RA Vadin

RA Vadin Pewarta foto, penggiat fotografi, dan ayah tiga anak laki-laki. Mencoba berbagi, sejauh mata memanda

.MAGRIB DI CISARUADi lereng Cisaruamagrib turun pelanseperti ibu yang menutup jendelaagar dingin tak masuk terlalu jauh....
09/05/2026

.
MAGRIB DI CISARUA

Di lereng Cisarua
magrib turun pelan
seperti ibu yang menutup jendela
agar dingin tak masuk terlalu jauh.

Kabut menggantung
di antara pucuk teh dan suara motor pulang,
azan mengalir dari surau kecil
melewati atap seng yang basah oleh sore.

Anak-anak berhenti bermain,
langit berubah ungu tembaga,
dan burung-burung terakhir
mencoret senja dengan sayap yang letih.

Di warung pinggir jalan
uap kopi naik bersama doa-doa sederhana,
sementara lampu mulai menyala satu-satu
seperti bintang yang ditanam manusia.

Magrib di Cisarua
tak pernah benar-benar sunyi
ia penuh suara kecil:
sendok beradu kopi,
langkah sandal menuju masjid,
dan hati yang perlahan pulang
setelah seharian tersesat di ujung jalan.

27/04/2026

.
"Sampai Titik Terakhirmu"

Saat nonton film itu jadi teringat perjuangan kakak sulung berjuang melawan

Mencatatnya dalam lirik lagu, untuk terus mengenang keteguhan hatinya dalam berupaya pulih. Sekaligus berhikmah atas kepulangannya.

Foto ini adalah momen terakhir kami terekan bersama bertiga pada 2015. Tiga tahun sebelum kepulangannya.

Al fatihah. 🀲🏼

14/04/2026

.
TAHUKAH KAMU(?)

Di masa Orde Baru, era pemerintahan Presiden Soeharto, terjadi pelarangan terhadap lagu "cengeng. Jadi saat itu tak hanya (beberapa) buku yang dilarang.

Perintah ini ditegaskan Menteri Penerangan Harmoko pada perayaan HUT TVRI ke-26, 24 Agustus 1988.

Alasannya pemerintah mengkhawatirkan lagu sedih membuat mental bangsa menjadi lemah/cengeng dan tidak produktif.

Lagu yang terdampak selain "Hati yang Luka", juga "Gelas-Gelas Kaca" dari Nia Daniaty dan karya-karya pop melankolis lainnya.

Barangkali lagu yang sedang terdengaf ini juga akan dilarang. Mungkin kecerdasan buatan (AI) yang ikut membantu membuat musik dan ilustrasinya turut "ditangkap".

Padahal AI jadi hal seru saat dibawa ke suasana personal yang manusiawi. Termasuk bercengeng ria. 😊

12/04/2026

.
HATI-HATI!
Slide terakhir pada video bikin netizen gumoh

Ceritanya kembali berikhtiar keras untuk konsisten membaca dan menulis sekian halaman saban hari. Nyatanya kalau buntu ya mentok. Yang diketik malah (belagu) lelaguan, jadi salah satu cara agar tetap di depan komputer.

Ide muncul gegara baca unggahan di status WA ibune bocahan tentang pelatihan di sekolahnya tentang (anti) perundungan.

Lumayan lah, untuk jeda sejenak. Walau Mbak AI mesti banyak disuguhi singkong rebus agar fasih berbahasa Indonesia. 😁

Lagu silakan diulik lanjut, langsung diputar di sekolah juga boleh.

Colek juga Bu Kepsek .wawi yang punya grup musik di timur Jawa Timur. 😊

Monggo komentar, kritik, dan sarannya. Siapa tau bisa jadi bersuara perunggu. Tak perlu perak, apalagi emas. ✌🏼

.NGAPAIN PULANG?Selain berziarah ke makam bapak, kakak, dan keponakan, ada satu hal yang selalu terasa perlu: "mencium" ...
15/03/2026

.
NGAPAIN PULANG?

Selain berziarah ke makam bapak, kakak, dan keponakan, ada satu hal yang selalu terasa perlu: "mencium" kaki ibu. Selagi Beliau masih sehat, masih rajin mengangkat tangan dan menyebut nama anak-cucunya dalam doa.

