D8lapan Creative & Photography

D8lapan Creative & Photography D8lapan Photography

27/10/2013

Tipe Seorang Fotografer
Belajar fotografi

Bagi kawan-kawan yang ingin mendalami fotografi namun tidak memiliki dasar pendidikan fotografi formal, tidak usah khawatir. Selain sudah banyak kursus dan workshop fotografi, kawan - kawan juga dapat belajar memotret secara otodidak. Setidaknya, para peserta pameran kali ini kebanyakan mengaku tidak belajar fotografi formal, namun tak menghalangi semangat untuk terus berkarya. Menurut anggota Kokang Unpas, orang-orang yang menekuni fotografi dari latar belakang pendidikan yang beragamlah yang sebenarnya memiliki warna tersendiri. “Misalnya, mahasiswa desain atau arsitektur yang belajar fotografi, mereka punya pengetahun lebih tentang membuat konsep, warna, cahaya, unsur seni rupa, gambar, bantuk dan sebagainya,” ucapnya. Untuk menambah pengetahuan fotografi, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah berkumpul bersama orang-orang yang punya minat sama. Bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) fotografi kampus, misalnya, boleh jadi akan membuat hunting foto lebih asyik. Rojerry mengatakan, kalau untuk mendalami fotografi juga sebaiknya terus mencari referensi foto sebanyak-banyaknya.

FOTOGRAFI DASAR

Jika kita lihat dari cara kerja kamera, maka bisa kita di bagi 4 jenis:

1. Range Finder (RF)/Penemu Jarak
Lubang pengamat (view finder) terpisah dari lensa pengambil gambar.

2. Single Lens Reflex (SLR)/Refleks Lensa Tunggal
Lubang pengamat (viewfinder) itu menyatu dengan lensa pengambil gambar. Kamera jenis ini yang sangat popular dan masih di produksi oleh produsen kamera. Dan SRL juga di bagi menjadi analog dan digital.

3. Twin Lens Reflex (TLR)/Refleks Lensa Kembar
Kamera jenis ini menggunakan 2 lensa, 1 sebagai pengamat dan 1 sebagai pengambil gambar

4. View Camera/Kamera View
Kamera jenis ini terdiri dari 2 panel, panel depan untuk menyangga lensa dan panel belakang untuk menyangga film dan tabir untuk melakukan penajaman gambar, kedua panel tersebut dihubungkan dengan selubung akordeon atau dengan kata lain disebut bellows.

PREDI = Jepret Jadi

Sudah cukup lama saya ada dilingkungan fotografi, dan saya selalu memperhatikan orang orang yang s**a atau tertarik akan dunia ini. Bahkan ada beberapa teman saya yang serius menjadikan fotografi sebagai sandaran hidup mereka. Selama saya amati ada beberapa tipe yang seorang fotografer menurut pandangan saya.

Pertama : Fotografer komersial
Kedua : Fotografer Hobi
Ketiga : Fotografer “panasan”
Keempat : Fotografer PREDI

Saya akan coba mengulas ke empat tipe fotografer menurut pandangan saya.

FOTOGRAFER KOMERSIAL
Ia adalah seorang fotografer karir yang merintis dari nol, atau mengikuti sejak orang tua. Jelas sekali fotografer ini akan menjalani profesi sebagai wartawan, fotografer majalah, fotografer untuk media iklan atau yang lebih ringkas fotografer yang “money oriented”. Hasil karya nya selalu di ukur dengan uang. Tapi fotografer ini jelas sekali menguasai teknik fotografi yang benar. Dan untuk mencapai karir nya mereka telah melalui lebih dari 10 tahun dan konsisten di bidang ini.

FOTOGRAFER HOBI
Yang ini berbeda dengan fotografer komersial, ia sering memotret apa yang ia mau, dan mendokumentasikannya untuk di nikmati sendiri atau keluarga dekat saja. Saya sering menjumpai fotografer ini, misalnya di taman dekat rumah, ia s**a sekali memotret bunga, pemandangan pohon, binatang kecil dsb. Pernah saya pertanya untuk apa foto foto itu semua? Ia hanya menjawab “ah iseng - iseng saja untuk di pandangi di rumah”. Jawaban yang simple tapi memiliki arti luas. Yang jelas hasil karya nya hanya untuk kepuasan batin semata.

FOTOGRAFER “PANASAN”
Ini saya lumayan sering saya mengikuti di acara-acara hunting, workshop atau pertemuan pertemuan fotografer amatir. Mereka hanya memamerkan gear yang mereka pake. Dari kamera terkini, lensa termahal, perangkat high end dsb. Fotografer ini lebih mementingkan style dari pada memotret. Dan mereka umumnya “panasan” jika melihat teman atau yang lain memiliki gear yang lebih baik dari yang ia punya. Ada sindiran sinis yang pernah saya dengar “yang penting gaya, baru foto” kedengarannya lucu yah. Itulah mereka, yang lebih mementingkan “sosialisasi/gaul” dari pada esensi yang sebenarnya dari bidang fotografi. Justru dari ketiga tipe fotografer diatas yang paling “dahsyat” adalah yang KE EMPAT.

FOTOGRAFER PREDI = JEPRET JADI
Tipe ini sering saya dapatkan di daerah pinggiran kota, atau kalangan menengah bawah. Fotografer ini memang mirip dengan fotografer komersial, dimana uang adalah ukurannya, namun mereka memiliki talenta dan memiliki kemauan untuk menghasilkan foto yang cukup bisa “menjual lebih”, tapi saying nya mereka sering ke bentur sama tradisi atau kebiasaan yang sudah turun temurun di daerahnya. Mereka sering terjebak dengan mitos “Jepret Jadi” dan client membayar sejumlah uang. Client tipe ini hanya mementingkan hasil foto yang terang, jelas, dan ada wajah si client atau keluarga nya saja. Yang saya lihat selama ini, fotografer PREDI sudah menjalani bisnis foto lebih dari 10 tahun, bahkan ada yang sudah 2 generasi. Namun perkembangan dari alat, atau hasil foto itu tidak banyak berubah, dengan kata lain bisnis nya berjalan sangat lambat. Kenapa demikian? Hasil pengamatan saya, ada beberapa penyebab,

1. Kurang “bergaulnya” fotografer tersebut dengan fotografer yang lebih maju darinya.

2. Ke engganan mengikuti tren foto yang ada, kenapa? Karena dia selalu di benturkan dengan budget client yang minim.

3. Hasil dari PREDI, biasanya tidak di investasikan balik ke alat yang lebih.

4. Tidak maunya membuka pasar/market baru. Mereka lebih cenderung berkutat dengan lingkungan sekitar saja.

Memang jujur, tidak semua fotografer ini gagal dalam membesarkan bisnisnya. Ada juga yang sukses dan memeliki beberapa outlet di daerah luar lingkungannya. Namun jumlahnya tidaklah banyak 1 banding 5 yang sukses.

NAH ANDA TERMASUK TIPE FOTOGRAFER YANG MANA???

Address

Bekasi
17122

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when D8lapan Creative & Photography posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category