19/05/2026
STRATEGI JAKARTA MUSNAHKAN ETNIS PAPUA: "OTSUS, DOB, DOM, DOS & DOP"
OTSUS dan Pemekaran Papua bukan untuk pemerataan keadilan; Tetapi Otsus dan DOB jadi jembatan pemusnahan etnis dan menguasai Tanah Papua.
Otsus dan DOB adalah jembatan operasi militer. Orang Papua akan menyesal kemudian karena tanahnya dikuasai para
amber (orang pendatang dari luar Papua). Pikir dulu baru perjuangkan DOB. Jika memperjuangkan DOB, berarti membuat jembatan untuk DOM (Daerah Operasi Militer). Setelah itu, daerah itu akan berpindah tangan ke orang Pendatang (Daerah Orang Pendatang) alias dikuasai oleh para migran dari luar Tanah Papua.
Strategi Negara Indonesia adalah setelah OTSUS diberlakukan di Tanah Papua, maka Jakarta memekarkan Papua, yaitu DOB (Daerah Otonomi Baru - baik Propinsi dan Kota/Kabupaten semakin menjamur), kemudian ubah status menjadi DOM (Daerah Operasi Militer), lalu daerahnya beralih status menjadi DOS (Daerah Operasi Strategis) untuk tambang dan perkebunan serta pertanian berskala besar, akhirnya Tanah Papua berpindah tangan ke para amber menjadi DOP (Daerah Orang Pendatang).
Hirosima dan Nagasagi Hancur karena BOM, Bangsa Papua dihancurkan karena DOM (daerah operasi militer) dan DOB (daerah otonomi baru). Dan akhirnya Tanah Papua kini dikuasai oleh Negara Indonesia dan para migran dari luar Papua menjadi Daerah Operasi Strategis (untuk tambang, pertanian dan perkebunan), dengan demikian hak status Tanah Papua sedang pindah tangan dan menjadi DOP (Daerah Orang Pendatang).
Mari orang Papua sadar, bertobat, bersatu dan lawan!
Aktivis HAM, Eks Tapol Papua //Nabire pasar Karan:Senin, 18 Mei 2026 //