01/06/2025
// Perayaan Cinta: Kakak //
Suatu pagi setelah Ibu bertanya ia menjawab “Mau kemana sih buru-buru, Kakak sama sekali belum mikirin tentang itu”, suatu siang ia bilang “Kakak belum mau”, suatu malam ia bilang “Geusss.. kaleeemmm”.
Hari kemarin ia bilang “Kakak deg-degan”
Santai, pembawaannya tenang, ga banyak ngeluh, dan bijaksana. Hal tersebut yang selalu membuatku belajar menjadi lebih baik. Sanksi yang diberikan padaku selalu membuatku berpikir lebih jauh lagi, padahal sikapnya tidak frontal.
“Kakak pulang, mau menikah, ini orang yang Kakak pilih.” Dan itu cukup mengejutkan karena dia terlihat santai dan seakan tidak pernah fokus akan hal itu dalam satu tahun terakhir.
Ada rasa sedih yang datang, ada rasa bahagia yang melimpah, ada rasa kehilangan yang tidak tepat, karena ini bukan sebuah perpisahan.
Entahlah, semoga wajar saja ku merasakan perasaan ini. Karena selama ini, tanpanya, ku mungkin hanya Adik yang tidak tahu caranya memperbaiki dan berkembang.
Banyak harapan dan do’aku untuk mu. Terimakasih semuanya; terimakasih keberaniannya, kerja kerasnya, tanggung jawabnya, rencana besarnya karena kamu ga pernah membawa kisahmu sendirian, selalu memberiku percaya dan ruang untuk bisa mengejarmu atau lebih darimu.
Terimakasih telah ada di sebelah Ibu setelah Ayah tiada, dan tanpa itu mungkin aku hanya Adik yang membuat masalah.
Selamat ya, sampai kapanpun mungkin kita tidak akan pernah bertengkar karena itu keahlian kita; tidak bertengkar hahahah.. Jaga keluargamu yang baru, selalu berani lah seperti Seorang Kakak yang selalu kukenal.
Dari Ade, Haikal.
Buat Kakak, Wiku.