06/10/2024
Tari Turuk Langgai adalah sebuah kesenian yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, tepatnya di pulau Mentawai. Tari Turuk Langgai ini adalah salah satu kesenian tari yang sangat kuat ikatannya dengan alam. Terlihat dengan jelas dari gerakan Tari Turuk Langgai, Gerakannya banyak diangkat dari lingkungan sekitar yang menirukan gerakan-gerakan hewan seperti capung dan bangau.
Awalnya tari Turuk Langgai ini merupakan bagian dari upacara pengobatan, yang melibatkan dukun (Sikerei). Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, sekarang tarian ini lebih sering dijadikan sebagai pertunjukan dan hiburan.
Ada beberapa properti yang digunakan dalam tari Turuk Langgai ini, antara lain :
Manik-manik
Manik-manik merupakan aksesoris pengikat yang diletakkan di kepala si penari (Sikerei).
Dedaunan
Dedaunan dipegang di kedua tangan sambil menari, dan juga diselipkan di punggung bagian belakang sebagai ekor.
Bulu unggas
Bulu unggas gunanya untuk diletakkan di kepala.
Dalam Tari Turuk Langgai ini, dikenal adanya istilah “disetujui atau tidak”. Bila upacara disetujui oleh roh-roh halus, maka boleh dilanjutkan. Bila tidak, maka akan berisiko didatangi roh-roh jahat yang akan membawa bencana, seperti penyakit hingga kematian.
Prosesi tarian ini biasanya dilakukan pada malam hari, karena masyarakat Mentawai percaya bahwa komunikasi antara roh gaib dengan para Sikerei akan berjalan lebih lancar di waktu tersebut. Tujuan dilakukan tari Turuk Langgai adalah untuk menghibur roh gaib, agar roh gaib itu tidak meninggalkan yang ada di tubuh pasien. Karena jika roh tersebut pergi, maka si pasien akan meninggal dunia.
Bukan hanya itu, tari Turuk Langgai khas Mentawai ini juga berfungsi sebagai penyampai nilai-nilai luhur untuk semua masyarakat, misalnya seperti nilai persatuan, kemakmuran, cinta kasih dan perdamaian antar suku.
Pengikut Sorotan