Rizky septianie gee

Rizky septianie gee bla bla na na na

24/09/2017

KUALITAS TINDAKAN MENENTUKAN KUALITAS HASIL, dan setiap tindakan PASTI menghasilkan.

06/11/2016
26/10/2016

Thanks for like guys

05/07/2016

HIDUP ITU PILIHAN
Alkisah, ada seorang pemuda yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya menderita dan ia tidak tahu jalan keluarnya. Ia lelah berjuang dan bergumul sepanjang waktu.
Kebetulan ayahnya adalah seorang juru masak. Sang ayah membawa putranya itu ke dapur. "Ayah, aku bukan mau belajar memasak. Kenapa ayah membawaku ke dapur?" keluh putranya.
"Anakku, perhatikan saja yang ayah kerjakan", katanya sambil menuangkan air ke dalam tiga panci berbeda, dan mendidihkannya. Setelah mendidih, dimasukkannya wortel ke dalam panci pertama, telur ke panci kedua, dan biji kopi ke panci ketiga. Kira-kira 20 menit kemudian, dengan hati-hati, sang ayah menuangkan wortel di panci pertama ke sebuah mangkok yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Lalu, telur ditaruh di mangkok lain dan air biji kopi dituangkannya ke dalam sebuah gelas.
"Nah. Kamu lihat tadi. Tiga benda, wortel-telur-biji kopi, sama-sama dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Apa yang terjadi? Respons setiap benda ternyata tidak sama. Pertama, wortel; sebelumnya keras kan? Tetapi setelah dimasukkan ke dalam air mendidih, lama-kelamaan berubah menjadi lunak. Kedua, telur; karena ada dalam kondisi air mendidih, cairan dalam telur yang terlindungi cangkang tipis, akan mengeras. Ketiga, biji kopi; ia perlahan mengubah kualitas air dan menciptakan sesuatu yang baru dengan cara melebur menjadi satu dengan sifat air itu. Selain itu, ia menaburkan wangi semerbak ke sekitarnya.
"Wortel, telur dan biji kopi diibaratkan sebagai tiga macam reaksi manusia terhadap rintangan dan halangan yang harus dihadapinya. Seperti wortel, saat menemui rintangan, perlahan tapi pasti ia akan melemah dan akhirnya tak berdaya. Sedangkan telur, saat menghadapi halangan, akan berubah menjadi pribadi yang keras, kuat, dan tangguh. Lebih hebatnya lagi, seperti biji kopi, dia mampu melebur dan bahkan menyebarkan bau wangi berupa kebaikan dan kedermawanan kepada orang-orang di sekitar pada situasi sesulit apa pun.
"Karena itu, Nak, dalam menjalani hidup ini, tidak peduli menghadapi rintangan atau halangan apa pun, jangan pernah mengeluh dan bersedih. Coba pikirkan kembali tiga benda ini. Kamu bisa menjadi wortel, telur, atau biji kopi. Pilihan ada di tanganmu."
Netter yang Luar Biasa,
Kita tahu, sebuah masalah tidak akan selesai dengan bersedih hati dan berkeluh kesah terus-menerus. Karena sejatinya, hidup adalah akumulasi dari keputusan-keputusan kecil yang kita buat setiap waktu. Apapun pilihan keputusan kita, akan menentukan sukses atau gagal di kemudian hari. Karenanya, mari kita pastikan, terus belajar dan berjuang agar bijak dalam menentukan pilihan yang kita putuskan serta mampu membawa kebaikan bagi diri sendiri dan sesama.
Kalau kita bisa memilih bahwa hidup ini adalah perjuangan, kita akan optimis menyiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi apa pun, untuk menciptakan sukses di kemudian hari.
Salam sukses luar biasa!

