Generasi Muda Hijrah

Generasi Muda Hijrah Young Generation Suara NUtizen Kaum Sarungan

Permanently closed.
27/04/2026

Shalawat Nuril Ladzi..

Save Ibu Supriyani, S.Pd. Guru SDN  Baito, Konawe Selatan. Ditahan Polisi karena menegur siswa yang nakal. Orang Tua sis...
23/10/2024

Save Ibu Supriyani, S.Pd. Guru SDN Baito, Konawe Selatan. Ditahan Polisi karena menegur siswa yang nakal. Orang Tua siswa tersebut adalah anggota Polisi.

Mohon doa dan bantuannya Ibu Supriyani, S.Pd seorang guru honor yg sedang dalam masa pemberkasan P3K setelah honor bertahun2.

Kronologi yang diperoleh dari pihak sekolah sebagai berikut:

1. Kejadian ini sebetulnya sdh lama. Berawal siswa luka goresan di paha. Dia lapor sma ortu dipukulnya. Padahal gurunya hanya menegur tdk memukul. Tpi ortunya tdk terima. Drpda panjang masalah guru & KS datang k rumah minta maaf. Permintaan maaf diterima ternyata itu jebakan. Krn ortu siswa seorang polisi permintaan maaf guru dianggap mengakui kesalahan. Ternyata diam2 masalah ini diproses. Smpe akhirnya guru dpt panggilan di Polda smpe sana ktax mw dimintai keterangan ternyata langsung ditahan suamix disuruh p**ang. Padahal ini guru masi Honor punya anak kecil. Sudah beberapa malam ditahan di Polda.

2. Waktu datang ke rumah minta maaf ortu siswa minta 50jt dan orang tua siswa meminta kepada pihak sekolah agar guru tersebut dikeluarkan dari sekolah. Tpi karena guru tersebut tdk merasa melakukan jdi tdk mau membayar dan pihak sekolah tidak mau mengeluarkan siswa tersebut.

3. Siswa tersebut nakal, kemudian menurut info siswa ini dijewer, tapi masih batas wajar dan guru yang bersangkutan sdah meminta maaf kepada orang tua siswa (korban) dikira yang bersangkutan guru persoalan sudah selesai,akan tetapi tiba-tiba ada panggilan dari kejaksaan dan guru yang bersangkutan langsung ditahan karena berkas perkara tiba tiba sudah lengkap.

Mohon disebarkan untuk membebaskan Ibu Supriyani, S.Pd. dan beliau segera mendapat keadilan.

08/04/2024

Inilah alasan kenapa gus Baha mengusulkan agar para santri berani PeDe dng bidang keilmuannya masing masing. Mereka yang bukan ahli agama saja dng PeDenya mengatakan urusan keagamaan, khususnya syariat, padahal tidak paham. Seperti halnya di Dr. Lenna Lucky seperti di video ini.

Pernyataan dia nyata salah, tapi dng Pedenya diuangkap di publik. Melihat dan mencermati pernyataannya, menjadikan kita tahu bahwa dia samasekali bukan ustadzah, bukan p**a ahli agama atau ahli hukum agama.

Bertanyalah kepada ahlinya..

Netijen negeri +62 itu s**a usil tapi kadang ada yg songong.Gak bisa bedain Dewi Sandra dng Sandra Dewi
03/04/2024

Netijen negeri +62 itu s**a usil tapi kadang ada yg songong.
Gak bisa bedain Dewi Sandra dng Sandra Dewi

30/03/2024

Sunahkah Tenda Dalam Masjid?

Perbuatan Nabi shalallahu alaihi wasallam tidak mesti harus dilakukan maupun dihukumi sunah. Misalnya banyak di hadis Sahih antara Salat sunah fajar dan Subuh Nabi melakukan tidur miring ke sebelah lambung kanan. Adakah di antara kita yang mengamalkan?

Ustaz ini menganjurkan memasang tenda saat i'tikaf di Masjid. Hadisnya tidak salah, tapi nalar ushul fikihnya yang perlu diarahkan.

Al-Hafidz Ibnu Rajab, setelah menyampaikan riwayat:

وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يضرب له قبة في اعتكافه في المسجد، وأزواجه معه

"Nabi shalallahu alaihi wasallam dibuatkan tenda iktikaf di masjid bersama para istrinya."

Beliau menjelaskan dari para ulama Salaf:

وقد اختلف العلماء في ذلك: فكره أحمد للمعتكف أن يضرب خيمة ونحوها في المسجد، إلا لشدة البرد، ورخص فيه إسحاق إذا كان قصده أن يصون المسجد عما يكون منه من حدث أو سقوط شيء من طعامه في المسجد -: نقله عنهما إسحاق بن منصور في "مسائله".

