05/12/2025
“Ketika air meluap menelan daratan, kita diingatkan bahwa alam bukanlah musuh, melainkan cermin dari tindakan kita. Banjir yang melanda Sumatera bukan hanya cerita tentang hujan yang turun terlalu deras, tetapi juga tentang keseimbangan yang mulai rapuh—antara manusia dan alam yang selama ini dijaga setengah hati.
Di antara rumah yang terendam dan jalan yang terputus, kita melihat dua hal sekaligus: rapuhnya kehidupan, dan kuatnya semangat saling membantu. Di tengah kepedihan, tangan-tangan saling menggenggam, bahu saling menopang, seolah berkata bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang.
Semoga bencana ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai alam, lebih bijak mengelola tanah dan hutan, serta lebih siap menghadapi cuaca yang semakin sulit ditebak. Dan bagi saudara-saudara kita yang terdampak, semoga kekuatan, ketabahan, dan pertolongan datang dari segala arah. Karena setiap genangan akan surut, dan setiap luka memiliki waktunya untuk pulih.”