04/05/2022
Melasti dalam rangkaian Karya Mamungkah lan Padudusan Agung ring Pura Penataran Jehem.
Beberapa Lontar dalam bahasa Jawa Kuno menyebutkan ” Melasti ngarania ngiring prewatek dewata angayutaken laraning jagat, papa klesa, letuhing bhuwana”.
Berdasarkan kutipan Lontar tersebut maka tujuan Melasti antara lain :
1. Ngiring prewatek dewata, artinya memuja Tuhan dengan segala manifestasinya yang bertujuan agar dapat mengikuti tuntunan para dewa sebagai manifestasi Tuhan. Dengan mengikuti tuntunan Tuhan, manusia akan mendapatkan kekuatan suci untuk mengelola kehidupan di dunia ini.
2. Anganyutaken laraning jagat, artinya menghayutkan penderitaan masyarakat. Melasti bertujuan untuk memotivasi umat secara ritual dan spiritual untuk melenyapkan penyakit-penyakit sosial. Penyakit sosial itu seperti kesenjangan antarkelompok, permusuhan antargolongan, wabah penyakit yang menimpa masyarakat secara massal, dan lain-lain. Setelah melasti semestinya ada kegiatan-kegiatan nyata untuk mencari solusi berbagai persoalan sosial tersebut.
3. Anganyutaken Papa klesa, artinya melasti bertujuan menuntun umat agar menghilangkan kepapaannya secara individual. Ada lima klesa yang dapat membuat orang papa yaitu; Awidya : Kegelapan atau mabuk, Asmita : Egois, mementingkan diri sendiri, Raga : pengumbaran hawa nafsu, Dwesa : sifat pemarah dan pendendam, Adhiniwesa : rasa takut tanpa sebab, yang paling mengerikan rasa takut mati. Kelima hal itu disebut klesa yang harus dihilangkan agar seseorang tidak menderita.
4. Anganyutaken Letuhing Bhuwana, artinya menghayutkan kekotoran alam. Melasti bertujuan untuk mengembalikan kelestarian alam lingkungan atau dengan kata lain menghilangkan sifat-sifat manusia yang merusak alam lingkungan dengan jalan merawat sumber air, tanah, udara, dan lain-lain.
5. Ngamet sarining amerta ring telenging segara, artinya mengambil sari-sari kehidupan dari tengah lautan.
Melasti mengandung muatan nilai-nilai kehidupan yang sangat universal untuk melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta memperoleh air suci (tirta amerta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber mata air yang disucikan.