Jelajah Sumbawa

Jelajah Sumbawa Ini Sumbawa. Tanah Surga. The Golden Island! 🍍 Mengabarkan Keindahan Pulau Sumbawa (KSB, Sumbawa Besar, Dompu, Bima, Kota Bima) pada dunia

Benerrrr juga.Ahhh banggaaa banget sama kalian!
14/02/2026

Benerrrr juga.
Ahhh banggaaa banget sama kalian!

DENTUMAN MERIAM DAN KASIH SAYANG SULTAN: SEBUAH CATATAN AKHIR TAHUN 1945Museum Samparaja, 3 Januari 2026 – Di balik etal...
05/01/2026

DENTUMAN MERIAM DAN KASIH SAYANG SULTAN: SEBUAH CATATAN AKHIR TAHUN 1945

Museum Samparaja, 3 Januari 2026 – Di balik etalase kaca dan tumpukan arsip tua, terselip sebuah cerita tentang bagaimana seorang pemimpin menjaga hati rakyatnya.

Mundur sejenak ke masa lalu, tepatnya 31 Desember 1945. Suasana dunia sedang tidak menentu. Jepang baru saja bertekuk lutut pasca bom atom, sementara Belanda yang membonceng Sekutu mencoba kembali menancapkan kuku. Di perairan Teluk Bima, kapal perang Australia bersandar dengan gagah, membawa serta atmosfer perang yang masih pekat.

Malam itu, para awak kapal ingin merayakan pergantian tahun menuju 1946. Namun, bukan kembang api warna-warni yang mereka persiapkan, melainkan dentuman meriam perang. Bisa dibayangkan, di telinga rakyat yang masih trauma akan peperangan, suara ledakan tengah malam bukan dimaknai sebagai pesta, melainkan sinyal bahaya. Ketakutan, kepanikan, dan bayangan perang yang pecah kembali bisa saja menghantui tidur masyarakat Bima malam itu.

Di sinilah kepekaan hati Kesultanan Bima berbicara.
Sebuah "Soerat-Kawat" (Telegram) bernomor 428/9SB dilayangkan dengan status "Tjepat Sekali". Tureli Nggampo*, atas nama Seri Sultan Bima, mengirimkan instruksi kepada segenap Jeneli*.

Isi surat itu bukan tentang strategi politik atau mobilisasi pasukan, melainkan sebuah pesan perlindungan mental bagi warganya.

Tertulis jelas permohonan Sultan:
"Diminta soepaja pendoedoek djangan terkejut dan chwatir apabila mendengar boenji meriam itoo."

Sultan memerintahkan para Jeneli untuk menyiarkan kabar ini dengan segera. Mengapa? Karena Beliau tidak ingin rakyatnya terbangun dalam ketakutan. Beliau tidak ingin detak jantung rakyatnya berpacu karena panik mengira perang kembali meletus. Sultan ingin memastikan bahwa meskipun ada kapal perang asing dan dentuman meriam, rakyatnya bisa tetap merasa aman dan tenang.

Secarik kertas kuning yang kini tersimpan di Museum Samparaja ini menjadi saksi bisu. Bahwa di tengah gejolak politik global dan ancaman militer yang nyata, seorang Sultan tetap menempatkan ketenangan batin rakyat kecil sebagai prioritas utama.

Itulah wujud cinta yang sejati dari seorang pemimpin. Bukan hanya melindungi raga dari peluru, tetapi menjaga jiwa rakyatnya dari rasa takut. Sebuah pelajaran kepemimpinan yang tak lekang oleh zaman.

​*Jenoli: Merupakan jabatan adat atau pejabat di wilayah Kesultanan Bima yang bertugas di tingkat distrik/kecamatan atau desa.

​*Tureli Nggampo: Salah satu jabatan tinggi dalam struktur pemerintahan Kesultanan Bima (Majelis Hadat), yang bertugas mengurus urusan dalam negeri atau keamanan wilayah (semacam Menteri Dalam Negeri/Keamanan).

