22/12/2025
Gunung Sangiang Api, C***r Alam Indah di Bima yang Tak Boleh Didaki
Gunung Sangiang Api atau Sangeang di Pulau Sangiang, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung berapi ini menghadirkan panorama cantik nan mempesona.
Gunung Sangiang Api menjadi salah satu gunung berapi aktif selain Gunung Rinjani di Lombok Timur, dan Gunung Tambora di Bima Dompu, NTB. Ciri khasnya ada dua kerucut vulkanik yang terpandang saat cahaya sunrise dan sunset membelakangi gunung ini.
Bahkan salah satu konten kreator, musisi, penulis yang juga penggiat pecinta alam, Fiersa Besari, sempat merencanakan proyek feature-dokumenter (featdok) berserinya, Jalur Sunyi ke Gunung Sangiang Api. Namun, Fiersa harus mengurungkan niat karena status gunungnya berapi, dan c***r alam.
1. Ketinggian Gunung Sangiang Api
Gunung Sangiang Api kini memiliki ketinggian 1.949 meter di atas permukaan laut (Mdpl) lebih pendek dari Gunung Rinjani 3.726 mdpl dan Gunung Tambora 2.851 mdpl. Namun uniknya, Gunung Sangiang memiliki dua puncak dengan ketinggian berbeda.
Puncak tertinggi dari Gunung Sangiang yakni Doro Api dengan ketinggian 1.949 meter sedangkan kedua Doro Mantoi setinggi 1.795 meter. Gunung ini tercatat terakhir meletus pada Mei 2014, dari letusan itu tidak disebutkan adanya perubahan ketinggian.
2. Sejarah Gunung Sangiang
Berdasarkan berbagai sumber yang kami rangkum, Gunung Sangiang jenis Stratovolcano ini berada di Pulau Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB.
Banyak cerita turun temurun yang tersebar sampai saat ini. Dimana gunung ini awalnya bernama Gunung Sang Hyang yang ditemukan sejak abad ke 14 di jaman Majapahit Nagarakretagama.
Gunung Sangiang disebut menjadi salah satu gunung yang diagungkan masyarakat di Bima. Sehingga masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk menghormati peraturan dan tidak mencoba untuk mendaki Gunung Sangiang.
3. Penduduk Asli Pulau Sangiang
Disebutkan jika penduduk asli disana menamai diri mereka sebagai warga Sangiang, yang telah tinggal sebelum adanya kerajaan Bima. Namun secara pasti asal usul masih belum diketahui.
Ada yang menyebut jika warga Sangiang masih memiliki kekerabatan dengan penduduk Palue di Gunung Rokatenda, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga Palue menyebut dirinya sebagai Attapalue sedangkan warga Sangiang Attasangia.
4. Memiliki Desa Wisata Sangiang
Penduduknya memiliki kerajinan unik yakni menjadi pengrajin kapal pinisi terbaik dan terbesar di Kabupaten Bima yang telah ada turun temurun. Harga kapal bisa dihargai Rp 3-5 miliar. Bahkan kapal yang dibuat menjadi salah satu kapal yang dibanggakan berbagai negara.
Tak hanya itu, penduduk disana juga bertenun yang telah dilakoni turun temurun, untuk makanan masyarakat di Pulau Sangiang gemar membuat jajan dodolwera yang juga menjadi ciri khas Kabupaten Bima.
5. Wisata Bahari yang Mempesona
Pulau Sangiang menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan untuk pecinta alam bawah laut. Snorkeling dan diving di sini menjadi hal yang ditunggu-tunggu karena ikan dan biota lautnya menarik untuk diabadikan.
Panorama sunrise hingga sunset bahkan menjadi hal yang menarik lainnya dan patut ditunggu-tunggu wisatawan yang berkunjung kesana.
Source : Pesona Bima Dompu