"Ulama berbeda pendapat soal membuat tenda di masjid. Imam Ahmad menghukumi makruh kecuali cuaca sangat dingin. Imam Ishak membolehkan jika tujuannya untuk menjaga masjid dari hadas atau kotoran makanan. Hal ini disampaikan oleh Ishaq bin Manshur dalam kitab Al-Masail" (Fathul Bari, Kitabush Shalat, 364)

Rupanya ada illat/ alasan tertentu Nabi memasang tenda di Masjid seperti yang disampaikan para ulama. Andaikan ini adalah kesunahan yang tidak boleh ditinggalkan semestinya sampai saat ini di Masjid Nabawi tetap disediakan tenda.
(Makruf Khozin - Pakar Aswaja Center Jawa Timur)

27/03/2024

Perbedaan Amil dan Panitia Zakat menurut KH. Zahro Wardi (LBM PBNU)

Panitia zakat fitrah hendaknya punya legalitas amil zakat supaya lenh aman dalam menyalurkan zakat mal & zakat fitrah dari muzakki

27/11/2023

Mbah Mufid remehkan ketua umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Astaghfirullah...

Jika kamu sudah tidak lagi percaya dengan kyai NU, keluar saja dari NU jika kamu mengaku NU.

26/11/2023

Fuad Plered ternyata mengakui keberadaan para habib di Indonesia adalah keturunan Rasulullah SAW

25/11/2023

Kritikan Sayyid Utsman bin Abdullah bin Toha soal Nasab dan Pandangannya tentang Ahlul Bait

Sayyid Usman bin Abdullah bin Yahya (dikenal dengan Sayyid Usman Batavia, 1822-1914 M) mengkritik bagi siapa saja yang menjadikan nasab sebagai instrumen kedekatan kepada Allah. Nasab memang menjadi suatu standar kemuliaan dalam ajaran Islam. Namun nasab bukan menjadi patokan seseorang terbebas dari dosa. Prinsip utama dalam keberagamaan seseorang adalah ketakwaannya kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, Sayyid Usman mengomentari para oknum yang menipu orang lain melalui faktor kenasabannya.

Komentar Sayyid Usman ditunjukkan salah satunya melalui kitab berjudul Bunnah al-Jalis wa Qahwah al-Anis. Pada karyanya itu, Sayyid Usman mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama terkait larangan seseorang yang sombong dalam nasab. Di antaranya QS Al-Mukminun ayat 101 dan QS Asy-Syu’ara ayat 214. Pada ayat pertama, menurut Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam kitab Tafsir al-Jalalain, ketika tiupan malaikat Israfil (sangkakala) yang pertama atau kedua, tiada lagi pertalian nasab yang dapat mereka bangga-banggakan. Tidak p**a mereka saling bertanya tentang pernasaban tersebut, disebabkan kengerian yang menyibukkan diri mereka pada hari kiamat itu.

Sedangkan pada ayat kedua, Sayyid Usman menjelaskan bahwa tatkala ayat ini turun, Rasulullah memanggil para suku Quraisy dan meminta mereka untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing dari api neraka. Kemudian Rasulullah bersabda:

يا فاطمة بنت محمد يا صفية بنت عبد المطلب يا بني عبد المطلب لا أملك لكم من الله شيئا غير أن لكم رحما سأبُلُّها ببلالها

“Wahai Fatimah binti Muhammad, wahai Safiyah binti Abdul Muthalib, wahai Bani Abdul Muthalib, aku tidak bisa melindungi kalian sedikitpun dari siksa Allah, hanya saja kalian memiliki rahim (kerabat) yang aku akan terus jalin silaturahminya (di dunia).” (Sayyid Usman bin Yahya, Bunnah al-Jalis wa Qahwah al-Anis, [Batavia, Syawal 1314 H], halaman 42).

Tidak hanya itu, Sayyid Usman bahkan mengkritik para Ahlul Bait yang merasa aman dengan kefasikan sebab berpegang pada keshalehan bapaknya. Dalam hal ini, ia mengutip ungkapan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin, yaitu:

وقال الإمام الغزالي رضي الله عنه في الإحياء وربما كان مستند رجائهم التمسك بصلاح الآباء وعلوِّ رتبتهم كاغترار العلوية بنسبهم ومخالفتهم سيرة آبائهم في الخوف والتقوى والورع وظنهم أنهم أكرم على الله من آبائهم إذ آباؤهم مع غاية الورع والتقوى كانوا خائفين وهم مع غاية الفجور والفسق آمنون وذالك نهاية الإغترار بالله انتهى