SourceFoto dan Cerita : Bunda Dewi Ratna Muchlisa

Gunung Sangiang Api, C***r Alam Indah di Bima yang Tak Boleh DidakiGunung Sangiang Api atau Sangeang di Pulau Sangiang, ...
22/12/2025

Gunung Sangiang Api, C***r Alam Indah di Bima yang Tak Boleh Didaki

Gunung Sangiang Api atau Sangeang di Pulau Sangiang, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung berapi ini menghadirkan panorama cantik nan mempesona.

Gunung Sangiang Api menjadi salah satu gunung berapi aktif selain Gunung Rinjani di Lombok Timur, dan Gunung Tambora di Bima Dompu, NTB. Ciri khasnya ada dua kerucut vulkanik yang terpandang saat cahaya sunrise dan sunset membelakangi gunung ini.

Bahkan salah satu konten kreator, musisi, penulis yang juga penggiat pecinta alam, Fiersa Besari, sempat merencanakan proyek feature-dokumenter (featdok) berserinya, Jalur Sunyi ke Gunung Sangiang Api. Namun, Fiersa harus mengurungkan niat karena status gunungnya berapi, dan c***r alam.

1. Ketinggian Gunung Sangiang Api

Gunung Sangiang Api kini memiliki ketinggian 1.949 meter di atas permukaan laut (Mdpl) lebih pendek dari Gunung Rinjani 3.726 mdpl dan Gunung Tambora 2.851 mdpl. Namun uniknya, Gunung Sangiang memiliki dua puncak dengan ketinggian berbeda.

Puncak tertinggi dari Gunung Sangiang yakni Doro Api dengan ketinggian 1.949 meter sedangkan kedua Doro Mantoi setinggi 1.795 meter. Gunung ini tercatat terakhir meletus pada Mei 2014, dari letusan itu tidak disebutkan adanya perubahan ketinggian.

2. Sejarah Gunung Sangiang

Berdasarkan berbagai sumber yang kami rangkum, Gunung Sangiang jenis Stratovolcano ini berada di Pulau Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB.

Banyak cerita turun temurun yang tersebar sampai saat ini. Dimana gunung ini awalnya bernama Gunung Sang Hyang yang ditemukan sejak abad ke 14 di jaman Majapahit Nagarakretagama.

Gunung Sangiang disebut menjadi salah satu gunung yang diagungkan masyarakat di Bima. Sehingga masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk menghormati peraturan dan tidak mencoba untuk mendaki Gunung Sangiang.

3. Penduduk Asli Pulau Sangiang

Disebutkan jika penduduk asli disana menamai diri mereka sebagai warga Sangiang, yang telah tinggal sebelum adanya kerajaan Bima. Namun secara pasti asal usul masih belum diketahui.

Ada yang menyebut jika warga Sangiang masih memiliki kekerabatan dengan penduduk Palue di Gunung Rokatenda, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga Palue menyebut dirinya sebagai Attapalue sedangkan warga Sangiang Attasangia.

4. Memiliki Desa Wisata Sangiang

Penduduknya memiliki kerajinan unik yakni menjadi pengrajin kapal pinisi terbaik dan terbesar di Kabupaten Bima yang telah ada turun temurun. Harga kapal bisa dihargai Rp 3-5 miliar. Bahkan kapal yang dibuat menjadi salah satu kapal yang dibanggakan berbagai negara.

Tak hanya itu, penduduk disana juga bertenun yang telah dilakoni turun temurun, untuk makanan masyarakat di Pulau Sangiang gemar membuat jajan dodolwera yang juga menjadi ciri khas Kabupaten Bima.

5. Wisata Bahari yang Mempesona

Pulau Sangiang menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan untuk pecinta alam bawah laut. Snorkeling dan diving di sini menjadi hal yang ditunggu-tunggu karena ikan dan biota lautnya menarik untuk diabadikan.

