24/06/2025
Para pejabat papua yang kami hargai dan kami mencintai, belajar dari Yudas Tebai Alias Tebai Yudas Bupati Dogiyai periode 2025-2029. Pembagian OPD sama rata, sama rasa dan rata" anak asli Dogiyai.
Jabatan bukan seumur hidup tapi jabatan hanya sementara. Nama besar kita jangan jual dengan Nepotisme, Familysme, Sukuisme dan lain sebaginya. Politik itu seni, menang dan kalah itu hal yang biasa, politik bukan dendaman, politik bukan baku tunjuk jago dengan jago tapi bicara politik merupakan bicara umum dan kepentingan umum.
Kebiasaan Jakarta jangan praktek di Papua, 6 (enam) provinsi serta kabupaten, kota di Papua ciptakan pemerintah yang bersih dari Nepotisme dan keluarga Is. Politik yang paling rusak di Papua yang telah di ajarkan oleh Jakarta dengan pikiran kerdil bersifat kepentingan diri sendiri dengan jago diri sendiri.
Sebagai laki" sebagai pimpinan, jelih melihat situasi Papua dengan kacamata Papua, menciptakan Daerah yang aman, damai kepentingan bersifat umum utk daerah nya sendiri. Bicara Tuhan, tapi praktek nya iblis ini hal yang konyol.
Seluruh pejabat di Papua tak bisa membawa damai dengan cara kolonial Jakarta seperti presiden Indonesia dan kebanyakan menteri dari suku asli Jawa bangsa Melayu itu sendiri. Papua merupakan 300 lebih suku, berbagai keanekaragaman suku budaya dan bangsa Papua ras Melanesia.
Terimakasih Kak Bupati Dogiyai Yudas Tebai S.Pd., M.Pd, sudah mengajar kami generasi Milenial utk cara pembagian OPD yang sama rata dan sama rasa. Semoga generasi kami juga bisa mengikuti jejak kaki beliau.
Nabire, 24 Juni 20225
Oleh;
Milenial West Papua