“Imam al-Gazali berkata, boleh jadi mereka yang menyandarkan harapan dengan berpegang pada kesalehan dan ketinggian derajat bapak-bapak mereka, seperti tertipunya (sebagian) keturunan Alawiyah (keturunan Ali bin Abi Thalib) dengan nasab mereka tapi bertentangan dengan perilaku bapak-bapak mereka dalam ketakutan, ketakwaan, dan kewarakan kepada Allah, dan menduga bahwa mereka lebih mulia di sisi Allah dari bapak-bapak mereka. Padahal bapak-bapak mereka dengan derajat kewarakan dan ketakwaan yang tinggi, tetap merasa takut (akan siksa Allah). Sedangkan mereka dengan perilaku yang amat keji dan fasik, tetap merasa aman. Boleh jadi hal tersebut adalah puncak tipuan kepada Allah Swt.”
(Yahya, Bunnah al-Jalis wa Qahwah al-Anis, halaman 43. Lihat Juga, Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, ‘Kitab Dzam al-Ghurur’, [Dar Ibn Hazm, Lebanon, 2005], halaman 1303).

-Menasihati Ahlul Bait Yang Menyimpang Adalah Bentuk Mahabbah-

Bagaimanakah mewujudkan kecintaan, apakah dengan bentuk menaati semua perilaku para Ahlul Bait, termasuk perihal maksiat? Pembahasan ini jika tidak dipahami secara komprehensif, maka akan terjebak dalam fanatisme kesukuan. Sayyid Usman menyadari hal tersebut dan tidak membatasi masalah ini dalam persoalan cinta saja, atau bahkan mewujudkan cinta itu dengan ketaatan secara absolut. Sebab, salah satu cara mencintai Ahlul Bait adalah menunjukkan sikap hormat dan akhlak kepada mereka.

Sedangkan salah satu cara melaksanakan rasa hormat kepada Ahlul Bait adalah membimbing mereka ke jalan yang benar.

Menurut Sayyid Usman, jika seorang Ahlul Bait itu jahil atau melanggar syariat, maka tidak harus diikuti kelakuannya tersebut. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan sampai membenci pada pribadi (zat) mereka. Justru, wajib bagi umat Islam untuk memberi nasihat padanya supaya ia menuntut ilmu dan mengikuti perilaku para nenek moyangnya.

Sayyid Usman berkata: “Di antara bentuk kecintaan kepada Ahlul Bait sebagaimana yang disenangi Nabi Muhammad Saw adalah membimbing mereka kepada jalan taat kepada Allah dan tinggalkan maksiat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh guru kami Habib Abdullah bin Umar bin Yahya dalam karyanya Tazkirah al-Mukminin.”
(Sayyid Usman bin Yahya, Mir’ah al Haq wa al-Inshaf fi Huquq al-Sadah al-Asyraf, halaman 10).

Bahkan, Sayyid Usman menegaskan bahwa dengan memberi nasihat kepada para Ahlul Bait itu lebih besar manfaatnya dan suatu hal yang sangat dis**ai oleh Rasulullah Saw. Dalam hal ini, Sayyid Usman menukil pendapat seorang ulama dari kitab al-Durar al-Naqiyyah:

وأعظم منفعة وأكرم لهم إعانتهم على تعلّم شرائع الإسلام وما جاء به جدّهم صلى الله عليه وسلم فمن أعانهم على ذالك وأرشدهم إلى تلك المسالك فقد تودّد إلى النبي صلى الله عليه وسلم بمودّة تآمّة يدرك بها شفاعته يوم الطامّة

“Bentuk manfaat paling besar dan paling mulia kepada para Ahlul Bait adalah menolong mereka dalam menuntut ilmu syariat dan mengikuti kelakuan kakek mereka (Nabi Muhammad Saw). Siapa saja yang menolong dan membimbing mereka atas hal tersebut, maka sungguh ia telah membuat budi yang amat besar kepada Rasulullah, yang menyebabkan ia mendapat syafaat di hari kiamat.”
(Yahya, Risalah Dua Ilmu: Pada Menyatakan Perbedaan antara Dua Macam Ilmu dan Dua Macam Ulama, [Jakarta, Maktabah Attahiriyah, 6 Rajab 1382 H], halaman 30).

Artikel selengkapnya baca di: https://www.nu.or.id/opini/kritik-sayyid-usman-soal-nasab-dan-pandangannya-tentang-ahlul-bait-SrN6N

Video Makam Habib Utsman Bin Yahya berada di Kompleks Masjid Abidin, Sawah Barat, Pondok Bambu, Jakarta Timur

Sumber Video; Tiktok

Address

Jakarta PusatJalan Cempaka
Cempaka

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Generasi Muda Hijrah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share