Panorama sunrise hingga sunset bahkan menjadi hal yang menarik lainnya dan patut ditunggu-tunggu wisatawan yang berkunjung kesana.

Source : Pesona Bima Dompu

Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sumbawa. Permainan tradisional khas daerah yang dikenal dengan nama Rabanga, ki...
01/12/2025

Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sumbawa. Permainan tradisional khas daerah yang dikenal dengan nama Rabanga, kini resmi “naik kelas” menjadi Palentong dan untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang Turnamen Antar Kampung (Tarkam) Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Tahun 2025.
Turnamen ini resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, M.P, pada Jumat pagi (28/11/2025), yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Ketua TP-PKK Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Sumbawa, serta Ketua Tim Tarkam Wilayah Timur Kemenpora.
Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Semua Runners Sumbawa dan mendapat dukungan penuh dari Kemenpora RI serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Masuknya Palentong ke dalam Tarkam Nasional menjadi terobosan budaya yang sangat penting, karena menandai pertama kalinya permainan tradisional Sumbawa tampil di panggung olahraga nasional secara resmi.

Baca Selengkapnya :

Sumbawa, NTB — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sumbawa. Permainan tradisional khas daerah yang dikenal dengan nama Rabanga, kini resmi “naik kelas” menjadi Palentong dan untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang Turnamen Antar Kampung (Tarkam) Nasional Kementerian Pemuda dan O...

17/11/2025

Suara Suku Mbojo, Bima

25/09/2025

📸 LOMBA PHOTOGRAPHY BY LIPUTAN SUMBAWA 2025 🎉

Punya bakat memotret? Yuk, tunjukkan karya terbaikmu!
Liputan Sumbawa mengundang seluruh pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk ikut serta dalam lomba fotografi dengan tema:

✨ Kategori Lomba

Kearifan Lokal (tradisi, adat, budaya, & keseharian masyarakat)

Alam Sumbawa (lanskap, flora, fauna, destinasi wisata)

Ekspresi Diri (selfie, candid, dan freestyle)

💡 Gratis! Tanpa Dipungut Biaya
Cukup kirimkan fotomu dalam format JPEG/PNG/TIFF beresolusi tinggi ke email:
📧 [email protected]
WhatsApp: 0819-0926-6622 | 0812-3496-8884

📅 Pendaftaran & Pengumpulan Karya: 1 Oktober – 30 November 2025
🏆 Pengumuman Pemenang: 15 Desember 2025

🎁 Total Hadiah Jutaan Rupiah! + Extra Bonus dari Sponsor ✨ Luveshinebeauty Skincare

Jangan biarkan karya fotomu hanya tersimpan di galeri. Saatnya tunjukkan kreativitasmu, abadikan keindahan Sumbawa, dan raih kesempatan jadi juara!

[ADS]Anak makin besar, file makin numpuk. Jangan sampe hilang.Scan raport, video pentas, foto liburan, tugas sekolah, fi...
11/06/2025

[ADS]

Anak makin besar, file makin numpuk. Jangan sampe hilang.

Scan raport, video pentas, foto liburan, tugas sekolah, file kerjaan—semuanya penting, tapi sering tercecer.

Aku pakai Google Drive kapasitas besar yang sekali bayar, tanpa iuran bulanan, dan bisa dipakai sampai tua.

Kalau teman-teman butuh juga, silahkan japri ke wa wa.me/6281915952559

Tenang, bukan MLM 😁

Tersedia kapasitas :

🏷️ 100gb
🏷️ 200gb
🏷️ 1 Tera (bonus canva 1 tahun)
🏷️ 2 Tera (bonus canva unlimited)

✅ ‌Legal dan Aman
✅ ‌Kapasitas Besar
✅ ‌Khusus Untuk Penyimpanan
✅ ‌Bayar Sekali Bisa Dipakai Seumur Hidup
✅ Bisa tambah kapasitas kapan aja maksimal 2 Tera

Address

Sumbawa Besar
84315

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jelajah Sumbawa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jelajah Sumbawa:

Share