12/08/2026
Kamera yang Tidak Mau Menyerah
Ada barang-barang yang kita beli bukan karena yakin akan kegunaannya, melainkan karena kita jatuh hati sebelum sempat bertanya apakah ia masih berguna.
Begitu p**a kamera ini.
Aku menemukannya dari seorang pedagang di Semarang.
Konica Pop berwarna merah menyala, sebuah benda kecil yang bahkan sebelum digunakan sudah terasa seperti benda koleksi. Warnanya terlalu mencolok untuk diabaikan. Kalau ternyata sudah mati, pikirku, tidak apa-apa. Ia masih pantas menjadi penghuni lemari, sekadar menjadi titik merah yang mengingatkan bahwa benda-benda lama pun pernah punya kehidupan.
Pedagangnya jujur. Ia tidak tahu apakah kamera ini masih bekerja.
Aku pun tidak berharap banyak.
Aku memasukkan Kodak Portra 160 yang tanggal kedaluwarsanya 2025. Film yang sebenarnya sudah lewat masa jayanya, dipasangkan dengan kamera yang kondisi hidup matinya pun belum jelas.
Dua ketidakpastian bertemu di satu tempat.
Lalu aku menekan tombol rana.
Satu kali...Dua kali.. Kemudian menunggu.
Ketika hasilnya kembali, ada sesuatu yang membuatku tersenyum.
Ternyata ia masih melihat.
Tidak dengan ketajaman kamera modern. Tidak dengan presisi yang bisa dihitung sampai sepersekian stop. Beberapa frame bahkan menunjukkan bagaimana ia berjuang menghadapi cahaya, bagaimana highlight dibiarkan pecah, bagaimana bayangan tenggelam menjadi pekat.
Namun justru di situlah saya menemukan sesuatu.
Ia tidak sempurna.Tetapi ia masih mampu merekam dunia.
Warna-warna yang datang dari Portra 160 terasa seperti ingatan yang sudah sedikit pudar. Pantai, kereta, pepohonan, matahari, orang-orang yang bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka pernah menjadi bagian dari satu frame.
Dan tiba-tiba saya berpikir, mungkin benda-benda tua memang tidak selalu meminta untuk diperbaiki.
Kadang mereka hanya ingin diberi kesempatan.
Kesempatan untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kira sudah selesai ternyata masih menyimpan sedikit kehidupan.
Konica Pop ini mungkin bukan kamera istimewa.
Tapi hari itu, ia mengingatkan saya bahwa "masih berfungsi" dan "masih punya arti" adalah dua hal yang berbeda.
Dan barangkali, justru yang kedua jauh lebih penting.