chattra adalah anatomi stupa yang posisinya berada paling atas, yang berbentuk payung bersusun tiga di atas "yasti".
Sebuah stupa terdiri atas sebuah kubah, diletakan di atas sebuah alas yang ditinggikan dalam satu atau dua tingkat, dan di atas kubah tersebut, terdapat sebuah "harmika" yang terdiri atas dasar, dan sebuah as roda atau batang yang menopang payung-payung (roda-roda berbentuk bulat).
Bila dilihat bentuknya hanya berupa stupa, tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya, diperkirakan candi Sumberawan memang dibangun untuk pemujaan.
selengkapnya klik:
https://www.klikwarta.com/ekspedisi-purbakala-sumberawan-candi-budha-era-majapahit
Kita tinggal di Nusantara. Budaya di Nusantara, adalah milik kita. Karena kitalah, pemilik sesungguhnya Budaya Nusantara. Sepatutnya, Budaya di Nusantara ini, kita jaga, kita rawat, dan kita lestarikan. Karena Budaya kita, Budaya Nusantara.