Ada sesuatu yang tak bisa digantikan oleh panggilan telepon, pesan singkat, atau kiriman uang. Sentuhan tangan ibu di kepala, dan kita yang menunduk di kakinya, sebuah gestur sederhana yang menyimpan banyak hal: rasa hormat, rindu, juga pengakuan bahwa sejauh apa pun kita berjalan, tetaplah anak kecil di hadapan doa seorang ibu.

Pulang kampung juga menjadi cara meneladankan bakti pada orang tua, terutama ibu. Bukan lewat ceramah panjang, tapi lewat contoh yang dilihat langsung oleh anak-anak. Bahwa menghormati orang tua bukan sekadar kata-kata, melainkan kebiasaan yang hidup dalam tindakan kecil: datang, menunduk, mencium tangan, dan mendengarkan.

Di saat yang sama, perjalanan ini menjadi cara pelan-pelan mengenalkan anak-anak pada akar mereka, kampung halaman, cerita keluarga, dan jejak-jejak kehidupan dari sisi sang ayah. Supaya mereka tahu bahwa keluarga tidak hanya dimulai dari rumah tempat mereka tinggal sekarang, tetapi juga dari jalan-jalan kecil, rumah lama, dan makam-makam yang menyimpan sejarah keluarga.

Pulang kampung kali ini terasa lebih istimewa karena berbarengan dengan hari jadi ibune bocah-bocah. Perjalanan ini justru menjadi hadiah darinya. Sebuah kesetiaan selalu untuk menemani kami. Bahkan setelah awal Ramadan kemarin kami juga pulang kampung.

Kadang pulang bukan karena ada yang harus dikerjakan. Pulang lebih karena ada yang masih bisa dipeluk, didoakan, dan dimintai doa.

Selagi masih ada.

.Halo sobat fotografi!Kabar gembira untuk para pecinta fotografi yang ingin meningkatkan skill & pengetahuannya terkait ...
25/02/2026

.

Halo sobat fotografi!

Kabar gembira untuk para pecinta fotografi yang ingin meningkatkan skill & pengetahuannya terkait fotografi, Yuk!

Daftar & ikuti seminar yang diadakan oleh KMF Kalacitra !!

Seminar "Narasi di Balik Lensa: Teknik Menceritakan Kisah & Peristiwa Melalui Rangkaian Foto"

Bersama: .vadin
(Pengajar Foto Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Kamis, 26 Februari 2026
13.00 WIB - Selesai

Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan

Benefits:
β€’ Ilmu yang bermanfaat
β€’ E-Sertifikat
β€’ Relasi

Tautan Pendaftaran Seminar:
https://forms.gle/Hbbbi562EDRHrx6H6

GRATIS!!!

Ditunggu kehadirannya ya!

NAGA SANG ABIMANYUDulu seorang kawan kerja perempuan mengingatkan untuk jaga omongan, karena berpotensi menyakiti terleb...
26/01/2026

NAGA SANG ABIMANYU

Dulu seorang kawan kerja perempuan mengingatkan untuk jaga omongan, karena berpotensi menyakiti terlebih pada perempuan. Saya tak merasa segitunya, tapi saya ikuti nasihatnya dengan mengulum batu kecil sebagai pengingat. Tentu tak ditelan, kan bukan permen. ☺️

Dulu juga, suatu ketika saya "sowan" ke seorang kiai. Lalu diingatkan agar tak mudah "moro tangan" alias memukul. Karena di tangan kanan saya konon ada ularnya. Jujur saya tak serta merta percaya, tapi diambil hikmahnya saja agar menjaga emosi. Khawatir yang nongol malah naga, tak sekadar ular.

Karena sedemikian mengendapkan, agar tidak asal ngomong terlebih meneriaki, saya jadi sulit menerima teriakan keras walau tak tertuju ke saya. Lebih pada tak nyaman, bisa jadi juga khawatir naga di bawah sadar yang malah terbangun. Kalau benar terjadi bisa berabe, untuk diri sendiri dan orang terdekat.

Seperti saat ada suara getaran kecil pada kaca jendela yang menghadirkan "trauma" saat liputan gempa dahsyat di Nabire, Papua 21 tahun lalu. Ternyata bawah sadar menolak lupa dan masih terteror. Bisa jadi di tiap relung hati dan pikiran kita tersimpan trauma yang tidak atau enggan disadari.

Kapan bisa berdamai? Entah.

Oiya, ini sebenarnya belajar menulis saja sih. Sedikit demi sedikit dan pendek, agar tak hanya melulu berekspresi secara visual.