29/05/2016

Hamid yg selalu berteriak kepadanya..
"Kamu membuat saya gila Hamid !!! "
Suatu hari ibunya datang ke sekolah untuk melihat apa yg Hamid lakukan, si guru menceritakan apa adanya kpd sang ibu bahwa anaknya adalah sebuah bencana bagi sekolah, selalu dapat nilai jelek dan dia tidak pernah melihat ada anak sebodoh itu di sepanjang karirnya sbg guru.
Ibu si Hamid tidak terima mendapatkan laporan seperti itu, oleh ibu Hamid dikeluarkan dari sekolah itu dan diajak pindah ke kota lain.
Akhirnya .... 25 tahun kemudian, sang guru terkena serangan jantung, dokter menyarankan agar dia melakukan operasi ke dokter spesialis bedah jantung.
Karena tak ada jalan lain, akhirnya operasi pun dilakukan dan sukses.
Sesaat setelah operasi, sang guru membuka matanya, dia melihat seorang dokter yang tampan sdg tersenyum padanya, dia mau mengucapkan sesuatu pada si dokter tapi tak mampu bicara karena masih terpengaruh obat bius.
Sejurus kemudian...
Sang guru kelihatan panik dan menggerak-gerakan kepalanya, wajahnya mulai kelihatan membiru, dia mengangkat tangannya untuk memberitahu sang dokter tentang sesuatu...
Tapi ternyata terlambat, si guru akhirnya meninggal dunia.
Sang dokter sangat terkejut dan berusaha memahami apa yang barusan terjadi, dia membalikan badannya dan melihat si Hamid yg bekerja di rumah sakit itu sebagai cleaning service telah mencabut colokan listrik alat bantu pernapasan untuk diganti dengan colokan listrik vacuum cleanernya.
Jadi jika anda tadi berpikir bahwa Hamid adalah si dokter...
SALAH.
12 jam · Publik
Lainnya
674
Tulis komentar...
Komentari
Sebut Teman
Helman Nainggolan
Berarti benar kata guru tersebut, Hamid itu murid terbodoh yang pernah diajarnya selama ia menjadi guru. Bodohnya nggak habis2. Salut buat Admin yg begitu cerdas membuat ending ceritanya.
S**a · 1 · Balas · Laporkan · 6 jam yang lalu
Radja Goppal
Hehehe.. iya kirain hamid jadi dokter soalnya cerita di indonesia kebanyakan gitu.
S**a · 5 · Balas · Laporkan · Hari Ini pukul 2:05
3 balasan
T**i Alawiyah
Hahaha.. Bales dendm kali tu Hamid, udah dibilang siswa terbodoh dulu,, 25 tahun menunggu ahirnya dia berhasil membunuh ibu gurunya.. Hahaha
S**a · 4 · Balas · Laporkan · 11 jam yang lalu
Zay
min Noh si Kakek ketawa sendiri di Belakang,,dia udah Nemu Lucu nya min
S**a · Balas · Laporkan · 11 jam yang lalu
Bambang Budi Harto
Hahahaaaaa jiammmmmpretttt.....tibake Si Hamid masih aja " Gebul"
S**a · Balas · Laporkan · 11 jam yang lalu
Nk
Ini pernah baca kmaren di halaman tetangga min.. Aduuhh mimin..miminn
S**a · Balas · Laporkan · 10 jam yang lalu
Andrean Septy
Ai kmu hamit.. buat bencana lagi kmu di rumh sakit.. suntik mati aja kmu.. hahaha
S**a · Balas · Laporkan · 10 jam yang lalu
Iwantry Try
brarty hamid orangx konsisten ...sekali begok tetap begok....hehehe....jleeeeb....?
S**a · 2 · Balas · Laporkan · 11 jam yang lalu
Aulia Rahmat
Iya saya kira dokter itu namanya Hamid, eh cleaning servicenya yang namanya hamid
S**a · Balas · Laporkan · 7 jam yang lalu
Levoxms Sianak Guchee
Gw dkung lo mid
Gw s**a gya lo
S bego" ny lo
Msih bisa bnuh org tnpa susah pyah

17/10/2015

I Love You AYAH
Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk
menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah
aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang
mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering
menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa
ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang
letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang
aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya
langsung kepadaku karena saking letihnya
mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam
tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah
membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum
es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan
menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu
bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku,
sampai beliau hanya bisa menggigit bibir
menahan kesakitanku.
Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar
malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh!
”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin
menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar,
dibandingkan aku bahkan ibuku? Karena bagi
ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga.
Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun
melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya.
Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu
dengan rasa sangat risau, bahkan sampai
menyuruh ibu untuk mengontak beberapa
temannya untuk menanyakan keadaanku,
''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.''
Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar
aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku,
bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah
anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita
bersama.
Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk
keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan
dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan
cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang
tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah
tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama
yang berdiri dan bertepuk tangan untukku.
Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku
sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa
membelikan baju koko itu pun cuma setahun
sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan
doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu
dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku
menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati
– hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas
pelaminan bersama pasanganku, ayahpun
tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku
memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke
belakang dan menangis? Ayah menangis karena
ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa,
“Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik.
Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis
bersama pasangannya.
''Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah''
Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya
melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang
menjadi air susumu ...
Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada
namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar
karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu
untuk berlindung di lengannya dan dadanya
ketika kau merasa tak aman...
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan
seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak
sanggup melepaskanmu...
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau
sanggup menghadapi semua sendiri..
Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan
cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu...
Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Address

Lubuklinggau

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rizky septianie gee posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category