25/01/2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa jika Amerika Serikat tidak menjadi pemimpin pasukan Sekutu dalam memenangkan Perang Dunia II, saat ini negara-negara Eropa akan menggunakan bahasa Jerman dan Jepang.
Pernyataan ini disampaikannya lewat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).
"Setelah perang yang kita menangkan dengan gemilang, tanpa kontribusi kita, saat ini kalian semua akan berbicara dalam bahasa Jerman dan mungkin juga sebagian bahasa Jepang," ujar Trump.
Ia juga membela tuntutan atas Greenland dengan menyebutkan kekalahan Denmark yang sangat cepat selama perang.
Menurut Trump, ibu kota Denmark yaitu Kopenhagen hanya mampu bertahan selama 6 jam sebelum jatuh ke tangan Jerman, sehingga dinyatakan tak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri maupun wilayah Greenland.
Trump menyatakan bahwa pemerintah Washington "terpaksa" mengirim pasukannya untuk membela Greenland, "dengan mengeluarkan biaya dan pengeluaran yang sangat besar".
Ia pun menyebutkan AS telah mendirikan pangkalan untuk melindungi wilayah tersebut atas nama Denmark.
"Kami benar-benar mendirikan pangkalan di Greenland untuk Denmark. Kami berjuang untuk Denmark," katanya,
Ia pun menambahkan jika AS bertindak untuk mencegah "musuh" mendapatkan pijakan di Belahan Bumi Barat.
Sebagaimana diketahui, Greenland menjadi perhatian Trump karena lokasinya yang memiliki nilai strategis di wilayah Arktik, kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, serta kekhawatiran terhadap peningkatan aktivitas Rusia dan Tiongkok.
Namun demikian, baik Denmark maupun Greenland telah menolak usulan pemindahan kedaulatan wilayah tersebut, sekaligus menegaskan kembali bahwa Greenland berada dalam kedaulatan Denmark.
Sumber: Detik