Eh, apa hubungannya dengan foto? 😁

Jadi Abimanyu, tokoh wayang dalam foto itu, bersumpah dengan emosional pada Dewi Utari jika ia sudah beristri, biarlah ia mati dikeroyok senjata di medan perang. Konsekuensi dari sumpah yang lahir dari gejolak emosi dan situasi sulit ini menjadi kenyataan tragis di perang Baratayuda, di mana ia gugur dikeroyok oleh para Kurawa.

Jadi nyambung kan?
Itu lah praktik literasi visual. *haiyah&halah πŸ˜…

Bukan soal heroik apalagi gagah-gagahan. Lebih pada merayakan keberanian memilih hal baru yang bisa jadi di kampus lain ...
03/12/2025

Bukan soal heroik apalagi gagah-gagahan. Lebih pada merayakan keberanian memilih hal baru yang bisa jadi di kampus lain adalah hal yang biasa saja.

Sebagai pionir di tugas akhir nonskripsi buku foto, keempat mahasiswa ini adalah "pendobrak" di Prodi. Jurnalistik, UIN Jakarta. Buku foto ini diperjuangkan melintasi setidaknya dua kaprodi dan dua rektor.

Sebagai orang yang turut merintis, ini juga jadi hal yang membahagiakan. Termasuk saat mengawal mereka untuk seminar proposal, saya turut berseragam putih-hitam. Kami menjalani dengan gembira, walau terselip was-was karena sekali lagi ini hal baru. Termasuk dalam hal pembimbingan dan pengujian nantinya.

Bahkan dengan tawa selebar gua sempat berseloroh, bahwa kami ini: "Anti SPSS, SPSS, Club". πŸ˜…

Perjalanan menuju sidang akhir masih panjang. "Badai boleh menghadang, pejuang tetap melenggang". *uhuk

10/11/2025


.KULIAH TERAKHIRRandy Pausch adalah profesor Ilmu Komputer, Interaksi Manusia Komputer, dan Desain di Universitas Carneg...
12/10/2025

.
KULIAH TERAKHIR

Randy Pausch adalah profesor Ilmu Komputer, Interaksi Manusia Komputer, dan Desain di Universitas Carnegie Mellon.

Dia didiagnosis menderita kanker pankreas dan memiliki sepuluh tumor di hatiny. Hanya diberi waktu beberapa bulan lagi untuk hidup.

"Kuliah terakhirnya" yang terkenal disampaikan pada tanggal 18 September 2007, dan ia meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 2008.

* Membaca lagi buku ini, mencoba menyelesaikan. Mungkin sedang butuh motivasi untuk tetap teguh mengajar. ☺️

.PAGI TERGESADiselimuti mendung yang sejuk, membetot gas   lama menuju kampus. Selepas menyiapkan   ala kadarnya untuk s...
30/09/2025

.
PAGI TERGESA

Diselimuti mendung yang sejuk, membetot gas lama menuju kampus. Selepas menyiapkan ala kadarnya untuk si thole yang sedang kurang sehat dan tak sekolah. Tapi ia menjawab aman saat akan ditinggal, saya dan Ibune terus memantau.

Sebelumnya sempat berkabar ke kelas bahwa akan terlambat. Eh, alhamdulillah jalanan relatif lancar dibanding kemarin yang lebih "brutal" seperti biasanya. Saling pepet dan senggol adalah keseharian

Mengajar beberapa jadwal, menghadapi beragam karakter. Dari personal mahasiswa dan situasi kelas. Ada yang aktif menghidupkan diskusi, selain kelas yang sontak ramai bersahutan saat komentar hal yang remeh temeh.

Butuh stamina ekstra menghadapi ketidakseriusan, apalagi dengan dosis berlebih. Pengennya "sersan": serius tapi santai. Tapi ada saja yang lebih s**a "bablas" santai akut. Yang mengerikan adalah bonus tatapan mata kosong dan gestur zombi.

Ini yang kecil kemungkinan ditemui jika mengajar workshop. Di mana mereka yang ikut, datang dengan semangat berburu ilmu. Jangan-jangan ketiadaan gairah ini yang membuat langkah pragmatis membeli foto untuk tugas, bahkan membuat ijazah palsu.

Sungguh jalan pintas yang tak pantas.

*Menulis di sisa energi setelah dihajar hujan deras berangin, jadilah sekenanya. Mohon maafkan.☺️

Address

Tanjung Barat
Pasar Minggu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RA Vadin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RA Vadin:

Share

Category