24/07/2020
“Assalamu’alaikum, Ukhti... Bagi nomor WA-nya dong”
Suara ini sepertinya tidak asing bagi perempuan. Yups, suara buaya, tepatnya laki-laki buaya. Padahal buaya itu tergolong binatang yang setia. Bahkan, apabila si betina terlebih dahulu mati, maka buaya jantan tidak akan kawin lagi atau mencari pasangan lain.
Tapi buaya darat kerap dilekatkan kepada laki-laki genit yang s**a menggombal sana-sini dan sering mempermainkan perasaan wanita. Dan akhirnya si wanita jadi baper.. hayo siapa yang pernah baper sama buaya. (haha)
Lelaki buaya darat termasuk perayu ulung dalam merayu dan memuji wanita, mudah mengumbar janji dan berbicara manis tanpa bukti.
Ketika ia mudah mengungkapkan kata cinta padamu, ia juga terkesan mudah mengungkapkan cintanya pada oranglain.
Saat kita terjebak oleh permainan mereka, apa yang harus kita lakukan? Tipsnya berdoa dan tenang agar bisa berpikir jernih.
Tidak nyaman itu iman. Jangan mau dirayu. Jangan mandang ketampanan dan jabatan, lihatlah akhlaknya dalam bergaul dengan wanita. Punyailah prinsip, “tidak mau menjalin cinta sebelum pernikahan”.
Tapi bicaralah baik-baik dengan dia, jangan sok gaya “Saya nggak mau”, justru malah mengundang semangat si lelaki untuk “Petrus jakendor, wah tantangan bagi saya nih.”
Biasa saja, menghindar pelan-pelan, tidak usah mencaci, tidak usah mengolok hehe..
Karena laki-laki punya seribu akal untuk bisa menggaet seorang wanita. Bisa saja dia malah makin bergaya sok sholeh, rajin ke masjid, kemana-mana pake gamis, pegang mushaf dan tasbih, dan berbagai pencitraan lainnya. Tapi jangan terpengaruh, tetap saja bilang ‘tidak’, jangan mau didekati, kalau memang berubah beneran, coba langsung suruh dia datang ke orangtua kamu untuk melamar. Laki-laki yang baik dan serius adalah jika ia datang untuk melamarmu, selain itu cinta laki-laki hanyalah kepalsuan.
Semoga kita dijauhkan dari laki-laki buaya ya, Girls.. dan kalaupun ada yang mau dekati kita, semoga langsung dekati orangtua kita untuk meminang.