18/02/2026
Beberapa waktu lalu ada teman yang bertanya,
โKenapa sih kau nggak pernah nge-share (video atau foto yang di comot tinggal buat caption segede gaban) berita yang lagi viral..?โ ๐
Aku senyum saja.
Bukannya nggak update. Timeline-ku juga sama kok, kadang penuh drama, penuh opini, penuh penghakiman yang bahkan lebih cepat dari mie instan matang ๐
Tapi jawabanku sederhana.
Mereka yang sedang viral ituโฆ aku tidak kenal.
Aku tahu mereka hanya lewat screen.
Lewat potongan video. Lewat caption yang belum tentu utuh ceritanya.
Dan yang kedua, aku tidak pernah tahu apakah cerita yang dibagikan itu benar-benar yang sebenar benarnya atau hanya bagian yang ingin ditunjukkan.
Zaman sekarang, potongan 30 detik bisa mengubah nasib seseorang. Komentar 3 detik bisa melukai hati orang seumur hidup.
Aku takut, jangan sampai jariku lebih cepat daripada nuraniku. Takut jangan jangan aku ikut membagikan sesuatu yang ternyata tidak benar. Takut jangan jangan aku ikut menyakiti tanpa sadar.
Kadangkala kita terlalu semangat jadi โ wartawan timeline.โ Padahal belum tentu kita saksi kejadian. ๐
Aku lebih memilih menjaga hati, pikiran, dan perasaanku untuk hal hal yang benar benar aku pahami dan alami.
Energi itu mahal. Perasaan itu berharga.
Jangan dihabiskan untuk sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Bukan berarti apatis. Bukan berarti tidak peduli.
Tapi memilih bijak.
Karena tidak semua yang viral harus di viralkan lagi. Tidak semua yang ramai harus kita ikuti dan tidak semua yang trending, perlu untuk kita komentari.
Kadang diam itu bukan karena tidak tahu. Tapi karena tahu bahwa tidak semua hal layak diperpanjang.
Saring sebelum sharing.
Berpikir sebelum bereaksi dan jaga hati supaya tetap bersih, bukan ikut keruh karena arus.
Kalau bukan kita yang menjaga hati kita, siapa lagi..? ๐ค