29/10/2022
"GUSTI RADEN AYU SITI NOEROEL KAMARIL NGASARATI KUSUMAWARDHANI"
---
Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Lamaril Ngasarati Kusumawardhani atau yang kerap disapa Gusti Nurul merupakan putri tunggal dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII, dari permaisurinya yang bernama Gusti Kanjeng Ratu Timoer. Lahir pada 17 September 1921, di Surakarta. Gusti Nurul merupakan putri yang memiliki paras cantik, hingga membuatnya menjadi primadona pada jamannya. Namun tak hanya cantik paras saja yang beliau miliki, kemahiran dalam menarinya pun mengantarkannya untuk menari di Belanda pada usia 15 tahun, untuk dipersembahkan sebagai kado pernikahan Putri Juliana. Tarian tersebut sangat istimewa karena diiringi dengan gamelan dari pura Mangkunegaran yang dipancarkan melalui saluran radio Solosche Radio Vereeniging.
-
Tak hanya cantik, Gusti Nurul juga merupakan seseorang yang pandai dan berpendidikan. Oleh karena itu, beliau pun pernah menolak pinangan beberapa tokoh besar di Indonesia, diantaranya: Ir. Soekarno, Sutan Sjahrir, Sultan Hamengkubuwono IX dan juga Kolonel GPH Djatikusumo. Konon, hal ini karena prinsip kuat yang dimiliki Gusti Nurul tidak mau dipoligami. Dan Pada akhirnya hati Gusti Nurul berlabuh kepada pilihannya sendiri yaitu Kolonel Militer RM Soerjo Soejarso.
-
Karena keelokannya p**a, sebuah museum di yogyakarta mempersembahkan ruangan khusus yang digunakan untuk menjadi ruang perkenalan antara Gusti Nurul dengan Pengunjung, Museum ini adalah Museum Ullen Sentalu. Di Museum Ullen Sentalu terdapat ruang yang berisi foto pribadi Gusti Nurul mulai dari usia kanak-kanak hingga berusia senja, ruangan tersebut dinamakan “Ruangan Putri Dambaan”. Ruangan ini diresmikan langsung oleh Gusti Nurul pada tahun 2002. Ketika berkunjung ke Museum Ullen Sentalu melalui Tur Adiluhung Mataram, pengunjung akan diajak untuk masuk ke Ruangan Putri Dambaan dan diberikan penjelasan mengenai kehidupan Gusti Nurul oleh edukator museum.
-
Sumber Keterangan : Afrida Icha Lavira
(Duta Museum Ullen Sentalu)
-----
Oleh : Potret Indo Jadul